Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Tempat Mu Pulang


__ADS_3

Saat sampai di rumah, benar saja Haris sudah pulang.


" Yang, kamu masuk duluan ya." Ucap Raka lembut.


" Iya kak." Jawab Lita, dia menuruti permintaan Raka. Meski dalam hati, dia bertanya-tanya, ada apa? Kenapa nggak masuk barengan, biasa nya juga barengan.


Setelah memastikan Lita masuk, dengan cepat dia menghubungi seseorang.


" Gimana? udah ada informasi?" Tanya Raka, pada orang di seberang telpon.


" Nanti pukul lima saya kirim semua informasi nya bos, sekarang saya masih mengecek cctv di kantin." Jawab orang itu. Dia adalah anak buah Raka, yang di perintahkan mencari informasi tentang Fera.


" Bagus, secepatnya kirim pada ku. Aku tak sabar ingin memberi hukuman pada lalat pengganggu itu. Dia sudah berani menyakiti gadis ku."


" Baik bos." Jawab nya lagi. Raka mematikan sambungan telpon secara sepihak.


" Cihh, lalat pengganggu tunggu saja pembalasan ku. Aku pastikan kau takkan punya muka untuk datang lagi ke kampus." Gumam Raka menyeringai.


" Oyyy, ngapain Lu disitu." Teriak Haris.


Sontak saja Raka terkejut, dia sedang memikirkan hukuman yang cocok untuk pelakor kecil yang mengganggu ketenangan Lita nya. Ehhh malah di kagetin suara terompet, mana cempreng lagi.


" Bisa gak sih gak usah teriak-teriak gitu, sukur kalo suara Lu bagus." Gerutu Raka dengan wajah kesal nya.


" Lah Elu ngapain disana? Bukan nya masuk." Tanya Haris.


" Nelpon sama orang penting." Jawab Raka malas.


" Ckk, sok sibuk Lu." Ucap Haris.


" Btw, Lu mau pindah kerja gak?" Tanya Raka, kebetulan Pak Andi baru saja memecat sekretaris nya.


" Kerja apaan?" Tanya Haris.


" Jadi sekretaris, Pak Andi kakak ipar nya Pak El lagi butuhin sekretaris." Jawab Raka santai.


" Jelas mau lah, jadi besok gue kesana gitu?" Tanya Haris dengan antusias.


" Gue udah nyaranin Lu tadi, jadi Lu tinggal dateng aja ke kantor. Tapi pake mobil sendiri ya, jangan nebeng gue. Gue gak mau waktu gue ama Lita terganggu dengan kehadiran Lu." Jawab Raka datar. Tentu saja, dia tak ingin waktu bersama Lita terganggu sedikit pun. Karena jika Haris ikut bersama nya, tentu saja dia takkan bebas bersama Lita.


" Bucin Lu." Ledek Haris.

__ADS_1


" Biarin, gue jadi gini gara-gara adek Lu " Jawab Raka, sesuai fakta.


" Hubungan Lu sama Lita gimana?" Tanya Haris, dia belum tau kalau Raka dan Lita sudau berpacaran.


" Gue udah jadian ama Lita, cuma backstreet dulu. Lu tau kan orang tua gue gimana?"


" Lah sejak kapan? Kok gue gak tau?" Tanya Raka.


" Makanya jadi abang, jangan terlalu datar-datar amat lah." Ledek Raka.


" Daripada bergelombang, mendingan datar lah." Ucap Haris nyeleneh.


" Lu pikir jalan hah? Tau ah, Lu mah sengklek." Gerutu Raka.


" Ngatain gue, Lu gak mikir apa Lu sendiri lebih sengklek dari gue." Ucap Haris.


Mereka berdua tertawa bersama, suasana hati Raka menghangat jika sedang bersaka sahabat nya yang konyol ini. Dia selalu bisa membuat Raka tertawa dengan kata-kata dan sikap nya.


" Gue ama Lita dah seminggu pacaran Ris."


" Gak ngasih tau gue Lu, Lu udah ngapain aja ama adek gue?" Tanya Haris serius.


" Ngapain apaan? Cuma pegangan tangan aja, " Jawab Raka.


" Bener lah, kan gue dah janji. Gue gak bakal ngerusak adek Lu." Ucap Raka mengingatkan.


" Baguslah, Lu masih inget janji Lu." Ucap Haris.


" Btw, apa pak Andi nyeremin?" Tanya Haris.


Sontak saja Raka tertawa terbahak-bahak, mana ada nyeremin. Yang ada dia keren.


" Lahh Elu di tanya malah ketawa, jahat Lu." Gerutu Haris, dengan bibir yang di majukan.


" Nape tuh bibir, di capit angsa ya?" Tanya Raka.


" Pak Andi tuh keren nya kebangetan, tapi sedikit garang dari Pak El." Jawab Raka, setelah menyelesaikan tawa nya.


" Seriusan?" Tanya Haris.


" Nape gue becanda, ya serius lah bego." Ucap Raka, sambil menyentil dahi Haris.

__ADS_1


" Berani amat Lu ama kakak ipar." Gerutu Haris, sambil mengusap dahi nya.


" Kalo lu keterima, ya setidak nya kita bisa barengan di kantor. Gue dah bayangin Lu pergi dan balik bareng ama gue, pasti nyenengin banget." Ucap Raka.


" Hemm, iya Ka. Semoga aja gue di terima." Ucap Haris sendu. Dia pernah menjadi sekretaris, sebelum di pecat karena di fitnah teman kerja nya sendiri.


" Good luck, gue dukung Lu Ris." Ucap Haris, dia menepuk bahu sahabat nya.


" Sebelum gue naksir sama adek Lu, gue udah nganggap Lu kakak gue sendiri. Gue bangga kalo punya kakak kaya Lu Ris." Ucap Raka.


" Jangan muji gue lah, nanti gue terbang." Ucap Haris, dia mencoba mencairkan suasana. Haris selalu merasa tidak suka jika Raka sedih.


" Mandi sono, setelah itu makan ya." Ucap Haris.


" Oke kak ipar." Jawab Raka.


🌻🌻🌻


Malam Hari, Raka dan Haris sedang minum kopi di ruang tamu.


" Apa kabar ya apartemen gue?" Gumam Raka, sudah lama dia tak menginap di apartemen.


" Sesekali aja Lu kesana, tidur disana. Selebihnya Lu harus pulang kesini." Ucap Haris.


" Ini bukan rumah gue Ris." Jawab Raka sendu.


" Lah terus apa? Tempat Lu pulang, ya itu rumah Lu." Ucap Haris.


" Anggap aja ini rumah Lu, gue seneng Lu tinggal disini. Selain gue ada temen nya, gue juga gak mau Lu kesepian di apartemen." sambung Haris.


" Makasih ye Bro." Ucap Raka.


" Jadiin rumah ini tujuan utama Lu pulang, Ka."


" Dah lah, gue gak suka kalo Lu mellow gini. Gue lebih suka Lu yang cerewet terus konyol, sengklek juga." Ucap Haris.


🌻🌻🌻


Bab ini pendek, author nya lagi kehabisan ide🤣


__ADS_1


**Maaf banyak typo☺️


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading❤️**


__ADS_2