Mencintai Adik Sahabatku

Mencintai Adik Sahabatku
Diintrogasi Calon Kakak


__ADS_3

" Lit, kamu tidur ya?" Ucap Raka. Untung nya saat mati lampu Lita sudah selesai mandi dan berpakaian, jika belum, ya itu rezeki nomplok buat Raka.


" Enggak Mau, Lita takut kak." Jawab Lita suara nya bergetar, dan masih memeluk Raka erat.


" Kakak gerah nih, mau mandi dulu." ucap Raka.


" Enggak, kakak gak boleh kemana-mana. Disini aja temenin Lita." Ucap Lita lagi,


" Kakak kebelet, bentar aja ya. Numpang di kamar mandi kamu." Ucap Raka.


" 5 menit?"


" Bentar amat Lit, 10 menit dehh.." Tawar Raka. Mana mungkin secepat itu.


" Yaudah cepetan kak." Ucap Lita dengan kesal, andai saja tak mati lampu pasti Raka sudah melihat wajah menggemaskan nya.


Saat di dalam kamar mandi, Raka menghela nafas dan mencoba menetralkan degup jantung nya yang tak terkendali.


" Sial, baru kali ini gue berdebar gini. Padahal cuma di peluk doang, anjirrr." Gumam Raka, lalu membasuh wajah nya, supaya terlihat lebih segar.


" Kak Cepetan dong, kok lama." Teriak Lita dari luar kamar mandi.


" Ya ampunn Lita, tingkah kamu sekarang tuh kayak istri yang gak sabar di unboxing sama suami nya tau gak." Raka mendengus mendengar teriakan cempreng Lita.


" Iya sebentar lagi Lit." Teriak Raka dari dalam kamar mandi, dia belum selesai menunaikan hajat nya.


Setelah beberapa menit, akhirnya Raka keluar dari kamar mandi. Lita sudah duduk di sisi ranjang, menatapnya tajam.


" Puas banget ya, ngerjain adek nya yang ketakutan setengah mati." Gerutu Lita.


" Yaelah Lit, cuma kepisah tembok doang." Ucap Raka santai.


" Udah malem kakak pulang ya." Ucap Raka, berniat mengerjai Lita.


" Kakak mau bikin Lita mati berdiri gitu? disini aja temenin Lita tidur ya?" Ucap Lita, Raka menganga mendengar ajak kan Lita. Walau dalam hati sebenarnya ia bersorak gembira, tapi logika nya berfikir dua kali. Bagaimana jika dia ketahuan oleh Haris?


" Ya kak, mau ya?" Ucap Lita, Lita juga sadar apa resiko nya. Dia sudah mengajak seorang lelaki dewasa dan normal untuk menemani nya tidur, tapi mungkin itu lebih baik daripada semalaman tidak tidur.


" Kamu yakin ngajak kakak tidur disini? Kamu gak takut?" tanya Raka.


" Kenapa harus takut kak, Lita lebih takut gelap daripada Kakak." jawab Lita, padahal dia sudah gemetar tak karuan.


" Yasudah tidur, kakak temani. Kakak tidur di sofa ya?" Ucap Raka, mulai melangkah ke dekat sofa.

__ADS_1


" Kakak tidur nya disini aja sama Lita." Ucap Lita lagi, dari pada berdebat malam hari. Raka memilih menuruti apa yang di katakan Lita.


Sekarang dia sudah berbaring di samping Lita, seketika suasana menjadi canggung. Hanya dengan cahaya senter ponsel, Cukup untuk melihat kedua nya berbaring di batasi guling.


" Kak" Panggil Lita.


" Hemmmm.. " Jawab Raka hanya berdehem,


" Lita gak bisa tidur " Ucap Lita.


" Ya terus kakak harus gimana Lit? Ini sudah malam, kamu harus kuliah besok." Ucap Raka, dia sedikit kesal karena sejak tadi Lita terus mengoceh padahal dirinya sudah lelah dan mengantuk.


" Lita boleh peluk kakak gak?" Tanya Lita, sontak membuat Raka menoleh ke arah Lita.


Sekilas dapat Raka lihat, Lita tersenyum manis. Jika sudah begini, mana bisa dia menolak.


" Boleh, sini." Ucap Raka sambil menyingkirkan guling yang tadi menjadi penghalang mereka berdua.


" Jangan macem-macem sama Lita ya kak." Ucap Lita lirih namun tegas.


" paling satu macem aja Lit." gurau Raka.


" ihhh, becandaan nya gak lucu kak " Geram Lita.


Lita merangsek masuk ke dalam dekapan Raka, dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Raka.


" Ternyata ini nyaman banget " Gumam Lita, tapi masih terdengar jelas oleh Raka.


" Dada ku memang nyaman Lit." Jawab Raka, dan membuat Lita bungkam. Entah karena malu atau sudah tertidur.


Terasa jari lembut bermain di area dada nya. membuat pola-pola abstrak dengan jari itu, membuat Raka menggeram frustasi, karena hal itu membuat adik kecilnya terbangun.


" Lita, Stop. Tidur " Ucap Raka tegas, hening. Tak ada jawaban apa pun, tapi tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari bibir Lita.


" Dasar gadis nakal, sekarang bagaimana aku menidurkan adik kecil ku ini." Gumam Raka, selama ini dia selalu bermain dengan wanita. Hanya saja untuk melakukan hal intim, hanya terhitung jari.


Raka hanya akan melakukan hal itu jika dia benar-benar serius dengan wanita itu, termasuk tunangan nya dulu.


Tapi kesalahan nya, dia melupakan bahwa hal itu membuat ketagihan dan saat itu Raka pergi keluar negeri untuk berjumpa orang tua nya selama satu minggu.


Mungkin saat itulah tunangan nya menginginkan hal itu, tapi Raka sedang pergi jadi dia menuntaskan nya bersama pria lain dan miris nya lagi, Raka melihat adegan itu karena dia juga baru saja tiba.


Dalam pikiran nya, ia tak ingin memberitahu kepulangan nya pada tunangan nya, ia ingin memberikan surprise. Tapi malah dirinya yang mendapat surprise yang tak terduga.

__ADS_1


Saat itu lah, Raka seolah menjadi orang lain. Dia menjadi tak terkendali dan suka bermain wanita, hanya di permainkan setelah itu dia meninggal kan nya. Brengsek memang!


Raka mengelus rambut gadis pujaan nya yang saat ini terlelap dalam dekapan nya, dia menatap nya penuh cinta.


" Apa kau cinta terakhir ku Lit? Aku benar-benar menyukai mu, rasa nya aku tak ingin jauh dari mu. Aku ingin memiliki mu." Gumam Raka, dia mencium kening Lita.


Setelah beberapa saat menahan rasa panas dalam tubuhnya, akhirnya dia pun menyusul Lita ke alam mimpi.


🌻🌻🌻


Keesokan pagi nya, Lita terbangun lebih awal. Wajah nya langsung merona, saat dia mendongakan wajah nya. Wajah Raka ternyata sangat dekat dengan nya, bahkan dia Lita bisa merasakan hembusan nafas nya.


" Ganteng banget kalo lagi tidur gini." Gumam Lita, lalu terbangun dan beranjak ke kamar mandi.


Raka yang merasakan ranjang di sebelah nya sudah kosong pun dengan cepat membuka mata nya, walau masih sangat berat.


" Udah bangun kak? Tangan nya pegel ya? Maafin Lita ya, semalem tidur nya nyenyak banget dan jadiin lengan kakak bantal." Ucap Lita.


" Heeemmmm, iya gapapa Lit. Kakak turun dulu, mau beli sarapan. Kamu siap-siap aja dulu, nanti berangkat sama kakak ke kampus nya." Ucap Raka, dia dengan cepat keluar dari kamar Lita dengan wajah bantal nya.


Tapi di lantai bawah sudah ada sepasang mata yang menatap nya tajam, siapa lagi kalau bukan Haris.


" Ehhh, dah balik lu." Ucap Raka.


" Udah tadi malem, Ngapain Lu turun dari arah kamar adek gue?" Tanya Haris, Raka cukup salting saat di tanya seperti itu.


" Tadi malem mati lampu, jadi Lita minta di temenin tidur." Jawab Raka, dengan santai. Padahal dalam hati nya, dia sudah kalang kabut. Bagaimana kalau Haris menghajar nya?


" Apa? Yang bener aja lu. Lu gak ngapa-ngapain adek gue kan?" tanya Haris dengan nada tinggi yang meletup-letup.


" Gak, gue cuma nemenin adek Lu tidur. Itu aja, gak lebih. Gak percaya ma gue? Tanya ama adek Lu sendiri, gue keluar dulu beli sarapan." Ucap Raka, lalu keluar dari rumah itu dengan santai nya.


Haris melotot mendengar jawaban Raka, dia bisa sesantai itu saat abang nya Lita tengah mengintrogasi nya.


" Gile tuh anak, beneran demen ma adek gue kayak nya." Gumam Haris sambil terkekeh geli.


🌻🌻🌻


Nah kan di introgasi calon kakak ipar🤭😁



**Maaf kalo banyak typo, harap di maklumi ya☺️

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungan dan semangat buat author dengan like, komen, vote dan follow akun author. happy reading, ❤️**


__ADS_2