
Arkana yang tidak ingin terlalu lama berada di rumah mertuanya itu segera meminta pada Lady untuk makan demi kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya. Lady yang sebenarnya masih merasa enggan untuk makan pun terpaksa menuruti permintaan Arkana saat Arkana mengatakan jika dirinya jangan lagi menambah kesalahan di dalam hidupnya dengan mengabaikan anak yang berada di dalam kandungannya yang membutuhkan nutrisi darinya saat ini.
"Ar, apa sudah tidak ada lagi pintu maaf untuk Lady?" Tanya Mama Miranda pada Arkana yang sedang berdiri di ambang pintu dapur menatap Lady yang sedang makan.
Arkana menghela nafas panjang. "Sudah tidak ada, Ma." Jawabnya tegas.
Mama Miranda ikut menghela nafas. Jika sudah begini ia tidak bisa lagi menahan Arkana untuk tetap berada di sisi anaknya karena ia tahu apa yang terjadi saat ini murni kesalahan Lady dan Arkana wajar jika meminta untuk berpisah.
"Apa pria itu tidak datang ke sini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan mama dan papa?" Tanya Arkana tertuju pada Dandy.
Mama Miranda menggeleng cepat. "Pintu rumah ini tertutup untuknya. Mama dan Papa melarang keras dia untuk datang ke sini." Ucap Mama Miranda tegas. Terlihat jelas di mata Mama Miranda jika ia sangat tidak suka dengan ayah dari cucunya itu.
"Mama harus belajar menerimanya. Bagaimana pun juga dia adalah ayah dari cucu Mama." Arkana mencoba memberikan pengertian.
__ADS_1
Kepala Mama Miranda menggeleng. "Jangan memaksa Mama untuk menerimanya saat ini. Karena dia Mama kehilangan menantu sebaik dirimu." Tekannya.
Arkana memilih diam saja dari pada salah bicara. Setelah melihat Lady selesai menghabiskan makanannya, Arkana pun segera berpamitan untuk pergi.
"Arkana, sekali lagi maafkan aku." Wajah Lady nampak sendu melepas kepergian Arkana dari rumah kedua orang tuanya.
"Apa yang kau sedihkan saat ini? Bukannya kau senang karena kau bisa kembali dengan pria itu?" Tanya Mama Miranda sedikit menyindir putrinya itu.
Mama Miranda yang sudah tidak ingin terlalu banyak bicara dengan putriny itu pun memilih pergi dari hadapan Lady. Ia membiarkan Lady untuk berpikir atas kesalahan yang sudah ia perbuat pada Arkana selama ini.
Dua puluh menit kemudian, Arkana sudah kembali ke rumahnya. Bu Selvy yang semalaman menginap di rumahnya nampak masih berada di rumahya dan sedang mempersiapkan masakan untuk makan malam.
"Jadi kau baru kembali dari rumah orang tua Lady?" Tanya Bu Selvy setelah Arkana menceritakan jika dirinya bukan hanya pulang dari rumah Emila tapi juga rumah kedua orang tua Lady.
__ADS_1
Arkana menganggukkan kepalanya. "Orang tua Lady bilang jika dia tidak mau makan jadi Ar datang ke sana untuk memastikannya agar mau makan." Jawab Arkana.
Bu Selvy menganggu paham. "Jadi bagaimana? Apa kau sudah bulat dengan keputusanmu untuk berpisah dari Lady?" Tanya Bu Selvy memastikan.
"Ya, tidak ada keraguan untuk itu, Ma." Jawabnya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1