Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Bertanya-tanya


__ADS_3

"Kak Edgar kenapa membawa Lara pulang bersama Kakak? Apa Kakak tidak ingin kembali ke rumah sakit?" Tanya Lara saat mobil milik Edgar sudah keluar dari area kampus.


Edgar menoleh ke arah samping dimana Lara tengah menunggu jawaban darinya. "Memangnya kenapa? Apa kau maunya pulang bersama teman priamu itu?" Ketus Edgar.


"Teman pria Lara yang mana, Kak?" Tanya Lara bingung.


Lidah Edgar berdecak. Ingatannya kembali tertuju pada saat Lara ditahan oleh Angga agar tidak terjatuh. "Teman pria yang menolongmu tadi saat hendak terjatuh!" Edgar menjawab dengan wajah masam.


"Maksud Kakak Angga?" Tanya Lara. Karena hanya Angga yang menolongnya saat hendak terjatuh karena perbuatan Celine.


"Entah siapa nama pria itu!" Masih memasang wajah masam dan berbicara sedikit ketus.


"Tidak begitu, Kak. Lara selalu pulang dengan bus jika Kakak tidak menjemput." Jawab Lara apa adanya.


Ada rasa lega yang Edgar rasakan di dalam dadanya mendengar jawaban dari Lara. Walau berteman cukup dekat dengan Angga namun tak membuat Lara keluar dari batasannya sebagai seorang istri.

__ADS_1


Mobil Edgar terus melaju dengan suasana yang berubah hening karena Edgar dan Lara saling diam satu sama lain.


"Aku harus kembali ke rumah sakit lagi." Ucap Edgar setelah mobilnya sudah sampai di apartemen.


"Baiklah, Kak."


"Bi Surti sudah kembali ke apartemen. Untuk makan siang Bi Surti yang akan membuatkannya untukmu."


Senyuman terkembang di wajah Lara mengetahui jika Bi Surti sudah kembali bekerja dan ia akan memiliki teman lagi di apartemen.


"Baiklah, terima kasih, Kak. Hati-hati di jalan." 


Lara segera melangkah masuk ke dalam apartemen setelah mobil milik Edgar melaju meninggalkan apartemen.


"Kak Edgar memang sangat baik seperti ayah. Dia tidak melupakan makan siang untuk Lara dan memberikan Lara teman." Gumam Lara mengingat kebaikan Edgar.

__ADS_1


Masuk ke dalam unit apartemen Edgar, Lara sudah disambut dengan senyuman di wajah Bi Surti. Lara mendekati wanita paruh baya itu  dan menyaliminya.


"Lara mau istirahat di kamar dulu Bibi baru makan siang." Ucap Lara saat Bi Surti menawarkan makan siang untuk Lara.


"Baiklah kalau begitu, Non." Jawab Bi Surti lembut.


Kaki mungil Lara akhirnya melangkah menuju kamarnya berada. Setelah masuk ke dalam kamar, Lara segera mengeluarkan ponsel dari saku tas sandangnya.


"Kenapa banyak sekali pesan masuk ke ponsel aku?" Gumam Lara diikuti kening yang mengkerut bingung.


Lara lantas saja membuka pesan masuk ke dalam ponselnya tersebut. Beberapa pesan yang ia baca sontak membuatnya terkejut karena teman-teman di kampusnya ternyata mempertanyakan tentang hubungannya dan Edgar karena tadi melihat Lara masuk ke dalam mobil milik Edgar.


"Apa, berarti tadi banyak teman-teman yang melihatku masuk ke dalam mobil Kak Edgar. Waduh, kalau begini aku harus menjawab apa, ya? Apa aku jawab saja jika Kak Edgar adalah suamiku. Tapi... apa mereka akan percaya. Atau bisa saja mereka membuliku karena menganggap aku mengada-ngada." Lara jadi bergumam sendiri.


Terlalu pusing memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan, Lara memilih mengabaikan pesan tersebut. "Dari pada pusing memikirkan mereka lebih baik Lara tidur saja." Gumam Lara sambil membuka kaos kaki yang masih melekat di kakinya. 

__ADS_1


***


Sambil menunggu Lara dan Edgar update, teman-teman bisa mampir di karya shy Jadikan Aku Pengganti Dirinya ya❤️🫶🏻


__ADS_2