
Arkana segera membuka pesan foto dari Edgar. Dan betapa terkejutnya Arkana saat melihat foto yang dikirimkan Edgar memperlihatkan sosok istrinya dan pria bernama Dandy di sebuah acara wisuda istrinya.
"Apa maksudnya ini?" Gumam Arkana. Diperhatikannya satu persatu wajah teman-teman Lady yang juga ada di foto itu. Tidak ada satu pun orang yang Arkana kenal selain Lady dan Dandy.
"Bagaimana, apa kau sudah melihatnya?" Tanya Edgar.
"Sudah. Dari mana kau mendapatkan foto ini?" Tanya Arkana.
"Aku mendapatkannya dari salah satu akun media sosial milik temanku. Kebetulan sekali tadi aku menstalkingnya dan melihat foto istrimu di salah satu unggahannya." Jawab Edgar.
"Apa kau bisa menarik kesimpulan dari foto yang kau kirimkan kepadaku ini?" Tanya Arkana.
Edgar mengangguk di seberang sana walau Arkana tak akan dapat melihat anggukan kepalanya. "Aku pikir istrimu dan Dandy adalah teman satu kampus dulunya. Mungkin saja sejurusan atu beda jurusan namun masih dalam universitas yang sama." Jawab Edgar.
__ADS_1
Arkana terdiam. Ia juga berpikiran hal yang sama dengan Edgar.
"Aku harap kau tidak bersikap terburu-buru menyelidiki hubungan di antara mereka. Kau bisa mencaritahu apa yang terjadi dengan perlahan. Dan satu lagi, gunakan dirimu sendiri untuk mencaritahunya tanpa meminta bantuan orang lain lagi karena orang yang kau perintahkan kemarin tidak berguna." Cemooh Edgar.
Arkana mendengus mendengarnya. Namun ia tidak dapat menyangkal perkataan Edgar karena apa yang Edgar katakan benar adanya.
"Jika kau tidak memperbolehkan aku meminta bantuan orang lain maka aku memintamu untuk membantuku!" Tekan Arkana.
"Aku sudah bisa menebak apa yang kau katakan saat ini. Tidak masalah. Aku akan membantumu namun tentu saja tidak gratis." Ucap Edgar.
Edgar dan Arkana kembali terlibat percakapan dan tentu saja percakapan terakhir mereka berisi beberapa pesan dari Edgar agar rencana mereka bisa berhasil.
Setelah panggilan telefon terputus, Arkana mengusap kasar wajahnya karena mengingat sudah menandatangani surat perjanjian dengan Lady.
__ADS_1
"Sial, aku menandatanganinya sebelum Edgar memberitahu informasi ini!" Gerutu Arkana. Seandainya saja Edgar memberitahu lebih awal mungkin saja Arkana bisa mengundur waktu untuk memberitahu Lady apa yang terjadi dan menyelidiki hubungan Dandy dan Lady lebih dulu.
Ceklek
Mendengar suara pintu kamarnya yang terbuka dari luar membuat Arkana menatap ke sumber suara. Dilihatnya istrinya masuk ke dalam kamar dengan wajah yang masih nampak sembab.
Arkana mencoba mengontrol dirinya agar bersikap baik-baik saja pada istrinya. Ia juga menahan dirinya agar tidak melontarkan pertanyaan pada istrinya itu.
Lady yang melihat Arkana tengah berada di balkon kamar mereka memilih menghiraukan suaminya tersebut dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Apa aku sudah salah menilai istriku selama ini? Apa benar jika Lady bermain api di belakangku?" Gumam Arkana. Rasanya ia sulit untuk percaya jika Lady masih sanggup menduakannya di saat dirinya sudah begitu tulus menerima kekurangan Lady yaitu sampai saat ini tidak bisa memberikan keturunan untuknya.
"Jika Lady benar-benar menduakan aku maka sampai kapan pun aku tidak bisa memaafkannya." Ucap Arkana dengan tatapan yang berubah tajam.
__ADS_1
***