Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Memulai penjelasan


__ADS_3

Bu Selvy tak dapat membendung tangisan saat melihat Emila dan kedua cucunya. Wanita paruh baya itu menangis tersedu-sedu sambil memeluk Emila. Mengungkapkan permintaan maaf sebanyak-banyaknya karena sudah membuat Emila pergi meninggalkan mereka karena ketidaktegasan putranya.


Emila dibuat bingung mendengar permintaan maaf Bu Selvy dengan menyalahkan Arkana. Kemarin Arkana juga berkata demikian bahwa kepergian Emila karena dirinya. Sebenarnya ada apa ini, kenapa semua orang jadi menyalahkan Arkana? Apa ada sesuatu yang tidak ia ketahui?


Pandangan Bu Selvy jatuh pada kedua cucunya yang saat ini sedang tertidur di dalam box bayi. Tadi pagi ia baru bisa berangkat menyusul Arkana ke ibu kota karena kemarin ia disibukkan mengurus permasalahan yang ada di toko.


"Arshen, Ashila." Bu Selvy yang tengah memandangi kedua cucunya merasa tidak tahan untuk menggendong mereka. Memberikan ciuman hangat di pipi kedua cucunya menyalurkan rasa sayang untuk mereka.


Keberuntungan berpihak pada Bu Selvy, Ashila tiba-tiba saja terbangun namun tidak menangis. Bayi mungil itu hanya membuka kedua kelopak matanya yang masih nampak sipit.


"Bolehkan Mama menggendongngnya?" Bu Selvy meminta izin pada Emila.

__ADS_1


"Tentu saja boleh, Ma." Jawab Emila seraya tersenyum.


Bu Asma yang berada tidak jauh dari Bu Selvy ikut tersenyum. Ia merasa senang karena kini Emila sudah kembali berkumpul dengan suami dan mertuanya setelah satu bulan pergi dari hidup mereka.


Bu Selvy dengan hati-hati mengambil Baby Ashila dari box bayi lalu menggendongnya. "Cucu Nenek cantik sekali..." ucapnya dengan mata yang masih nampak berair. Merasa tidak tahan mencium Ashila, Bu Selvy pun memberikan ciuman di pipi Ashila yang masih lembut.


Emila membiarkan mertuanya menggendong kedua bayinya secara bergantian. Ia dapat merasakan kebahagiaan Bu Selvy saat ini karena bisa menggendong cucunya sendiri setelah sepuluh tahun mengharapkan kehadirannya.


"Kau ingin berbicara apa?" Tanya Emila saat sudah berada di balkon. Ditatapnya wajah Arkana intens.


"Aku ingin menjelaskan sesuatu kepadamu. Kesalahpahaman yang terjadi di antara kita."

__ADS_1


Emila diam menunggu Arkana menjelaskannya. Suasana balkon yang sepi membuat keduanya bisa berbicara dengan bebas tanpa takut ada orang lain yang mendengarkannya.


"Maafkan aku karena selama ini aku tidak jujur kepadamu tentang permasalahan di antara rumah tanggaku dan Lady. Aku dan Lady akan berpisah setelah anak yang ada di dalam kandungan Lady lahir."


"Apa maksudmu? Apa kau sudah tidak waras ingin menceraikan Nona Lady setelah dia melahirkan anak kandungmu?" Kedua kelopak mata Emila yang terbuka semakin terbuka lebar. Sangat terkejut mendengar Arkana dan Lady akan berpisah.


"Anak yang ada di dalam kandungan Lady saat ini bukanlah anak kandungku. Anak itu adalah hasil dari perselingkuhannya dengan mantan kekasihnya yang bernama Dandy."


Semakin terkejut saja Emila mendengarnya. Namun wanita itu memilih diam membiarkan Arkana kembali melanjutkan penjelasannya.


"Lady dan selingkuhannya sudah bermain api di belakangku selama ini hingga menghasilkan seorang anak saat ini. Bukan hanya sekali ini saja, sebelumnya Lady juga sudah pernah mengandung anak dari selingkuhannya itu namun dia memutuskan untuk menggugurkannya."

__ADS_1


***


__ADS_2