Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Bagaimana ini?


__ADS_3

Lady tersenyum mendengarnya. Mereka pun melanjutkan pembicaraan hingga akhirnya tiba di toko milik Lady. Saat sudah keluar dari dalam mobil, tidak ada satu pun karyawan toko yang baru saja datang dan melihat kedekatan Lady dan Dandy berani menceritakan kedua orang itu. Sampai saat ini mereka pun tidak mengerti apakah di antara Lady dan Dandy terjalin sebuah hubungan atau tidak.


Satu bulan berlalu dan saat ini usia kandungan Emila sudah beranjak empAt bulan, rumah tangga yang terjalin di antara Arkana dan Emila masih berjalan sewajarnya. Tidak ada satu pun dari keluarga Arkana yang mencurigai hubungan di antara mereka karena keduanya sangat pandai bersikap dan menjaga jarak satu sama lain.


Hari itu, Bu Selvy yang merasa merindukan Emila pun memilih untuk datang ke rumah Emila tanpa memberitahu Emila lebih dulu. Sebelum datang ke rumah Emila, Bu Selvy menyempatkan lebih dulu membelikan beberapa cemilan dan buah-buahan untuk diberikan pada Emila nanti.


Tin


Tin


Suara klakson mobil yang terdengar cukup keras di depan rumahnya membuat Bu Asma yang sedang fokus menjahit menghentikan kegiatannya. Dilihatnya ke depan rumah siapakah gerangan yang datang ke rumahnya siang-siang seperti ini.


"Siapa ya?" Tanya Bu Asma bingung saat Bu Selvy turun dan menghampirinya.


"Saya Selvy. Pemilik toko tempat Emila bekerja dulu." Jawab Bu Selvy sambil menjabat tangan Bu Asma.

__ADS_1


"Oh Bu Selvy..." Bu Asma mengangguk-anggukkan kepalanya. Pantas saja ia merasa tidak asing dengan wanita di depannya saat ini. Ternyata pemilik toko tempat putrinya bekerja dulu.


"Iya... apa Emilanya ada?" Tanya Bu Selvy seraya tersenyum.


"Ada, Emila saat ini sedang tidur di kamarnya." Jawab Bu Asma.


"Tidur? Agh sayang sekali saya datang di waktu yang tidak tepat." Ucap Bu Selvy.


"Tidak seperti itu. Ayo silahkan masuk dulu, Bu. Saya akan membangunkan Emil." Ucap Bu Asma.


"Tapi," Bu Selvy hendak menolak tawaran Bu Asma yang ingin membangunkan Emila.


Bu Selvy pun mengangguk dan mempersilahkan Bu Asma untuk pergi membangunkan Emila. Bu Asma yang tidak menyadari jika keinginannya yang ingin membangunkan Emila untuk bertemu dengan Bu Selvy di saat kandungan Emila sudah membesar pun tertegun saat sudah berada di dalam kamar Emila dan melihat perut besar putrinya.


"Bagaimana ini, apa aku harus membangunkan Mila? Tapi bagaimana dengan tanggapan Bu Selvy nanti jika melihat perut Emila?" Gumam Bu Asma.

__ADS_1


"Mamah?" Gumam Emila yang tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya.


"Mila?" Ucap Bu Asma.


"Ada apa Mama masuk ke kamar Mila?" Tanya Emila sambil bangkit dari pembaringannya.


"Oh itu, di depan ada Bu Selvy ingin bertemu denganmu." Jawab Bu Asma.


"Apa? Bu Selvy ingin bertemu dengan Mila?" Tanya Emila dengan wajah terkejut.


"Ya, bagaimana ini, Mila. Bu Selvy bisa curiga jika melihat perut besarmu ini." Ucap Bu Asma.


Emila mencoba tetap tenang. "Bagaimana lagi, Ma, jika Bu Selvy bertanya maka Mila akan menjawabnya jika anak ini anak dari suami Mila tanpa menyebutkan siapa ayah dari anak ini." Ucap Emila.


"Apa kau yakin?" Tanya Bu Asma dan diangguki Emila sebagai jawaban.

__ADS_1


Dan benar saja dugaan Bu Asma, saat Bu Selvy melihat Emila sudah keluar dari dalam kamarnya Bu Selvy pun nampak terkejut melihat perut besar Emila.


***


__ADS_2