Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Urusan Dengan Istri


__ADS_3

"Aku tidak melakukan apa-apa kepadanya." Sahut Celine dengan wajah sedikit takut melihat tatapan tak bersahabat Angga saat ini.


"Jangan berbohong, kau pasti sudah mengganggu Lara lagi, kan?!" Sentak Aga.


Wajah Celine yang awalnya takut kini berubah sangar menatap wajah Angga. "Kenapa kau selalu membela wanita ini, Angga? Apa kau tidak tahu asal usul wanita ini dari mana? Dia adalah mantan pekerja di salah satu klub di kota ini sebagai wanita penghibur!" Sentak Celine.


Angga terkesiap mendengar sebuah informasi yang baru saja didengarnya. Walau pun begitu, namun Angga tak menelan mentah-mentah perkataan Celine. Angga tetap yakin jika Lara adalah wanita baik-baik.


"Aku tidak percaya dengan perkataanmu itu. Sekarang, aku ingatkan lagi kepadamu, Celine. Jangan lagi mengganggu Lara atau kau akan berurusan denganku!" Ancam Angga.


Celine dibuat bungkam. Ia menatap wajah Angga dengan tatapan tak percaya karena Angga begitu ingin melindungi seorang Lara yang menurutnya tidak ada kelebihan sedikit pun.


"Kau akan menyesal karena telah membela wanita murahan itu, Angga!" 


Angga menulikan telinganya. Ia memilih menarik tangan Lara menjauh dari Celine.


Ditinggalkan begitu saja oleh Angga dan Lara membuat Celine kesal hingga menghentakkan kedua kakinya di atas tanah. Ia belum mendapatkan jawaban ada hubungan apa Lara dan dokter Edgar. Dan kini, ia harus dibuat kesal karena Angga datang membela Lara dan membawanya pergi begitu saja.


Angga yang kini sedang berjalan di koridor kelas bersama Lara menatap wajah Lara yang sejak tadi menunduk setelah mereka pergi meninggalkan Celine.

__ADS_1


"Kenapa, Lara? Apa ada hal yang mengganggu pemikiranmu?" Tanya Edgar.


Lara menghela napas kemudian menghembuskannya secara perlahan di udara. "Apa kau percaya dengan perkataan Celine tadi, Angga?"


"Perkataan yang mana?"


"Celine mengatakan jika aku wanita murahan dan pernah bekerja sebagai wanita penghibur di sebuah klub malam."


"Aku tidak ingin percaya begitu saja, Lara. Aku harus mendengarkan penjelasan darimu lebih dulu apakah yang dikatakan Celine benar atau tidak. Lagi pula aku percaya jika kau adalah wanita baik-baik."


Senyuman di wajah Lara terkembang. Ia merasa haru mendengarkan perkataan Angga yang tidak terhasut dengan perkataan Celine.


Lara mengiyakannya lalu masuk ke dalam kelas yang menjadi tempat perkuliahan mereka pagi itu.


**


Edgar kini telah berada di dalam rumah sakit tempat ia bekerja. Kedatangannya ke rumah sakit pagi itu disambut dengan senyuman oleh Ghina yang sudah datang lebih dulu dari pada dirinya.


"Selamat pagi, Edgar." Sapa Ghina ramah seraya mengembangkan senyum.

__ADS_1


"Pagi," Edgar membalas senyuman Ghina dengan senyuman tipis.


"Oh ya, kenapa kemarin kau tidak membalas pesan dariku, Ed? Apa kau sedang sibuk?" Tanya Ghina.


Edgar mengerutkan dahi. Ia tidak mengerti pesan yang Ghina maksud. "Kemarin kau mengirimkan pesan kepadaku?" Ulangnya dan diangguki Ghina sebagai jawaban. "Begitu, ya. Maaf, aku tidak melihat semua pesan di ponselku kemarin karena aku sedang sibuk."


"Sibuk? Apa kau ada jadwal mendadak datang ke rumah sakit?"


"Bukan. Urusan keluarga." Jawab Edgar.


"Oh, urusan dengan Tante Leni, ya?" 


Edgar menggeleng tidak membenarkan lagi perkataan Ghina.


Ghina dibuat bingung urusan keluarga apa yang Edgar maksud karena setahunya Edgar hanya memiliki kedua orang tuanya di kota ini. "Jadi urusan dengan siapa, Ed?" Tanyanya penasaran.


"Dengan istriku."


***

__ADS_1


__ADS_2