
Keesokan harinya, Emila dan Bu Asma mendatangi rumah Flower dan Malik untuk berterima kasih secara langsung kepada ibu dari Baby dan Boy itu. Melihat kedatangan Emila dan Bu Asma ke rumahnya membuat Flower tersenyum senang.
"Ayo duduk dulu, Bu, Mila." Ajaknya.
Bu Asma dan Emila mengangguk lalu duduk di sofa.
"Apa Malik sedang bekerja, Flow?" Tanya Emila.
Flower tersenyum seraya mengangguk. "Ya, hari ini dia sudah masuk bekerja kembali. Apa kau memiliki urusan dengan Malik, Mila?" Tanya Flower.
Emila menganggukkan kepalanya. "Aku ingin bertemu dengan Malik dan dirimu untuk mengucapkan terima kasih." Jawab Emila.
"Mila... kau kan sudah berterima kasih kemarin. Untuk apa mengatakannya lagi sekarang, hem?" Tanya Flower lembut.
"Karena aku menginginkannya, Flow. Aku sungguh berterima kasih atas kebaikan hati kalian."
"Sudahlah, tidak perlu berterima kasih seperti itu. Apa yang aku lakukan saat ini murni untuk membantumu dan Ibu. Dan aku melakukannya sesuai dengan kemampuanku. Aku harap setelah ini hubungan kita akan semakin membaik."
__ADS_1
"Flower... terbuat dari apa hatimu sehingga kau bersikap sangat baik kepadaku seperti ini." Emila berkaca-kaca.
"Kau terlalu berlebihan, Mila. Sudahlah, jangan berterima kasih terus kepadaku. Lebih baik sekarang kita pikirkan apa yang harus kau dan Ibu lakukan setelah pindah ke kota ini."
Emila menatap pada ibunya begitu pula sebaliknya.
"Untuk sekarang aku memilih tidak bekerja dulu dan mengandalkan uang tabungan yang diberikan suamiku kepadaku. Mungkin setelah lahiran nanti aku akan mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga kami."
Flower diam membiarkan Bu Asma yang sepertinya ingin bersuara.
"Untuk Ibu, rencanya Ibu akan membuka usaha menjahit seperti saat di Riau dulu. Hanya menjahit yang menjadi kepandaian Ibu saat ini. Semoga saja dengan usaha menjahit Ibu bisa membantu Emila mencari nafkah untuk keluarga kami."
"Terima kasih, Nak. Kau memang anak yang baik." Jawab Bu Asma.
Flower tersenyum mendengarnya.
Setelah satu jam lebih berada di kediaman Flower, akhirnya Bu Asma dan Emila pun berpamitan kembali ke rumah mereka.
__ADS_1
*
Satu minggu sudah berlalu, Emila dan Ibunya sibuk menata kehidupan mereka setelah kembali ke ibu kota. Emila dan Ibunya sudah mulai disibukkan dengan kegiatan mereka mempersiapkan usaha menjahit dari rumah. Dengan menggunakan uang tabungan mereka selama berada di Riau, akhirnya usaha menjahit mereka pun dibuka.
Emila dan Bu Asma memilih membuka usaha menjahit dari rumah dan menggunakan bagasi mobil Emila dulu menjadi tempat untuk menjahit.
"Semoga saja usaha menjahit Mama berjalan dengan lancar, ya." Ucap Emila seraya tersenyum.
"Semoga saja, Nak." Jawab Bu Asma lalu mengusap perut Emila yang berisi cucu-cucunya di sana.
Di hari pertama usaha menjahit mereka dibuka, Bu Asma memilih mejahit satu gaun untuk mereka pajang. Sedangkan Emila bertugas mempromosikan usaha ibunya di media sosial miliknya.
"Sepertinya aku harus mengganti nama akun media sosialku agar Arkana tidak dapat mencarinya." Gumam Emila saat sedang memainkan akun media sosialnya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗