
"Terima kasih, Ed. Kau selalau saja mau aku repotkan." Ucap Arkana setelah mengambil amplop yang Edgar berikan.
"Sama-sama. Tapi kau tahu bukan ini semua tidak gratis." Edgar mengedipkan sebelah matanya pada Arkana.
"Aku tahu dan aku akan mengabulkan permintaanmu itu setelah urusanku selesai." Jawab Arkana.
"Bagus." Edgar menepuk pundak Arkana dua kali.
Setelah berbincang beberapa saat dengan Arkana, akhirnya Edgar pun berpamitan kembali ke rumah sakit untuk bekerja. Tak lupa sebelum pergi Edgar mengingatkan Arkana jangan bersikap tergesa-gesa nanti malam saat membongkar segala kebusukan Lady di depan keluarganya.
Arkana mengiyakan pesan dari sahabatnya itu. Jika sudah berhadapan dengan keluarga istrinya pastilah Arkana akan bersikap hati-hati agar apa yang ia inginkan dapat berjalan sesuai rencana.
*
Sebelum malam harinya membawa Lady pergi ke rumah kedua orang tuanya, Arkana menyempatkan lebih dulu pergi ke rumah istri keduanya melihat keadaan Emila yang kini sedang hamil besar.
Emila yang melihat kedatangan Arkana ke rumahnya entah mengapa merasa senang. Seperti ikut merasa senang dengan kedatangan Arkana, anak yang ada di dalam kandungan Emila pun bergerak begitu aktif saat Daddynya berada dekat dengan mereka.
__ADS_1
"Bagaimana keadaanmu hari ini? Apa baik-baik saja?" Tanya Arkana pada Emila.
Emila mengangguk mengiyakannya. Emila pun mengajak Arkana untuk duduk lebih dulu di kursi yang ada di ruang tamu rumahnya.
"Apa karena efek hamil kembar membuat perutmu menjadi sangat besar seperti ini?" Arkana yang sudah biasa memegang perut Emila pun mengusap perut besar Emila tanpa meminta izin lebih dulu.
"Sepertinya begitu. Banyak yang bilang jika saat ini aku sedang mengandung sembilan bulan." Jawabnya.
"Ya, perutmu memang sudah seperti orang yang hamil sembilan bulan." Komentar Arkana dengan tangan yang masih mengusap perut Emila.
"Bagaimana kandungan Nona Lady? Apa baik-baik saja?" Tanya Emila mengingat hari ini adalah pemeriksaan kandungan Lady yang ke dua.
"Ya, Lady dan janinnya baik-baik saja." Jawab Arkana.
"Syukurlah kalau begitu. Semoga kandungan Nona Lady baik-baik saja sampai persalinan nanti." Harapnya.
Arkana mengangguk mengiyakannya. Arkana pun tidak berniat memberitahu Emila saat ini jika anak yang dikandung Lady saat ini bukanlah anak kandungnya.
__ADS_1
"Oh ya, bagaimana kalau minggu depan kita membeli perlengkapan bayi yang besar-besar untuk anak kita? Karena bulan lalu kau baru membeli perlengkapan pakaian untuk mereka saja." Tawar Arkana.
Emila nampak diam beberapa saat. Sebenarnya ia memang sengaja hanya membeli perlengkapan bayi yang kecil-kecil saja untuk kedua bayinya karena ia tahu perlengkapan bayi yang besar seperti box bayi, stroller dan lainnya tidak akan ia pergunakan untuk bayinya di kota ini.
"Mila, bagaimana?" Tanya Arkana lagi karena Emila hanya diam saja.
"Terserah kau saja. Tapi aku hanya ingin kau membeli satu barang yang besar saja." Jawab Emila.
"Kenapa seperti itu?" Tanya Arkana bingung.
Emila memilih hanya diam saja karena ia tidak mau Arkana sampai melihat ada yang aneh dengan ekspresi wajahnya dan jawabannya.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk menjawab. Yang terpenting minggu besok kita pergi membeli perlengkapan bayi untuk anak kita." Ucap Arkana.
Emila masih diam dengan pikiran yang sudah jauh kemana-mana.
***
__ADS_1