
Bu Selvy dan Arkana sudah pergi meninggalkan kediaman Emila. Jika Bu Selvy pergi kembali ke supermarket untuk menjemput barang-barangnya yang tertinggal di sana, Arkana justru pergi ke toko kue milik istri pertamanya.
Selama berada di dalam perjalanan menuju toko kue Arkana nampak bimbang apakah harus segera memberitahu istrinya apa yang terjadi atau tidak. Arkana pun mulai takut memikirkan jika saja Lady meminta cerai kepadanya setelah mengetahui apa yang sudah terjadi.
Dengan perasaan cemas dan bimbang Arkana terus melajukan mobilnya menuju toko kue milik Lady. Saat sudah sampai di toko kue, suasana di dalam toko kue milik Lady nampak ramai oleh pengunjung. Arkana melangkahkan kaki masuk ke dalam toko kue dan disambut dengan senyuman dan sapaan oleh karyawan toko yang memang mengenali siapa dirinya.
"Ladynya ada?" Tanya Arkana pada karyawan toko saat tak melihat keberadaan istrinya di sekitar toko.
Karyawan itu nampak diam sebelum menjawab.
"Apa Ladynya ada?" Arkana kembali mengulang pertanyaannya karena wanita yang ia tanyakan saat ini tak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Emh, ya. Nona Ladynya ada, Tuan. Sepertinya saat ini Nona Lady sedang berada di dalam ruangan kerjanya." Jawab karyawan itu.
Arkana menganggukkan kepalanya. Ia pun berpamitan pada karyawan itu untuk pergi ke ruangan Lady.
Tak berselang lama kini Arkana sudah berada di dalam ruangan kerja Lady. Ia tak langsung masuk ke dalam ruangan Lady karena menyiapkan mental dirinya lebih dulu.
__ADS_1
"Semua akan baik-baik saja." Ucap Arkana meyakinkan dirinya.
Tak ingin bersikap tidak sopan walau pada istrinya sendiri, Arkana memilih mengetuk pintu ruangan Lady lebih dulu.
Lady yang tidak mengetahui jika Arkanalah yang mengetuk pintu ruangan kerjanya pun meminta Arkana untuk masuk ke dalam ruangan.
Deg
Jantung Lady seakan berhenti berdetak saat melihat Arkana masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Sa-sayang..." ucap Lady pada Arkana.
"Maaf, Nona Lady. Kalau begitu saya pamit keluar dulu. Semoga menu baru yang sudah kita rencanakan bisa membuat toko semakin maju." Ucapnya.
"Oh ya. Semoga saja." Jawab Lady lalu mempersilahkan pria yang berdiri di sampaingnya untuk keluar dari dalam ruangan kerjanya.
"Siapa dia?" Tanya Arkana dengan tatapan datar dan dingin.
__ADS_1
"Dia chef di toko ini." Jawab Lady berusaha tenang.
"Hanya seorang chef?" Tanya Arkana dengan tatapan menyelidik.
Lady mengiyakannya. Ia pun meminta Arkana untuk duduk lebih dulu.
"Jika dia hanya seorang chef kenapa dia bisa berdiri begitu dekat denganmu?" Tanya Arkana dengan nada yang mulai meninggi.
Lady yang melihat tatapan suaminya nampak tak bersahabat pun segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Arkana. "Kau jangan marah dulu, Sayang. Aku bisa menjelaskan apa yang terjadi." Ucap Lady.
"Apa yang ingin kau jelaskan?!" Tanya Arkana.
"Dia tadi berdiri dekat denganku karena dia ingin memperlihatkan menu kue yang baru di toko kami. Lihat saja saat ini laptopku sedang menyala menampilkan menu kue baru di toko kami." Jelas Lady.
Arkana yang merasa tak percaya pun membalikkan laptop Lady dan melihat gambar yang ada di layar laptop Lady saat ini.
"Bagaimana? Benar bukan?" Tanya Lady merasa awas.
__ADS_1
Arkana tak langsung menjawabnya. Ia justru memperhatikan wajah Lady dengan intens lebih dulu.
***