
Bu Selvy berpikir keras hal apa yang membuat menantunya itu memutuskan untuk pergi. Jika mengingat perlakuannya pada Emila selama ini, rasanya Bu Selvy tidak yakin jika sikapnya-lah yang menjadi alasan mengingat selama ini ia selalu berusaha bersikap baik pada Emila agar Emila tidak merasa rendah diri karena menjadi yang kedua di dalam hubungan rumah tangganya dan Arkana.
"Dessy!" Tiba-tiba sebuah nama keluar dari mulut Bu Selvy.
"Dessy? Ada apa dengan Dessy, Mah?" Tanya Arkana. Wajahnya nampak bingung.
"Dessy adalah teman dekat Emila selama bekerja di toko Mama. Sedikit banyaknya Dessy pasti pernah mendengarkan cerita Emila."
"Lalu hubungannya dengan Arkana apa, Mah?" Arkana masih saja tak mengerti. Terlalu banyak yang dipikirkan membuat Arkana sulit mencerna perkataan ibunya.
"Kita harus bertanya pada Dessy apakah Emila pernah bercerita masalah hidupnya pada Dessy. Mungkin saja setelah bertanya pada Dessy kita dapat mengetahui alasan apa yang membuat Emila memutuskan untuk pergi."
"Mama benar! Kita bisa mencaritahu lewat Dessy. Mungkin saja ada petunjuk yang dia berikan pada kita nanti."
Bu Selvy mengangguk mengiyakannya lalu keluar dari dalam ruangan kerjanya mencari keberadaan Dessy. Sedangkan Arkana memilih diam menunggu ibunya kembali ke dalam ruangan.
Sepuluh menit menunggu, akhirnya Bu Selvy kembali ke dalam ruangan kerjanya dengan membawa Dessy.
__ADS_1
Dessy yang dibawa masuk ke dalam ruangan Bu Selvy nampak bingung untuk apa ia dibawa ke sana dan kenapa ada Arkana di sana.
"Ayo duduk dulu, Dessy." Ucap Bu Selvy.
Dessy mengiyakannya lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan Bu Selvy dan Arkana.
"Maaf kalau saya mengganggu waktumu, Dessy. Saya membawamu ke sini karena ada hal penting yang ingin saya tanyakan kepadamu."
Dessy menganggukkan kepalanya. "Apa Ibu ingin mempertanyakan tentang Emila?" Tebak Dessy. Sedikit banyaknya Dessy tahu permasalahan yang sedang dihadapi bosnya saat ini.
"Kau benar. Saya ingin bertanya tentang Emila."
"Dessy... apa sebulan terakhir ini Emila ada menghubungimu?" Tanya Bu Selvy membuka percakapan di antara mereka.
Dessy menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Bu. Nomer Emila sudah tidak aktif dan saya tidak bisa lagi menghubunginya." Jawabnya.
Bu Selvy menatap pada Arkana. Ternya bukan mereka saja yang kehilangan jejak Emila. Dessy juga.
__ADS_1
"Beberapa kali saya juga mencoba menghubungi nomer Bu Asma untuk menanyakan keberadaan Emila. Tapi nomer telefon Bu Asma juga sudah tidak bisa dihubungi." Lanjutnya kemudian.
"Kami juga merasakan hal yang sama. Emila pergi dan memutuskan komunikasi dengan kami. Sampai saat ini kami tidak bisa menghubungi dan melacak keberadaannya. Emila seperti hilang ditelan bumi." Wajah Bu Selvy berubah murung.
Dessy dapat merasakan kesedihan Bu Selvy saat ini. Apa lagi selama ini Dessy sangat tahu bagaimana Bu Selvy sangat menyayangi Emila.
"Dessy... apa selama bekerja di sini dan kau dekat dengan Emila, Emila ada bercerita kepadamu tentang hidupnya?" Tanya Bu Selvy mencoba mencaritahu informasi tentang Emila dari Dessy.
"Ada, Bu. Tapi tidak terlalu dalam karena Emila adalah wanita yang tertutup. Saya harus mengoreknya lebih dulu baru dia mau bercerita dengan saya."
Arkana langsung bersemangat mendengarnya. Ia menegapkan badan dan mengambil alih untuk bicara. "Apa saja yang istriku ceritakan kepadamu? Ada dia ada menceritakan tentang perjalanan hidupnya?"
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗