
Edgar tiba-tiha saja teringat pada istrinya yang sepertinya saat ini sudah bersiap untuk pulang dari kampus. Berniat memastikan menggunakan apa istri kecilnya itu pulang, Edgar pun langsung saja melakukan panggilan telefon dengan Edgar.
Tring
Suara deringan panggilan telefon yang terdengar cukup keras mengejutkan Lara yang sedang melamun di halte bus menunggu kedatangan bus bersama mahasiswa lainnya.
Lara segera mengeluarkan ponsel dari tas sandangnya lalu mengangkat panggilan telefon dari Edgar.
"Hallo Kak Edgar." Ucap Lara pada saat panggilan baru saja terhubung.
"Hallo, Lara. Apakah kau sudah pulang saat ini?" Tanya Edgar.
Lara menggeleng walau pergerakannya itu takkan terlihat oleh Edgar. "Lara masih menunggu bus untuk pulang, Kak." Jawab Lara.
Edgar merasa kasihan karena istrinya harus menunggu bus datang dalam waktu yang cukup lama. Edgar pun akhirnya berinisiatif memesankan taksi online untuk Lara agar istrinya bisa pulang dengan lebih aman dan nyaman.
"Terima kasih Kak Edgar. Lara menunggu taksinya datang."
__ADS_1
Edgar mengiyakannya. Ia kemudian melanjutkan langkah menuju kantin seraya mengingatkan pada Lara agar tidak mematikan sambungan telefonnya. Edgar ingin memastikan taksi yang dipesannya sampai di kampus Lara dan membawa istrinya pulang dengan aman dan selamat.
Tak berselang lama, akhirnya taksi yang dipesan Edgar pun tiba. Lara dibuat sebal setelah masuk ke dalam taksi namun Edgar tak kunjung mau mematikan sambungan telefonnya. Lara bahkan bisa mendengar Edgar yang kini sedang berbincang dengan seseorang di seberang sana.
"Kak Edgar ini menyebalkan sekali, ya." Gumam Lara pelan.
Edgar yang tidak mendengarkan perkataan Lara terus saja berbicara dengan seorang perawat. Hingga akhirnya Edgar kembali bersuara mengingatkan pada Lara agar bersiap-siap sebelum malam untuk pergi ke rumah Flower dan Malik.
"Siapa itu Nona Flower dan Tuan Malik. Kenapa Lara mau diajak ke sana sama Kak Edgar?" Gumam Lara.
**
Ceklek
Suara pintu kamar yang terdengar terbuka mengagetkan Lara yang sedang menyisir rambutnya di atas kursi rias.
"Kak Edgar, sudah pulang?" Tanya Lara setelah menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
"Sudah. Kau sudah siap?" Tanya Edgar menatap Lara yang kini sudah berpakaian rapi.
"Sudah, Kak." Lara tersenyum hingga membuat kedua matanya terlihat menyipit.
Edgar sejenak tertegun melihat kecantikan di wajah istrinya walau tanpa olesan make up. Tidak dapat Edgar pungkiri jika istri kecilnya itu sangat cantik dan sering mencuri perhatiannya.
"Kak Edgar?" Lara kembali bersuara karena Edgar hanya diam saja.
"Emh, ya. Aku akan mandi lebih dulu. Kita makan malam di luar saja agar tidak mengundur waktu lama pergi ke rumah Tuan Malik."
Lara menganggukkan kepalanya. "Oh ya Kak Edgar, kalau Lara boleh tahu, Tuan Malik itu siapa ya? Kenapa Lara baru mendengar namanya?"
"Tuan Malik adalah teman baik Arkana dan Emila." Jawab Edgar singkat.
Lara mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Dan satu lagi, Tuan Malik juga yang akan membantu kita untuk menyelesaikan permasalahan di keluargamu. Maka dari itu, kau nanti harus bersikap baik pada Tuan Malik, ya?" Pesan Edgar layaknya seorang ayah mengingatkan anaknya agar tidak nakal.
__ADS_1
***