Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - BC - Kehidupan Berbeda


__ADS_3

"Jangan berbohong. Jika kau tidak melakukan apa-apa, tidak mungkin kau masuk ke dalam ruangan ini." Tuduh Edgar.


"Edgar, aku benar-benar tidak melakukan apa-apa." Jawab Ghina meyakinkan.


Edgar menatap datar wajah rekan kerjanya itu. Tanpa menjawab perkataan Ghina lagi, Edgar memilih masuk ke dalam ruangan untuk memastikan keadaan Lara baik-baik saja.


Ghina yang ditinggalkan begitu saja oleh Edgar pun mengepalkan kedua tangannya. "Apa lebihnya sih wanita kecil itu dari pada aku sehingga Edgar terlihat begitu sayang dan mencemaskannya!" Gerutunya dalam hati.


Edgar yang kini sudah masuk ke dalam ruangan menatap wajah istrinya yang nampak tersenyum menatap kedatangannya.


"Kenapa Kak Edgar masuk ke sini lagi. Gak jadi periksa pasiennya?" Tanya Lara.


Edgar menggeleng seraya melangkahkan kaki mendekati ranjang. "Aku mencemaskanmu. Tadi asistenku bilang jika dia melihat masuk ke dalam ruangan ini. Sekarang ayo katakan, ada tujuan apa Ghina masuk ke ruangan ini?"


Lara menggelengkan kepalanya. "Tidak ada tujuan apa-apa, Kak. Kak Ghina hanya ingin melihat Lara saja."

__ADS_1


Edgar tentu tak langsung percaya begitu saja. Terlebih tidak mungkin Ghina bersikap ramah begitu saja pada Lara yang baru dikenalnya.


"Sudahlah, Kak, tidak perlu terlalu mencemaskan Lara seperti itu. Lebih baik sekarang Kakak kembali ke ruangan kerja Kakak karena Lara mau tidur." Usirnya.


Edgar menghela napas dalam. Ingin mengintrogasi istrinya lebih lanjut rasanya Edgar tak tega melihat Lara yang nampak mengantuk.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Tapi ingat, kabari aku jika kau membutuhkan bantuan atau sesuatu."


Lara menganggukkan kepalanya kemudian menggoyangkan tangannya di udara untuk mengusir Edgar pergi.


**


**


Semakin bertambahnya usia kandungan Lara, semakin bertambah pula sikap protektif Edgar pada Lara. Tak ingin sang istri bergerak melakukan apa saja, termasuk hanya sekedar menyiapkan sarapan pagi untuknya. Edgar benar-benar menyerahkan seluruh pekerjaan rumah pada pembantu dan mengingatkan Lara untuk tidak melakukan pekerjaan sekecil apa pun.

__ADS_1


Tak sampai di situ saja, Edgar bahkan tak membiarkan lagi Lara berangkat ke kampus menggunakan jasa taksi online. Ia memilih mengantar jemput istrinya pulang dan pergi kuliah. Jika ia tidak bisa, maka sopir yang baru saja ia pekerjaan ditugaskannya untuk mengantar jemput Lara.


"Kau sangat beruntung karena memiliki suami seperti Dokter Edgar, Lara." Puji Sherly pada Lara saat mereka sedang makan di kantin siang itu.


Lara mengembangkan senyum. Ia pun mengangguk membenarkan perkataan Sherly. "Ya. Aku merasa sangat beruntung."


Angga yang mendengarnya pun merasa lega. Sebab, wanita yang masih dicintainya itu bahagia dengan pernikahannya dan memiliki pasangan hidup yang bisa menjaga Lara dengan baik.


Di tengah percakapan mereka, terdengar sayup-sayup mahasiswi menceritkan keadaan Celine yang sangat memprihatinkan saat ini.


"Aku dengar selain putus kuliah, hidupnya juga luntang-lantung saat ini. Dari beberapa informasi yang beredar, katanya Celine kini tinggal di sebuah kontrakan kecil dan kumuh."


Lara dapat mendengar jelas gibahan teman-temannya tentang kakak tirinya. Dan hanya mendengar cerita mereka saja sudah membuat hati Lara menjadi sakit mendengarnya.


"Di saat aku hidup bahagia dengan Kak Edgar, di sisi lain Kak Celine sedang kesulitan berjuang untuk hidupnya. Kak Celine bahkan diberhentikan dari kampus sebab tak bisa lagi membayar uang kuliahnya." Gumam Lara dalam hati merasa prihatin.

__ADS_1


***


__ADS_2