Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Menjemputnya kembali


__ADS_3

"Loh, Ibu membangunkan Emila?" Tanya Bu Selvy saat melihat Emila keluar dari dalam kamarnya.


"Tidak, Ma. Kebetulan Mila sudah bangun saat Mama masuk ke dalam kamar." Emila mengambil alih jawaban Bu Asma.


"Oh... begitu." Bu Selvy mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Apa kau sudah makan siang, Mila?" Tanya Bu Selvy kemudian.


Emil mengangguk mengiyakannya. "Apa Mama sudah?" Tanyanya.


"Sudah. Sebelum datang ke sini Mama makan di toko dulu."


Emila mengangguk-anggukkan kepalanya. Sebisa mungkin ia menunjukkan wajah biasa saja pada Bu Selvy agar mertuanya itu tidak menaruh rasa curiga kepadanya.


"Oh ya, Mila, tadi Arkana berpesan jika kau membutuhkan sesuatu katakan saja pada Mama." Ucap Bu Selvy mengingat pesan dari anaknya.


"Oh... saat ini Mila tidak membutuhkan apa-apa, Ma. Kebetulan keperluan Mila yang dibelikan Arkana waktu itu masih cukup sampai akhir bulan." Jawabnya.


"Oh begitu... tapi jika kau membutuhkan hal yang lain jangan sungkan memberitahu Mama." Pinta Bu Selvy karena ia tahu menantunya itu pasti segan kepadanya.

__ADS_1


"Baik, Ma."


Satu jam lebih berada di rumah Emila dan Bu Asma, akhirnya Bu Selvy pun berpamitan kembali ke toko karena ia baru saja mendapatkan pesan dari asistennya jika stok barang baru saja masuk ke tokonya.


"Huft..." Emila merasa lega setelah Bu Selvy pergi dari rumahnya.


"Untung saja tadi Bu Selvy tidak jadi melihat perabotan bayi yang dibelikan Arkana ya, Mila." Ucap Bu Asma merasa ikut lega.


"Ya. Mama Selvy pasti bertanya-tanya jika melihat perabotan itu tidak tersusun rapi di dalam kamar bersama barang yang lainnya." Jawab Emila.


Bu Asma mengangguk mengiyakannya. "Semoga saja ini jalan yang terbaik untuk kita ya, Mila. Semoga kedepannya hidup kita akan lebih bahagia bersama Baby twin nantinya." Harap Bu Asma.


*


"Flower, kau yakin ingin ikut menjemput Emila ke Pekanbaru nanti sore?" Tanya Mommy Rania pada putrinya yang sedang memakaikan baju Baby siang itu.


"Iya, Mommy. Selain ingin menjemput Emila, Flow juga ingin menikmati waktu berdua bersama Malik di dalam pesawat. Kapan lagi kami bisa berjalan-jalan berdua seperti nanti." Jawabnya.


Mommy Rania menggelengkan kepalanya. Putrinya itu memang sangat keras kepala dan ingin kehendaknya selalu tercapai tanpa perduli jika Dad William sangat mencemaskan dirinya.

__ADS_1


"Mommy jangan khawatir seperti itu. Nanti kan ada Malik yang menjaga Flower selama berada di dalam pesawat. Pengawal Daddy juga siap siaga menjaga Flower." Lanjutnya kemudian seolah mengerti isi pemikiran Mom Rania.


"Terserahmu saja asalkan jangan membuat Daddymu menjadi murka jika terjadi sesuatu kepadamu di sana." Pesan Mommy Rania.


"Iya... Mom tenang saja. Doakan saja perjalanan Flow dan Malik nanti lancar. Flow juga mendoakan anak-anak agar tidak rewel dijaga Mommy nantinya." Ucap Flower.


"Mommy pegi?" Celoteh Baby pada Flower yang sudah selesai memasangkan baju di tubuhnya.


"Ya. Nanti Baby jangan rewel ya sama Nenek. Jaga adik Boy juga dengan baik. Oke!"


"Ke..." jawab Baby seolah mengerti.


Mom Rania menggelengkan kepalanya. Putrinya itu memang ada-ada saja. Bagaimana bisa ia begitu bersemangat menjemput mantan kekasih suaminya yang ingin kembali ke ibu kota nanti malam. Apa Flower tidak menaruh rasa cemburu nantinya pada mantan kekasih Malik? Entahlah, Mom Rania hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya menghela nafas panjang.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2