
Niat Arkana yang ingin memberitahu apa yang terjadi pada Lady seketika Arkana urungkan karena hatinya merasa tidak enak setelah melihat kedekatan istrinya dengan pria tersebut.
"Sayang, apa kau masih marah? Kenapa wajahmu cemberut begitu?" Tanya Lady dengan perasaan harap-harap cemas.
"Aku tidak marah. Aku hanya sedang lelah saja." Dusta Arkana.
Lady dapat melihat ketidakseriusan Arkana saat menjawabnya. Ia bisa berpendapat jika saat ini Arkana masih memikirkan kejadian beberapa saat yang lalu dimana dirinya berdekatan dengan Dandy.
"Jika kau lelah kau bisa beristirahat di sofa lebih dulu." Tawar Lady.
Arkana menggelengkan kepalanya. "Kita langsung pulang saja. Aku ingin kita berdua pulang ke rumah sekarang juga." Pinta Arkana tegas.
Lady yang tidak ingin membuat suaminya semakin merasa kesal kepadanya pun mengangguk mengiyakannya lalu mereka pun pergi meninggalkan toko kue milik Lady.
Setibanya di depan toko, Arkana meminta Lady untuk masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan mobil Lady di depan toko. Lady yang merasa tidak setuju terpaksa kembali mengiyakan perkataan Arkana karena tidak ingin membuat suaminya itu menjadi bertambah kesal kepadanya.
__ADS_1
Selama berada di dalam perjalanan menuju kediaman mereka, baik Lady maupun Arkana saling diam satu sama lain. Arkana diam memikirkan kedekatan istrinya dengan pria tersebut dan Lady diam karena memikirkan alasan yang harus ia katakan pada Arkana nanti.
"Sayang tunggu!" Lady menahan tangan Arkana saat pria itu berjalan melewatinya begitu saja saat mereka baru saja masuk ke dalam rumah.
"Ada apa?" Tanya Arkana datar.
"Apa kau marah kepadaku? Kau terlihat aneh sejak tadi." Ucap Lady.
Arkana menggelengkan kepalanya. "Aku tidak marah. Aku hanya lelah saja dan ingin segera istirahat." Dustanya.
"Pertanyaan apa?" Arkana bali bertanya.
"Untuk apa kau datang ke toko tadi? Apa ada hal yang ingin kau sampaikan kepadaku?" Tanya Lady.
"Dan apakah kau begitu sangat penasaran dengan tujuanku datang ke toko?" Arkana kembali bertanya. Rasanya ia benar-benar kesal dengan apa yang telah terjadi beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
Lady menghela nafas. Rasanya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk dirinya bertanya pada Arkana ada apa dengan Arkana.
Karena tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka, akhirnya Arkana pun pergi meninggalkan Lady menuju kamar mereka berada. Lady yang ditinggalkan begitu saja oleh Arkana memilih tak menyusul Arkana dan segera menghubungi Dandy yang sejak tadi mengirimkan pesan kepadanya.
Setibanya Arkana di dalam kamar, pria itu mendapatkan panggilan telefon dari Bu Selvy yang mengingatkan Arkana untuk segera memberitahu Lady apa yang sudah terjadi. Arkana mengiyakan saja perintah dari ibunya tanpa berniat memberitahu apa yang sudah ia lihat tadi.
Setelah tidak ada lagi perkacapan di antara mereka, akhirnya Arkana pun mematikan sambungan telefon dengan ibunya.
"Bagaimana ini? Apa aku harus memberitahunya di saat keadaan sedang tidak baik seperti ini?" Tanya Arkana bingung.
Arkana yang merasa bingung harus bersikap seperti apa pun memilih membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dilihatnya ke arah dinding kamar yang memperlihatkan foto pernikahannya dan Lady sepuluh tahun yang lalu.
"Aku yakin kau adalah wanita yang setia. Aku yakin kau tidak akan mencurangi pernikahan kita." Ucap Arkana teruntuk istri tercintanya yaitu Lady.
***
__ADS_1