Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Terbayang wajahnya


__ADS_3

Kedua sudut bibir Arkana terus tertarik ke atas selama ia berada di dalam perjalanan menuju kediamannya. Hal itu tentu saja disebabkan oleh bayangan wajah Emila yang terus terbayang di benaknya sejak tadi. Bayangan wanita itu tersenyum kepadanya dan suara lembut wanita itu yang membuat rindu untuk mendengarnya lagi.


Terlalu larut memikirkan wajah Emila membuat Arkana hampir saja lupa dengan permasalahan di rumahnya saat ini.


Setibanya mobil di depan rumah barulah Arkana teringat dengan informasi yang diberikan oleh Edgar tadi kepadanya.


"Lady..." Arkana menggeram. Rasanya ia ingin melampiaskan emosinya pada wanita itu saat ini. Namun mengingat tujuannya harus tercapai, sebisa mungkin Arkana berusaha menahannya.


Setelah berhasil mengontrol dirinya, barulah Arkana keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.


Saat sudah berada di dalam rumah, Arkana tidak melihat keberadaan istrinya itu. Arkana pun memanggil pelayan di rumahnya menanyakan keberadaan Lady. Pelayan itu pun menjawab jika Lady belum ada turun dari kamarnya sejak sore tadi.


Setelah mendapatkan jawaban dari pelayan, Arkana pun melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya berada.


Ceklek


Suara pintu kamar yang terbuka dari luar menghentikan Lady yang sedang asik membalas pesan dari Dandy.

__ADS_1


"Sayang? Kau sudah pulang." Lady buru-buru menghampiri Arkana setelah meletakkan ponselnya di atas ranjang.


Arkana mencoba tersenyum. Ia harus pandai bersandiwara agar rencananya bisa berhasil.


Setelah berada di dekat suaminya, Lady pun memeluk Arkana barang sesaat. "Aku sudah menunggumu sejak tadi. Aku pikir kau pulang malam hari ini." Ucapnya manja.


Tangan Arkana yang merasa gatal ingin menjambak rambut istrinya ia lampiaskan dengan mengusap rambut istrinya yang penuh drama itu.


"Jika aku pulang malam aku pasti akan mengabarimu." Jawabnya lembut.


"Ehm..." Lady tersenyum mendengarnya.


"Hari ini kau kemana saja?" Tanya Arkana berusaha memancing istrinya.


Lady diam dan berpikir. "Tidak kemana-mana. Hanya di toko lalu pulang ke rumah." Jawabnya berdusta.


Cih. Pandai sekali kau menipuku! Umpat Arkana dalam hati.

__ADS_1


"Oh... aku pikir kau pergi ke toko Mama hari ini." Jawab Arkana.


Lady menggelengkan kepalanya. "Tidak. Hari ini aku cukup sibuk sehingga tidak sempat ke toko Mama. Mungkin besok aku akan ke toko Mama sambil membawakan makan siang untuk Mama." Ucap Sally.


Arkana mengangguk-anggukkan kepalanya. Sebisa mungkin ia menyembunyikan amarah yang sedang tersimpan di dadanya saat ini.


"Jika besok kau ingin ke toko Mama bagaimana kalau aku menjemputmu saja biar kita sekalian pergi ke toko Mama." Ucap Arkana.


Lady menatap wajah suaminya itu dengan intens. "Maksudmu kau juga ingin pergi ke toko Mama besok?" Tanyanya.


Arkana mengiyakannya. "Sudah cukup lama aku tidak pergi ke toko Mama lagi. Sepertinya Mama sudah rindu aku bermain ke sana." Ucapnya.


Lady terdiam. Jika Arkana besok datang ke toko kue miliknya berarti ia harus berjaga-jaga sejak pagi agar Dandy tidak masuk ke dalam ruangan kerjanya dan membuat Arkana curiga lagi kepada mereka.


"Baiklah kalau begitu. Besok siang aku akan menunggumu di toko." Jawab Lady kemudian.


Arkana mengiyakannya. Tak ingin terlalu lama berada dekat dengan istri pengkhianatnya, Arkana pun berpamitan untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


"Sepertinya besok malam aku bisa menjebak Arkana agar rencanaku berjalan dengan baik." Gumam Lady sambil menatap kepergian Arkana."


***


__ADS_2