Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Edgar Anggara


__ADS_3

Edgar Anggara, di usianya yang sudah menginjak tiga puluh lima tahun tidak membuat pria itu resah karena belum memiliki seorang pasangan dalam hidupnya. Setelah melihat perjalanan rumah tangga beberapa rekan kerja dan sahabatnya yang tidak mulus bahkan dibumbui perselingkuhan di dalamnya membuat Edgar semakin tidak berniat untuk menikah.


Menurutnya, melajang jauh lebih baik dari pada ia harus menelan sakit hati akibat dikhianati oleh pasangannya. Keinginan Edgar yang masih ingin melajang di usianya yang tidak lagi muda tentu saja tidak disetujui oleh Mama Leni. Wanita paruh baya itu menentang keras keinginan Edgar dan selalu berusaha memperkenalkan anak dari teman-temannya pada Edgar berharap Edgar dapat tertarik dengan salah satu wanita yang diperkenalkan kepadanya.


Dua bulan berturut-turut Mama Leni berusaha memperkenalkan wanita pada Edgar, dan selama itu pula usahanya tidak membuahkan hasil. Edgar dengan terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya pada setiap wanita yang datang ke rumahnya dan berniat mendekatinya.


"Edgar, wanita seperti apa lagi yang kau inginkan untuk menjadi istrimu, Nak? Mama sudah membawa banyak wanita dari spek terendah sampai tertinggi tapi kau tidak juga melirik pada salah satu dari mereka!" Mama Leni rasanya sudah mulai jengah dengan sikap putra sematawayangnya.


"Jika Mama sudah lelah maka hentikan saja niat Mama yang ingin menjodohkan aku dengan salah satu anak dari teman Mama." Sahut Edgar santai.

__ADS_1


Mama Leni sampai memijat kepalanya yang terasa sakit akibat melihat sikap putranya itu. "Apa kau berniat melajang sampai tua Edgar? Begitu?" Pekik Mama Leni tak tahan lagi.


"Mungkin saja. Jika aku bisa bahagia tanpa menikah lalu kenapa aku harus mencari cara agar tidak bahagia dengan menikah?" Tanya Edgar. Melihat rumah tangga yang dijalani Arkana selama ini bersama Lady saja sudah membuat kepalanya pusing. Apa lagi jika ia sendiri yang menjalaninya nanti.


"Mama tidak mau tahu. Pokoknya kau harus menentukan pilihan secepatnya. Besok, Mama akan memperkenalkan anak teman Mama lagi kepadamu. Dan kau, harus mengajaknya berjalan-jalan!" Titah Mama Leni tanpa bantahan.


Edgar tidak menerima atau membantah. Pria itu memilih diam saja seolah tidak perduli dengan perkataan Mamanya.


Edgar yang melihat kepergian mamanya menghembuskan nafas lega. Akhirnya ia tidak lagi mendengarkan kultum yang memekakkan telinganya.

__ADS_1


"Mamah itu ada-ada saja. Apa Mama tidak senang melihatku bahagia sehingga memberikan obat untuk membuatku jadi sakit kepala?" Edgar menggeleng-gelengkan kepalanya.


*


Walau sudah berapa kali Edgar menolak wanita yang diperkenalkan kepadanya, namun Mama Leni ternyata masih bersikeras untuk memperkenalkan wanita lain pada putranya. Mama Leni menyimpan rasa ketakutan yang mendalam jika saja putranya itu sudah tidak normal sehingga tidak mudah tertarik pada wanita mana pun.


Mengetahui ketakutan yang terpendam di dalam hati mamanya membuat Edgar menjadi jengah. Pria itu pada akhirnya memikirkan cara agar mamanya tidak lagi sibuk menjodohkannya.


"Hanya ada satu cara agar Tante Leni tidak lagi sibuk menjodohkanmu ke sana sini. Dan tentu saja cara itu adalah dengan kau menikah." Ucap Arkana setelah mendengar cerita Edgar siang itu.

__ADS_1


***


__ADS_2