
"Oh begitu. Kalau untuk itu anda tidak perlu repot mengingatkan saya Nona karena saya sangat sadar dengan posisi saya." Jawab Emila.
Lady menyunggingkan senyuman miring di wajahnya. "Baguslah kalau begitu. Saya harap kau tidak ingkar janji dengan kesepakatan di antara kita. Bawa anak-anakmu sejauh mungkin dari kehidupan saya dan suami saya karena suami saya tidak membutuhkan anak-anakmu lagi karena saya sudah bisa memberikannya pada suami saya." Tekan Lady.
"Baik, Nona. Saya akan melakukan apa yang anda perintahkan." Jawah Emila.
Walau ekspresi Emila saat ini tidak sesuai dengan keinginannya, tapi Lady merasa senang mendengarnya. Akhirnya setelah ini ia tidak perlu takut lagi kebohongannya selama ini akan terbongkar dan parasit di dalam rumah tangganya akan menghilang dari kehidupannya dan suaminya.
Tak ingin membuang waktu lama di kediaman Emila, Lady pun berpamitan pergi dari sana karena urusannya sudah selesai.
"Apa yang Nona Lady bicarakan kepadamu, Mila?" Tanya Bu Asma setelah kepergian Lady.
"Nona Lady bilang jika saat ini ia sedang mengandung anak Arkana, Ma." Jawab Emila seadanya.
__ADS_1
"Apa? Lady mengandung anak Arkana?" Bu Asma cukup merasa terkejut mendengarnya.
Emila menganggukkan kepalanya. Akhirnya setelah sepuluh tanun menanti Nona Lady hamil juga. Arkana pasti senang mendengar kabar ini." Ucap Emila.
Bu Asma memperhatikan raut wajah Emila saat mengatakannya.
"Lalu dia berkata apa lagi?" Tanya Bu Asma.
Emila menghela nafas panjang dan menceritakan apa yang diperintahkan Lady tadi kepadanya. Mendengar perkataan Emila tentu saja membuat Bu Asma merasa sedih karena sebentar lagi putrinya akan bercerai dari suaminya dan cucu-cucunya akan jauh dari ayah kandungnya.
Emila menggelengkan kepalanya. "Tidak, Ma. Memang itu yang Mila harapkan. Setelah kami berpisah kita bisa menjauh dari kehidupan Arkana." Ucap Emila.
"Tapi, Nak. Kasihan anak-anakmu tidak bisa merasakan kasih sayang dari ayahnya." Jawab Bu Asma dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Mereka akan lebih sedih jika mengetahui ibu mereka adalah perusak rumah tangga ayah kandung mereka bersama istri pertamanya, Ma." Ucap Emila.
"Mila, Mama tidak pernah mengajarkanmu menjadi anak yang egois." Tutur Bu Asma lembut.
"Mila tidak egois, Ma. Kehadiran Mila di hidup Arkana hanya sebagai pengacau rumah tangganya. Mila tidak ingin terlalu lama hidup sebagai pengacau, Ma. Lagi pula Mila tidak mau merusak repurtasi Arkana jika orang-orang mengetahui Arkana menikahi wanita mantan narapidana seperti Mila." Ucap Emila dengan mata berkaca-kaca.
Bu Asma tertegun mendengarnya. Ia tidak menyangka ada alasan lain yang disembunyikan putrinya itu selama ini sehingga sulit menerima Arkana di dalam hidupnya dan selalu bersikap ketus pada Arkana.
"Ma... Mila hanya ingin kita hidup tenang dan tidak merusak kebahagiaan orang lain. Mila juga tidak ingin membuat keluarga Bu Selvy malu karena mereka berhubungan dengan mantan narapidana. Mila adalah wanita yang sangat buruk, Ma. Dan Mila sama sekali tidak pantas untuk pria mana pun termasuk Arkana." Jelas Emila.
"Lalu bagaimana caranya kita menjauh, Nak? Kau tahu betul jika pergerakan kita selalu diawasi keluarga Tuan William dan kita sudah berjanji untuk tidak pernah pergi dari kota ini." Ucap Bu Asma bingung.
"Mila sudah mendapatkan solusinya, Ma." Ucap Emila lalu menunjukkan sesuatu di ponselnya pada Bu Asma.
__ADS_1
***