Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Mengungkapkan perasaan


__ADS_3

Emila teringat akan sesuatu dimana saat itu ia pernah melihat Lady dekat dengan seorang pria yang bekerja di toko milik Lady. Emila jadi dibuat berpikir apakah pria yang dilihatnya saat itu adalah selingkuhan Lady yang dimaksud Arkana?


"Bukan hanya dirimu, sebagai suaminya aku juga sangat terkejut. Wanita yang aku perjuangkan selama ini ternyata menduakanku sampai hamil anak dari selingkuhannya." Desa-han napas Arkana terdengar kasar. Ia bukan hanya merasa marah pada Lady namun juga sakit hati.


"Selama ini kau selalu mengharapkan aku bisa berbahagia dengan dirinya tanpa ada dirimu, tapi bagaimana aku bisa bahagia bersama wanita yang sudah menduakan aku?" Lanjut Arkana.


Emila tak dapat berkata-kata. Apa yang ia harapkan selama ini ternyata bukanlah hal yang baik untuk Arkana. Lady yang ia kira mencintai Arkana justru menduakan pria itu.


"Maafkan aku karena selama ini tidak menjelaskan apapun kepadamu. Aku berpikir akan memberitahukan hal ini kepadamu setelah kau melahirkan. Tapi ternyata keputusanku salah, kau justru pergi meninggalkan aku karena tidak ingin terlalu lama merusak hubungan rumah tangga kami." Wajah Arkana nampak sendu saat mengatakannya.

__ADS_1


Emila menundukkan kepala. Kesepuluh jemarinya mulai bertaut. "Selain itu kau juga tidak pantas bersama wanita seperti diriku."


Arkana menggelengkan kepalanya. "Tidak pantas kenapa? Apa karena masa lalumu?" Tanya Arkana.


Kepala Emila seketika terangkat. "Ka-kau mengetahuinya?"


"Ya, aku sudah mengetahuinya. Aku mengetahui kesalahanmu di masa lalu dan aku tidak mempermasalahkannya. Tidak perduli apa kata orang di luar sana tentang dirimu. Yang terpenting aku menerimamu dan anak-anak kita."


"Aku tidak perduli, masih banyak cara yang bisa aku lakukan untuk memperbaikinya. Yang terpenting sekarang aku membutuhkanmu dan anak-anak kita. Aku tidak ingin kau pergi lagi dari hidupku karena kau merasa tidak pantas berada dekat denganku. Aku dan Mama tulus menerimamu, Emila." Arkana memberanikan diri meraih kedua tangan istri keduanya.

__ADS_1


"Kau harus ingat dengan surat perjanjian kita. Pernikahan akan berakhir setelah anak kita lahir." Emila mengingatkan.


"Aku ingat, pernikahan siri kita memang akan berakhir dan aku akan menggantikannya dengan pernikahan yang baru. Aku akan menikahimu kembali secara sah di mata hukum dan agama."


Kedua mata Emila berkaca-kaca mendengarnya. "Apa alasannya kau melakukan ini semua? Apa karena anak-anak kita?"


Arkana dengan cepat menggeleng. "Karena kau dan anak-anak kita. Aku baru sadar ternyata aku sudah terlalu nyaman denganmu, aku sayang padamu Emila dan aku sangat membutuhkanmu. Sungguh."


Air mata jatuh membasahi pipi Emila. Ia tidak menyangka jika Arkana sudah memiliki rasa yang sama dengannya. Selama ini Emila selalu menyangkal jika dirinya tidak memiliki perasaan apapun pada Arkana, tapi kini keyakinan itu runtuh setelah ia berpisah dari Arkana selama satu bulan. Emila baru sadar jika ia membutuhkan Arkana dan memiliki rasa pada suaminya itu.

__ADS_1


Arkana kini tanpa ragu membawa Emila ke dalam pelukannya. "Aku tahu pernikahan kita terjadi karena kesalahan. Tapi maukah dirimu memulai semuanya dengan yang baru. Kita akan menikah secara sah dan membesarkan anak-anak kita dengan bersama-sama." Pinta Arkana. Kali ini ia tidak ingin memendam perasaan yang akan bisa membuatnya kehilangan Emila lagi.


***


__ADS_2