Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Menerima dengan berat hati


__ADS_3

Emila menganggukkan kepalanya tanpa takut. Ia pun sudah bersiap memegang perutnya dengan kedua tangannya untuk melindungi anak-anaknya jika saja Lady datang dan menghajarnya.


"Dan kalian akan berpisah setelah anak itu lahir?" Tanya Lady kemudian.


Emila kembali menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Lady.


Lady diam dan berpikir dengan keras. "Bisa saja saat ini saya marah dan melampiaskan amarah saya dengan menampar dan memukulmu habis-habisan. Tapi akal sehat saya masih berfungsi dengan baik hingga saya masih bisa berpikir dengan jernih." Ucap Lady kemudian.


Emila dibuat bingung mendengarkan perkataan Lady. Pun dengan Arkana dan Bu Shanty.


"Jadi apa maksudmu saat ini Lady?" Tanya Bu Selvy tak ingin basa-basi.


"Maksud saya adalah saya akan belajar menerima keadaan ini dengan baik namun dengan beberapa syarat." Ucap Lady tegas.


"Syarat? Syarat apa itu?" Tanya Bu Selvy.


"Arkana harus menepati janjinya untuk menceraikan Emila setelah bayi itu lahir dan Arkana tidak diperbolehkan tinggal satu rumah dengan Emila sampai mereka resmi bercerai!" Tekan Lady.

__ADS_1


Emila menghembuskan nafas lega. Ternyata syarat yang diberikan oleh Lady tidak memberatkannya justru sesuai dengan apa yang ia inginkan.


"Dan satu lagi. Saya tidak ingin anak itu hadir di kehidupan kami setelah dia lahir. Emila harus membawa bayi itu jauh dari hadapan kami!" Lanjut Lady kemudian.


"Saya setuju." Jawab Emila dengan cepat.


"Tapi aku tidak setuju!" Sahut Arkana.


Lady menatap suaminya itu dengan tajam. "Kenapa kau tidak setuju? Apa kau ingin selama kalian menikah dan menduakan aku kau tinggal serumah dengan wanita ini dan mencampakkan aku? Begitu?" Tanya Lady.


Arkana menggeleng. "Bukan begitu. Tapi aku tidak ingin Emila membawa jauh anak kami. Aku ingin tetap melihat mereka tumbuh hingga dewasa." Jawab Arkana.


"Sayang..." Arkana menggelengkan kepalanya.


"Jika kau mau mendapatkan maaf dariku maka kau harus menerima semua syarat yang aku berikan!" Ucap Lady tanpa bantahan.


Bu Selvy yang ingin menjawab pun memilih mengurungkan niatnya karena ia sadar saat ini dirinya tidak diperbolehkan untuk ikut campur dalam rumah tangga Arkana dan Emila.

__ADS_1


Setelah melewati perdebatan yang cukup panjang akhirnya Arkana pun memilih menerima syarat yang Lady berikan dan tak lupa mengiyakan permintaan Lady yang lainnya yaitu menandatangani surat perjanjian mereka jika Arkana tidak akan melanggar janjinya.


"Bagaimana bisa Lady memintaku untuk jauh dari anak-anakku?" Gumam Arkana merasa frustrasi.


Saat ini Arkana sedang berada di balkon kamarnya setelah selesai berbicara dengan Lady dan Emila dan Bu Selvy sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.


Di saat Arkana sedang kalut dengan pemikirannya sendiri, Arkana tiba-tiba dikagetkan dengan dering ponselnya yang berbunyi cukup keras.


"Edgar? Untuk apa dia menelefonku?" Tanya Arkana. Arkana hendak mengabaikan telefon dari Edgar, namun ia segera mengurungkan niatnya saat mengingat ia membutuhkan Edgar untuk bercerita saat ini.


"Ada apa?" Tanya Arkana setelah panggilan mereka terhubung.


"Apa kau sudah melihat foto yang aku kirimkan?" Tanya Edgar di seberang sana.


"Foto apa? Aku belum melihat ponselku sejak tadi."


"Cepat lihat foto itu sekarang juga. Aku mendapatkan sedikit bukti tentang kedekatan istrimu dan karyawannya yang bernama Dandy." Ucap Edgar.

__ADS_1


Deg


***


__ADS_2