
Sherly memperhatikan Angga yang nampak tidak bersemangat menyantap makan siangnya. Terlihat jelas di wajah pria itu kekecewaan yang tengah ia rasakan mengetahui status Lara saat ini. Sementara Lara yang sudah membuat hati Angga menjadi patah nampak santai menikmati makan siangnya hingga habis tak tersisa.
"Angga, kenapa tidak menghabiskan makanannya?" Tanya Lara saat melihat Angga menelungkupkan sendok dan garpu pertanda sudah selesai menghabiskan makanannya.
"Aku tidak berselera." Jawab Angga seadanya.
Kerutan halus tercetas jelas di dahi Lara. Tumben sekali Angga tidak menghabiskan makanannya hanya karena alasan tak berselera. Biasanya, Angga adalah orang yang paling anti tidak menghabiskan makanan seperti ini.
Lara akhirnya hanya mengangguk mengiyakan perkataan Edgar. Setelah menghabiskan makan siang bersama, Lara pun berpamitan untuk pulang karena ia tidak memiliki jadwal kuliah lagi siang ini.
"Bagaimana kalau aku mengantarkanku pulang, Lara?" Tawar Sherly. Kebetulan hari ini ia membawa mobil dan bisa mengantarkan Lara pulang.
Lara hening beberapa saat. Sebenarnya ia tidak enak menyusahkan Sherly. Namun ia juga tidak enak menolak ajakan Sherly untuk yang kesekian kalinya. Lagi pula, Sherly adalah seorang wanita, sepertinya tidak masalah jika mengantarkannya untuk pula.
Anggukan kepala Lara akhirnya menjawab ajakan Sherly. Wanita itu mengembangkan senyum. Kemudian mengajak Lara pergi menuju mobilnya berada.
__ADS_1
Angga hanya diam mengikuti langkah kaki Lara dan Sherly dari belakang karena mobilnya terparkir tepat di sebelah mobil Sherly.
"Angga, kau ingin ikut mengantarkan Lara pulang?" Tawar Sherly.
Angga tak langsung menjawab. Ia tengah berpikir apakah tawaran Sherly harus ia ambil atau sebaliknya. Namun karena penasaran dimana Lara tinggal saat ini, akhirnya Angga pun mengangguk sebagai jawaban.
Mobil milik Sherly melaju lebih dulu meninggalkan kampus diikuti mobil Angga di belakangnya. Lara yang sudah biasa mengabarkan Edgar dengan kendaraan apa ia pulang, akhirnya memberitahukannya pada Edgar. Tak lupa Lara menyebutkan nama Sherly sebagai sang pemilik mobil yang sedang ia tumpangi saat ini.
Di rumah sakit, Edgar membaca cepat pesan yang baru saja masuk dari istrinya. Ia membaca deretan kata yang masuk ke dalam ponselnya. Hatinya terasa lega karena Lara pulang dengan teman wanitanya bukan dengan teman pria yang menaruh rasa pada Lara.
Edgar segera membalas pesan dari Lara yang berisi perizinan untuk Lara pulang bersama teman wanitanya. Dan balasan pesan dari Edgar hanya dibalas emot tersenyum oleh Lara.
**
Edgar telah pulang ke apartemen saat Lara baru saja selesai membantu Bi Surti memasak di dapur. Senyuman di wajah Lara menyambut Edgar yang kini sudah berada di ruang tengah apartemennya.
__ADS_1
"Kakak sudah pulang, ya." Ucap Lara ramah pada Edgar.
"Belum!" Sahut Edgar.
Lara mengerutkan dahi. Sudah jelas suaminya sudah pulang namun kebapa Edgar berkata belum?
"Pertanyaanmu ini tidak berbobot sekali. Sudah jelas aku sudah berada di sini, itu berarti aku sudah pulang!"
Lara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Benar juga kata suaminya itu.
"Bersiap lah untuk nanti malam!" Sebuah perintah dari Edgar membuat Lara bingung mendengarnya.
"Bersiap untuk kemana, Kak?" Tanyanya tak ingin semakin bingung.
"Kita akan pergi ke rumah orang tuamu." Jawab Edgar yang membuat Lara terbelalak mendengarnya.
__ADS_1
"Untuk apa kita pergi ke sana, Kak?" Tanya Lara cepat. Bayangan kemarahan ibu tirinya saat melihat wajahnya sudah berkeliaran di kepala Lara.
***