Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Extra chapter - Belum bisa menerimanya


__ADS_3

"Arkana, kenapa kau melakukan ini semua?" Emila merasa tak habis pikir dengan keputusan suaminya yang mau memberikan hampir seluruh asetnya kepada dirinya dan baby twin.


"Karena aku sangat menyayangimu dan anak kita. Harta yang aku punya tidak ada artinya dibandingkan dengan keluarga kecil yang aku punya saat ini."


Emila begitu haru mendengarnya. Ia tidak menyangka jika Arkana begitu besar menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada dirinya dan anak-anak mereka.


"Tapi aku tidak membutuhkan ini semua. Aku hanya membutuhkanmu dan anak-anak kita selalu berada di sampingku untuk sekarang, esok dan selamanya."


Arkana tersenyum mendengarnya. Ia tahu jika istrinya bukanlah wanita materialistis pada umumnya. Walau pun begitu ia tetap ingin memberikan apa yang ia punya pada istrinya itu.


"Anggap saja ini adalah jaminan jika aku tidak akan mendua darimu." Ucap Arkana di akhiri dengan kedipan di sebelah matanya.

__ADS_1


Rasa haru Emila sirna begitu saja setelah mendengarkan perkataan suaminya. "Jadi kau berniat mendua dariku begitu?"


Arkana tertawa. "Tentu saja tidak." Ia membawa tubuh Emila ke dalam pelukannya. "Aku sudah merasakan bagaimana sakitnya diduakan. Jadi mana mungkin aku ingin melakukannya. Aku akan selalu berusaha menjadi suami dan ayah yang baik untukmu dan anak-anak kita."


Emila membalas pelukan Arkana. Tak berbeda jauh dari Arkana, ia juga pernah merasakan diduakan oleh mantan kekasihnya. "Aku harap kita bisa sama-sama saling belajar menjalani pernikahan kita dengan baik."


"Aku juga berharap demikian. Semoga untuk saat ini sampai kedepannya kita bisa sama-sama melewati ujian di dalam rumah tangga kita."


*


Pernah sekali Emila mencoba membeli kue di toko milik Lady. Namun saat sudah berada di dalam toko Emila sama sekali tidak melihat keberadaan Lady. Yang ia lihat hanyalah Dandy yang nampak sibuk menata kue di etalase.

__ADS_1


Ingin sekali rasanya Emila bertanya pada Arkana bagaimana keadaan Lady saat ini. Namun niat itu selalu Emila urungkan saat mengingat perkataan Arkana yang melarangnya untuk membahas tentang Lady.


Tanpa Emila ketahui sebenarnya Lady saat ini sedang mengurung dirinya bersama bayinya di dalam rumah kedua orang tuanya. Ia hanya keluar dari dalam rumah jika diperlukan dan akan pergi ke toko jika ada panggilan mendesak.


Sampai saat ini pun Lady belum bisa menerima ajakan pernikahan dari Dandy walau usia Bayinya sudah memasuki lima bulan. Entah apa yang Lady pikirkan saat ini hingga mengundur waktu selama itu. Yang jelas saat ini Dandy sudah mulai lelah berjuang untuk Lady.


"Jika kau masih ingin menutup diri seperti ini lebih baik aku pergi saja dari kota ini. Kebetulan aku mendapatkan tawaran untuk menjadi chef di salah satu restauran yang berada di ibu kota." Ucap Dandy malam itu pada Lady.


Lady tertegun mendengarnya. Mendengar Dandy ingin pergi darinya membuat dadanya terasa sesak seakan tak rela.


"Aku sudah lelah berjuang untukmu selama ini, Lady. Aku hanya ingin bertanggung jawab pada anak kita dan dirimu tapi kau sepertinya sangat sulit untuk menerimanya. Jika kau terus seperti itu aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Sepertinya dengan pergi dari hidupmu akan membuatmu lebih bahagia." Dandy menatap lurus ke depan dengan wajah yang nampak kecewa.

__ADS_1


***


__ADS_2