
Arkana dan Bu Selvy nampak sedang terlibat percakapan serius di rumah milik Arkana. Keduanya saling bertukar pikiran memikirkan acara agar bisa membujuk Emila dan Bu Asma mau kembali menetap di ibu kota setelah nanti Arkana kembali menikah dengan Emila.
"Ar akan membahas masalah ini nanti pada Emila, Ma. Semoga saja Mila mau kembali lagi ke kota ini."
"Ya, Mama harap juga begitu. Tapi apapun keputusan Emila nanti kita harus menghargainya dan tidak memaksa hasilnya harus sesuai dengan keinginan kita." Ucap Bu Selvy. Bagaimana pun juga Emila dan Bu Selvy baru kembali merasakan tinggal di rumah mereka setelah dua tahun lamanya tinggal di Riau.
Arkana mengiyakannya. Sebagai seorang suami ia tidak mau memaksakan kehendaknya sehingga membuat istrinya merasa tidak nyaman.
Di tengah pembicaraan mereka membahas tentang Emila, Arkana dikejutnya dengan kedatangan Lady ke rumahnya. Bu Selvy yang melihat kedatangan Lady pun ikut terkejut melihatnya.
"Maaf mengganggu waktu Mama dan Arkana malam-malam begini." Wajah Lady nampak sendu saat mengatakannya.
__ADS_1
Bu Selvy menatap putranya menunggu jawaban dari putranya.
"Ada apa kau datang ke sini?" Tanya Arkana datar.
"Aku datang karena ada sesuatu hal yang ingin aku katakan kepadamu, Ar." Suara terdengar semakin pelan.
Arkana yang masih memiliki perasaan untuk menghargai kedatangan Lady meminta istrinya yang tengah mengandung itu untuk duduk. Bu Selvy pun memberikan ruang pada Lady untuk duduk di sebelahnya.
"Jadi hal apa yang ingin kau katakan kepadaku?" Tanya Arkana tak ingin basa-basi.
Arkana tidak merasa iba sedikit pun walau melihat Lady yang sedang menangis saat ini. "Bukankah aku sudah mengatakan jika aku sudah memaafkanmu?" Jawab Arkana.
__ADS_1
"Tapi tetap saja aku merasa berdosa kepadamu, Ar." Lirih Lady dengan kepala tertunduk.
Arkana menghela nafas panjang. "Sudahlah, lupakan yang sudah terjadi. Sekarang hiduplah dengan baik untuk anakmu dan calon suamimu nanti."
Lady menggelengkan kepalanya. "Bagaimana aku bisa hidup dengan baik setelah aku menyia-nyiakan pria baik seperti dirimu?"
"Lady, penyesalanmu saat ini sudah tidak berarti. Bukankah sejak awal hal ini yang kau inginkan? Kau bisa kembali bersama dengan mantan kekasihmu. Aku ikhlas melepaskanmu bersama dia. Jadi jangan seperti ini lagi."
Lady mengusap aliran air mata yang membasahi pipinya. "Maafkan aku, Ar... aku baru sadar jika tidak ada pria yang lebih baik dibandingkan dirimu." Ucap Lady. Semenjak Arkana mengetahui perselingkuhannya dengan Dandy saat itu, perasaan Lady pada Dandy tidaklah besar seperti dulu. Bahkan saat ini Lady sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan Dandy di sisinya. Ia lebih dominan memikirkan Arkana dibandingkan Dandy yang berstatus ayah dari anaknya.
"Maafkan aku, Lady. Semua penyesalanmu kini tiada guna. Aku tidak akan merubah keputusanku untuk berpisah denganmu. Sekarang, berbahagialah dengan pria yang kau inginkan selama ini. Aku yakin dia bisa membahagiakanmu sesuai dengan keinginanmu dulu."
__ADS_1
Air mata semakin mengalir deras membasahi kedua pipi Lady. Dibandingkan Dandy, Arkana jauh lebih sempurna. Pria itu tampan, kaya dan memiliki hati yang baik seluas samudra. Kini Lady benar-benar menyesal telah menyia-nyiakan Arkana. Namun apa daya, penyesalannya sudah tiada guna.
***