
"Wah, kelihatannya kau sudah sangat tidak sabar ingin belajar denganku ya Lara." Flower tersenyum smirk merasa senang anak muridnya bersemangat untuk belajar.
"Iya, Kak. Lara kan harus membalas kebaikan Kak Edgar." Jawab Lara polos. Di dalam benaknya saat ini Lara berpikir jika ia harus segera membayar kebaikan Edgar karena sudah terlalu baik kepadanya. Jika saja Edgar tak hadir di dalam hidupnya, entah jadi apa Lara saat ini.
"Baiklah, kita akan mulai materinya saat anak-anakku bermain nanti. Sekarang kita fokus makan saja karena perutku sudah lapar."
Lara mengangguk patuh. Keduanya pun mengalihkan pembicaraan ke arah lain tentang seluk beluk keluarga Flower. Mendengar cerita Flower tentang siapakah Daddynya membuat Lara berdecak kagum. Walau merupakan pewaris tunggal dari kekayaan keluarganya namun tak membuat Flower menjadi sombong. Flower bahkan tak sungkan untuk membantunya membongkar segala kebusukan ibu tirinya.
"Kak Flower hebat sekali, ya. Lara kagum loh dengan Kakak yang baik hati." Puji Lara.
"Kau juga hebat. Walau kakak dan ibu tirimu sudah sangat jahat kepadamu, namun kau tetap bersikap baik pada mereka."
Lara mengulas senyum mendengar perkataan Flower.
__ADS_1
Tak lama berbicara, seorang pelayan pun datang membawakan makanan pesanan mereka. Baby dan Boy yang sedang asik berceloteh satu sama lain seketika diam melihat makanan mereka sudah terhidang di atas meja.
"Anak baik Mommy, kita makan dulu ya." Ucap Flower lembut kepada dua buah hatinya.
"Baik, Mommy." Sahut Baby sementara Boy hanya mengangguk saja.
**
Setelah menghabiskan waktu hampir satu setengah jam lamanya di dalam restoran, Flower pun mengajak Lara untuk pergi ke playground yang berada di lantai teratas mall.
"Wah, kau sudah cocok menjadi seorang ibu!" Puji Flower menatap Lara yang sedang girang mendorong stroller Boy sambil mengajak Boy berbicara.
"Kak Flower bisa saja. Tapi Lara kan belum bisa punya anak karna Lara belum membuatnya." Jawabnya polos.
__ADS_1
Kedua suster pun sontak tertawa mendengar jawaban Lara. Pun dengan Flower. Kini Flower sudah dapat memastikan jika Lara dan Edgar semenjak menikah belum pernah melakukan hubungan suami istri. Dan kini ia merasa memiliki kewajiban untuk menuntut Lara agar melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai seorang ibu.
Setelah Baby dan Boy masuk ke dalam area playground ditemani kedua orang susternya, Lara dan Flower pun memilih duduk di kursi tunggu yang berada di sudut ruangan. Flower sengaja memilih duduk di kursi yang jauh dari pengunjung karena tidak ingin pembicaraan mereka nanti terdengar oleh orang lain.
"Jadi kau sudah siap belajar denganku kan Lara?" Tanya Flower memastikan sebelum memulai materinya.
Lara mengangguk dengan semangat. Melihat semangat di wajah Lara membuat Flower tersenyum kemudian memulai awal materinya dengan Lara.
"Lara, apa yang aku ajarkan hari ini kepadamu harus kau praktekkan nanti malam pada suamimu, ya." Bisik Flower di telinga Lara.
Lara mengangguk mengiyakannya. "Jadi bagaimana awalnya, Kak?" Tanya Lara penasaran karena Flower belum masuk ke inti materinya.
Flower pun melanjutkan materinya pada Lara. Dari mulai menjalankan tugas istri yang baik dalam mengurus rumah tangga sampai menyenangkan hati suami di atas ranjang. Flower menjelaskannya dengan pelan agar Lara dapat memahami penjelasannya.
__ADS_1
"Jadi, jika Edgar sudah pulang bekerja nanti jangan lupa cium tangannya lalu pipinya, ya." Ucap Flower dengan wajah tersenyum.
***