Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Tidak ada yang mencurigakan


__ADS_3

Walau pun merasa percaya jika Lady tidak akan menduakan cintanya namun Arkana tetap merasa awas hingga akhirnya memilih menyuruh seseorang untuk mengikuti istrinya kemana pun istrinya itu pergi.


Selama dua hari ini Arkana terus memantau gerak-gerik Lady lewat orang suruhannya. Ia juga memilih mengundur waktu untuk memberitahu Lady tentang Emila sampai ia yakin jika Lady tak akan menduakan cintanya.


"Jadi bagaimana?" Tanya Arkana pada seseorang di seberang telefon yang tak lain adalah seseorang yang dimintanya mengikuti Lady.


"Sejauh ini Nona Lady masih bersikap sewajarnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda bermain di belakang anda, Tuan." Jawabnya.


"Lalu bagaimana dengan pria itu?" Tanya Arkana tertuju pada Dandy.


"Sama saja, Tuan. Tuan Dandy juga tidak menunjukkan sikap aneh. Dia bekerja sesuai dengan semestinya." Jawabnya lagi.


Arkana menghela nafas. Sejauh ini istrinya itu masih bersikap sewajarnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda kedekatan dengan pria yang bernama Dandi tersebut.


"Baiklah, terus awasi mereka dan berikan informasi secepatnya jika ada yang mencurigakan." Ucap Arkana.


Seseorang itu mengiyakannya lalu panggilan pun terputus.

__ADS_1


Arkana yang sedang berada di ruang kerjanya nampak menghembuskan nafas kasar setelah mendengarkan informasi tersebut. "Semoga semuanya baik-baik saja. Masih ada masalah baru yang harus aku sampaikan pada Lady." Ucap Arkana.


Sementara Lady yang sudah mengetahui jika gerak-geriknya kini diawasi oleh Arkana sebisa mungkin menjaga jarak dengan Dandi. Ia tidak ingin status mereka yang sesungguhnya diketahui oleh Arkana atau orang terdekatnya.


"Jadi bagaimana ini? Sampai kapan kita akan menjaga jarak seperti ini?" Tanya Dandi pada Lady lewat sambungan telefon.


"Sampai situasi sudah aman dan Arkana tidak lagi menyuruh orang untuk mengikutiku." Jawab Lady.


Dandy yang sedang berada di dalam ruangan kerjanya nampak diam sambil menatap deretan oven yang ada di depannya.


Lady menghela nafas panjang. "Kita akhiri saja panggilan ini. Aku ingin pergi ke toko mertuaku karena ada hal yang ingin aku urus di sana." Ucap Lady.


Dandy hanya diam hingga akhirnya panggilan telefon mereka pun terputus.


"Sungguh rumit." Gumam Lady sambil menggelengkan kepalanya.


*

__ADS_1


Satu minggu sudah berlalu, Lady masih saja merasakan jika dirinya diikuti oleh seseorang yang ia yakini adalah orang suruhan Arkana. Lady yang sudah biasa bersandiwara pun bersikap sewajarnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda jika dirinya dekat dengan Dandy.


Mendapatkan laporan jika semuanya berjalan dengan wajar membuat Arkana menghentikan perintahnya pada orang suruhannya untuk mengikuti gerak-gerik istrinya dan Dandy.


Dan hari itu, Arkana pun sudah menyiapkan dirinya untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada Lady.


Lady yang mendapatkan pesan jika ada hal yang ingin Arkana sampaikan kepadanya malam ini pun memilih pulang lebih awal dari toko.


"Kenapa tidak bilang sekarang saja? Kenapa harus menunggu malam?" Tanya Lady.


"Karena aku hanya bisa mengatakannya jika malam sudah tiba." Jawab Arkana.


Lady menghela nafas. Sulit sekali memaksa suaminya untuk mengatakannya sekarang juga. Jadilah Lady menunggu Arkana menyampaikan hal tersebut kepadanya saat malam hari telah tiba.


Dan saat malam sudah tiba, Lady yang baru saja turun dari lantai dua dibuat terkejut melihat Emila dan Bu Selvy ada di ruangan tamu rumahnya.


***

__ADS_1


__ADS_2