
"Hua." Boy yang tidak bisa berlari mengejar Baby akhirnya menangis.
Flower pun dengan sigap meraih putranya dan menenangkannya agar Boy tidak menangis terlalu lama. "Nah, sekarang ayo salam sama Nenek." Pinta Flower pada Boy.
Boy yang masih menangis pun mengulurkan tangan mungilnya pada Bu Asma dan dengan cepat disambut oleh Bu Asma.
"Cucu Nenek sangat lucu." Ucapnya lalu mengecup kening Boy.
"Hehe..." Boy tertawa di sela tangisannya.
Segala tingkah Boy dan Baby di rumahnya hari itu benar-benar membuat Emila menjadi senang dan tak merasa kesepian lagi.
Di saat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua siang dan mereka sudah selesai makan siang bersama di rumah Emila dan ibunya, akhirnya Mom Rania dan Flower pun berpamitan untuk pulang.
"Rasanya senang sekali ya Ma melihat Boy dan Baby." Ucap Emila pada Bu Asma setelah mereka kembali masuk ke dalam rumah setelah mengantarkan Flower dan Mom Rania sampai di depan rumah.
"Ya, mereka memang anak-anak yang sangat lucu." Jawab Bu Asma.
Dug
__ADS_1
Tiba-tiba Emila merasakan tendangan yang cukup kuat dari dalam perutnya.
"Ada apa Mila?" Bu Asma nampak cemas melihat putrinya yang meringis.
"Baby twin menendang cukup kuat."
"Oh..." Bu Asma pun meletakkan telapak tangannya di atas perut Emila dan mengusapnya.
"Mila... apa kau tidak merasa sedih jika persalinan nanti tidak ditemani oleh suamimu?" Tanya Bu Asma lembut.
Emila terdiam setelah mendengar pertanyaan ibunya itu.
Emila menghela nafas sebelum menjawab. "Mah, jangan membicarakannya lagi, ya. Doakan saja yang terbaik untuk Mila nanti. Walau Mila melahirkan tanpa ada dirinya, tapi Mila punya Mama yang bisa menggantikan dirinya."
Bu Asma mengusap lengan putrinya itu. "Mama akan selalu ada di sampingmu, Nak. Mama juga berharap yang terbaik untukmu dan cucu-cucu Mama."
"Mila tahu itu, Ma. Untuk Arkana, kita doakan saja dia bisa bahagia dengan Nona Lady tanpa ada Mila yang menjadi parasit di dalam hubungan mereka. Arkana juga pasti saat ini sedang fokus dengan kehamilan Nona Lady." Emila yang belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hanya bisa berharap yang terbaik untuk Arkana dan Lady.
Bu Asma mengaminkannya lalu meminta Emila untuk istirahat sedangkan dirinya berpamitan mengantarkan baju jahitannya ke jalan durian.
__ADS_1
*
Pekanbaru.
Bu Selvy nampak menangis di dalam ruangan kerjanya memikirkan dimana keberadaan mantu keduanya dan cucunya saat ini. Sudah hampir satu bulan Emila pergi dari Riau dan sampai saat ini mereka belum mendapatkan tanda-tanda dimana keberadaan Emila.
Arkana yang baru saja masuk ke dalam ruangan kerja Bu Selvy dibuat cemas melihat ibunya yang menangis. Dan setelah Bu Selvy mengatakan hal apa yang membuatnya menangis barulah Arkana mengerti dan wajahnya pun berubah murung.
"Ar sudah mengupayakan yang terbaik untuk mencari keberadaan Mila, Ma. Ar juga sudah mengerahkan orang-orang kepercayaan Ar tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui keberadaan Emila." Keluh Arkana.
Bu Selvy menatap wajah putranya itu dengan sendu. "Apa Emila setega itu mau menjauhkan Mama dari cucu-cucu Mama, Ar? Mama sangat menginginkan bisa dekat dengan cucu-cucu Mama."
"Ar juga tidak tahu, Ma. Ar yakin jika Emila memiliki sebuah alasan hingga membuatnya memutuskan untuk pergi."
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗