Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Akan tinggal dimana?


__ADS_3

"Lady akan melahirkan sebentar lagi. Apa kau tidak mau menemaninya saat persalinan nanti? Bagaimana pun juga kau masih berstatus sebagai suaminya." Ucap Emila pada Arkana malam itu saat keduanya sedang menikmati waktu berduaan di teras rumah.


"Untuk apa aku menemaninya, ada yang lebih berhak menemaninya selain aku." Jawab Arkana santai.


"Maksudmu Dandy?"


"Tentu saja. Dia yang sudah membuatnya maka dia pula yang harus berada di sisi Lady saat melahirkan nanti. Enak saja mau kebagian enak-enak saja."


"Ish, kau ini..." Emila menepuk lengan suaminya yang sudah asal bicara.


Arkana tertawa kecil melihat wajah sebal istrinya. "Aku berbicara apa adanya. Aku tidak ikut menaruh saham di rahim Lady. Semua itu murni saham dari Dandy."


"Ya, ya. Terserah kau saja." Emila rasanya sudah malas berdebat dengan suaminya jika itu tentang Emila. Sebagai seorang wanita yang sudah pernah melahirkan, Emila tahu betul rasanya membutuhkan seorang suami di sampingnya saat melahirkan. Dan Emila harap Dandy bisa mengambil alih tugas Arkana menemani Lady saat persalinan nanti.

__ADS_1


"Karena sebentar lagi Lady akan melahirkan maka sebentar lagi kita sudah bisa menikah lagi bukan. Aku sudah sangat tidak sabar menantinya." Senyuman merekah terbit di wajah Arkana saat bayangan ia akan menikah lagi dengan Emila terlintas di benaknya.


Emila tersenyum malu-malu mendengarnya. Ia tidak dapat berbohong jika ia juga menantikan hari itu tiba. Hari dimana ia dan Arkana akan kembali menikah.


"Oh ya, Mila. Jika kita sudah menikah nanti apa kau bersedia ikut denganku tinggal di Riau lagi. Jujur saja aku tidak bisa jauh darimu dan anak-anak kita."


Emila terdiam beberapa saat. Sebenarnya hal inilah yang menjadi pertimbangannya sebelum menikah lagi dengan Arkana.


Emila menggeleng. "Bukan begitu. Hanya saja Mama sepertinya tidak mau ikut kembali ke Riau. Aku lihat Mama lebih nyaman tinggal di sini. Teman-teman Mama lebih banyak di sini dan Mama sudah nyaman menjahit di sini."


"Bagaimana kalau besok kita bahas masalah ini dengan Mama. Kita cari solusinya bersama-sama."


Emila menganggukkan kepala. Ia berharap akan ada jalan yang terbaik yang akan ia jalani nantinya.

__ADS_1


*


Keesokan harinya, sebelum Arkana kembali ke Riau untuk bekerja, Arkana menyempatkan lebih dulu berbicara dengan Bu Asma tentang pembicaraannya dan Emila tadi malam. Arkana ingin memastikan apa mertuanya mau ikut dengannya dan Emila atau sebaliknya.


"Mila, Arkana, maaf kalau Mama nantinya tidak bisa ikut bersama kalian tinggal di Riau. Mama lebih nyaman tinggal di sini." Jawab Bu Asma sesuai dengan prediksi Emila tadi malam.


Emila menatap pada suaminya begitu pula sebaliknya.Terlihat wajah sendu Emila karena akan tinggal di kota yang berbeda dengan ibunya.


"Mila, kau tidak perlu mencemaskan Mama di sini. Mama akan baik-baik saja di sini, Nak. Sebagai seorang istri sudah seharusnya kau ikut kemana pun suamimu pergi." Tutur Bu Asma lembut pada Emila yang terlihat berat hati.


"Begini saja, setelah kita pindah ke Riau nanti, sekali dalam sebulan kita menyempatkan waktu menghampiri Mama ke sini. Bagaimana?" Tawar Arkana. Untuk saat ini ia tidak bisa memberikan opsi lain karena ia tidak bisa jauh dari anak dan istrinya begitu pula dengan pekerjaannya.


***

__ADS_1


__ADS_2