
Malam itu Edgar kembali ke penginapannya dengan hati lega dan perasaan senang karena tujuannya sudah tercapai. Malik dan Flower mengizinkannya memberitahu Arkana keberadaan Emila dan sebentar lagi Emila dan Arkana akan bertemu kembali.
Edgar yang sudah merasa tidak sabar memberitahu Arkana langsung saja melakukan panggilan telefon dengan Arkana saat sudah berada di dalam kamar hotel.
Cukup lama Edgar menunggu Arkana mengangkat panggilan telefon darinya. Entah apa yang Arkana lakukan saat ini sehingga tidak mengangkat panggilannya. Tidak mungkin di jam yang masih menunjukkan pukul sepuluh malam Arkana sudah tidur bukan? Edgar rasanya tidak yakin dengan itu.
Edgar yang semakin tidak sabar pun akhirnya melakukan panggilan telefon pada Bu Selvy mempertanyakan keberadaan Arkana karena mungkin saja saat ini Arkana berada di rumah ibunya. Namun saat panggilan sudah terhubung dengan Bu Selvy, ternyata Arkana tidak berada di rumah ibunya.
"Memangnya ada apa kau mencari keberadaan Arkana, Ed?" Tanya Bu Selvy merasa bingung.
"Ada hal penting yang ingin saya sampaikan padanya, Tante." Jawab Edgar.
"Apa itu tentang Emila?" Suara Bu Selvy terdengar bersemangat.
Sayangnya Edgar tidak berkata jujur pada Bu Selvy karena menurutnya ia harus memberitahukan Arkana lebih dulu baru ibunya.
__ADS_1
Akhirnya panggilan telefon pun terputus dan Edgar kembali mengulang panggilan telefon dengan Arkana. Untung saja pada deringan ketiga panggilan telefon terhubung dan Arkana langsung mempertanyakan alasan Edgar menelefonnya.
"Aku sudah menemukan keberadaan Emila." Ucap Edgar datar lalu menunggu respon dari Arkana.
"Apa? Kau menemukan keberadaan Emila? Dimana? Ayo katakan dimana kau menemukannya?" Desak Arkana.
Edgar pun langsung menjawab dimana keberadaan Emila saat ini dan menjelaskan prosedur yang sudah ia lewati untuk bisa memberitahu Edgar tentang informasi ini.
Mendengar penjelasan Edgar membuat Arkana terkejut tak percaya jika ternyata Emila berhubungan baik dengan orang yang cukup berpengaruh di ibu kota.
"Wajar saja kau tidak mengetahuinya karena Tuan William meminta Emila menjauh dari keluarganya. Tidak mungkin juga Emila menceritakan kepadamu tentang kedekatan mereka karena saat itu mereka tidak dekat. Emila masih berupaya menjaga jarak dari Nona Flower dan keluarganya." Jelas Edgar.
Arkana terdiam beberapa saat setelah mendengarkan penjelasan Edgar. "Besok pagi aku akan berangkat ke sana. Tolong pastikan Emila tidak akan pergi kemana-mana!" Pesan Arkana.
"Kau tenang saja. Nona Flower akan memastikan Emila tetap berada di kota ini sampai kau datang. Lagi pula saat ini ada beberapa pengawal yang berjaga-jaga di sekitar rumah Emila dan ibunya."
__ADS_1
"Pengawal? Untuk apa mereka di sana? Apa mereka masih ditugaskan mengawasi Emila oleh Tuan William?" Tebak Arkana.
"Seperti yang kau pikirkan."
Huft... Arkana menghela nafas panjang. Ia tidak menyangka serumit itu hidup Emila selama ini setelah keluar dari penjara.
"Apa sekarang kau sudah bahagia? Kau akan bertemu dengan Emila dan calon anak-anakmu?" Tanya Edgar.
"Tentu saja. Terima kasih karena kau sudah mau membantuku."
"Ucapkanlah kata itu pada Tante Selvy. Berkat doanya untukmu dan Emila akhirnya Tuhan memberikan jalan untukku menemukan keberadaannya." Ucap Edgar.
Arkana mengiyakannya. Setelah panggilan terputus, akhirnya Arkana melakukan panggilan telefon pada ibunya dan menyampaikan kabar bahagia ini.
***
__ADS_1
Teman-teman bantu berikan rate bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐ dulu ya sebelum lanjut🐭