
"Sepertinya lebih baik saya menanyakannya saat berada di dalam ruangan kerja anda saja." Jawab Edgar.
"Baiklah, kalau begitu ayo langsung ke ruangan saya." Ucap Dika dan diangguki Edgar sebagai jawaban.
Sepuluh menit berlalu, kini Edgar dan Dika sudah berada di dalam ruangan milik Dika. Edgar yang merasa ragu untuk bertanya akhirnya menguatkan tekad agar pertanyaan yang ada di dalam benaknya saat ini terjawab.
"Jadi apa yang ingin anda tanyakan Nak Edgar?" Tanya Dika.
"Maaf kalau pertanyaan saya ini melenceng dari urusan rumah sakit. Saya ingin bertanya apakah Tuan dan Nyonya Hana mengenal wanita yang bersama Nona Flower tadi?" Tanya Edgar.
Dika terdiam setelah mendengarkan pertanyaan Edgar. Edgar pun memilih diam menunggu Dika menjawab pertanyaannya.
"Saya tidak terlalu mengenalnya. Yang saya tahu dia adalah teman keponakan saya saat ini." Jawab Dika seadanya.
__ADS_1
"Apa, Emila adalah teman Nona Flower?" Jawaban Dika berhasil membuat Edgar terkejut tak percaya.
"Ada apa ini Nak Edgar. Apa anda mengenali Emila?" Dika balik bertanya.
"Ya, saya mengenalinya, Tuan. Emila adalah istri dari teman baik saya." Edgar berkata jujur tidak ingin menutupi kebenaran yang ada.
Dika kembali diam. Sedikit banyaknya ia sudah mengetahui alasan Emila bisa kembali ke kota ini sekarang. Jika ia salah bicara bisa-bisa Emila berada dalam bahaya.
"Maaf Nak Edgar. Jika anda ingin mencari informasi tentang dia saya tidak bisa memberitahukannya kepada anda." Ucap Dika. Berjaga-jaga agar Edgar tak lagi banyak tanya.
Dika dapat melihat kesungguhan Edgar saat berbicara. Pada akhirnya Dika pun memberikan informasi tentang Emila yang ia ketahui dari William pada saat mereka bertemu beberapa waktu yang lalu.
"Saya mohon jangan beri tahu siapapun jika saya mencari informasi tentang Emila, Tuan. Saya takut jika Emila mengetahuinya dia akan kembali kabur dari suaminya." Pinta Edgar.
__ADS_1
"Saya tidak bisa berjanji sebelum anda bertemu dengan Malik dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Saya tidak ingin Malik dan istrinya kecewa pada saya karena saya sudah lancang membongkar rahasia mereka tentang Emila." Pesan Dika.
Edgar menyanggupinya. Untuk saat ini ia belum bisa memberitahu Arkana jika ia sudah bertemu dengan Emila dan sudah mengetahui alamat Emila dan ibunya tinggal. Ada satu tugas yang harus ia kerjakan lebih dulu yaitu menemui Tuan Malik dan menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Jika anda mau langsung menemui Tuan Malik, anda bisa langsung datang ke rumahnya nanti malam." Saran Dika.
"Baik, Tuan.Terima kasih atas informasi dari anda. Saya tidak menyangka jika Emila pergi sejauh ini dari Arkana."
"Sama-sama. Semoga permasalahan di antara Emila dan suaminya cepat selesai. Kasihan sekali anak itu jika harus menderita lagi."
Edgar mengiyakannya. Setelah cukup menggali informasi dari Dika, akhirnya Edgar berpamitan kembali ke hotel tempat ia menginap.
"Ini benar-benar di luar dugaan. Aku pikir akan membutuhkan waktu lama untuk aku menemukan Emila. Tapi ternyata tidak. Hari ini aku langsung menemukannya. Arkana, kau pasti senang jika mengetahui aku sudah berhasil menemukan istrimu."
__ADS_1
***