Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Kesenangan Hati Lara


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu, Mah. Kalau Tuan Edgar setuju Lara pasti tidak akan menolaknya." Ucap Lara.


"Lara, kenapa kau masih memanginggil suamimu dengan sebutan Tuan?" Tanya Mama Leni bingung.


"Emh, karna..." Lara nampak bingung harus menjawab apa. Lagi pula ia harus memanggil apa lagi pada Edgar selain Tuan?


"Lara, Edgar itu adalah suamimu sekarang. Tidak baik kau memanggil Edgar dengan sebutan Tuan. Apa kata orang nanti jika mereka mendengar panggilanmu itu." Tegur Mama Leni.


"Lalu Lara harus memanggil apa, Ma?" Tanya Lara pelan.


Mama Leni yang dapat menangkap jika hubungan anak dan menantunya belum terlalu dekat pun memberikan usul panggilan yang cukup baik untuk saat ini. "Panggil Kak Edgar saja. Jika hubungan kalian sudah semakin dekat, kau bisa memanggilnya dengan sebutan sayang."


Kedua kelopak mata Lara terbuka lebar mendengar kata sayang di akhir perkataan Mama Leni.


"Lara akan memanggil Kak Edgar saja, Mah!" Ucap Lara.


"Baiklah, tak masalah. Kau boleh memanggil Edgar dengan sebutan kakak." Ucap Mama Leni.

__ADS_1


Lara mengangguk mengiyakannya.


*


Mama Leni kini telah kembali ke kediamannya dan meninggalkan Bi Surti di apartemen bersama Lara. Lara yang merasa senang mendapatkan teman baru pun mengajak Bi Surti untuk saling berbicara satu sama lain.


"Jadi Bibi sudah punya anak dan anak Bibi hampir seusia Lara?" Tanya Lara setelah mendengar cerita Bi Surti.


"Iya. Dan saat ini anak Bibi sedang kuliah di luar kota."


"Kenapa Non Lara berkata seperti itu?" Wajah Bi Surti nampak bingung karena kurang menangkap maksud dari perkataan Lara.


"Tidak apa-apa, Bi." Lara tersenyum menyembunyikan kesedihannya. Ia tidak ingin memberitahu Bi Surti jika dirinya pernah mendapatkan beasiswa untuk kuliah namun tidak ia ambil karena larangan ibu tirinya.


Puas bercerita dengan Lara yang menurut Bi Surti adalah anak yang baik dan penurut, Bi Surti pun meminta izin untuk memasak untuk makan siang di dapur. Lara yang mengingat jika ia sudah diberikan uang oleh Edgar untuk membeli makan pun melarang Bi Surti untuk memasak.


"Non Lara simpan saja uangnya kalau begitu. Bibi akan memasak untuk kita." Ucap Bi Surti lembut.

__ADS_1


Lara si penurut mengangguk saja. Ia pun berpamitan sebentar menuju kamar untuk mengabari Edgar jika ia tidak menggunakan uang makan yang tadi di berikan Edgar.


"Hanya dibaca saja?" Gumam Lara melihat pesan yang ia kirim hanya terlihat terbaca namun tidak di balas.


Tak ingin ambil pusing dengan pesan tak terbalas, Lara langsung saja beranjak ke dapur untuk melihat cari Bi Surti memasak.


"Bibi, tolong ajarkan Lara memasak, ya. Karena sejak kecil Lara tidak pandai memasak. Lara hanya pandai mencuci baju, mencuci piring dan beres-beres rumau saja." Ucap Lara.


Bi Surti tersenyum seraya menganggukkan kepala. "Boleh, Non." Jawab Bi Surti.


Lara yang sangat senang mendapatkan persetujuan untuk memasak pun akhirnya mulai membantu Bi Surti menyiapkan bahan-bahan untuk dimasak.


Di tengah aktivitas baru Lara berada di dapur bersama Bi Surti, di tempat yang berbeda, Edgar nampak terus melihat kegiatan istrinya itu walau dirinya tidak membalas pesan dari Lara.


"Ck. Aku semakin tidak yakin jika dia adalah wanita malam bekas pakai. Dia terlihat seperti wanita polos dan baik-baik."


***

__ADS_1


__ADS_2