
Dessy menganggukkan kepalanya. "Sejak awal berteman dengan Emila dia sangat menjaga jarak dengan saya dan teman-teman yang lain. Dan setelah saya cari tahu ternyata Emila memiliki alasan untuk menjauhi kami." Dessy mengingat kembali awal dirinya berteman dengan Emila.
"Alasan apa itu?" Tanya Arkana cepat.
Dessy diam beberapa saat. Apa ia harus mengatakan hal ini pada Arkana? Rasanya ia takut jika salah bicara dan berefek buruk pada Emila.
"Dessy... percayalah jika informasi yang kau berikan saat ini tidak berdampak apa-apa untuk hidupmu dan Emila. Kami hanya ingin mencari tahu saja. Kami sedang berusaha mencari keberadaan Emila." Ucap Bu Selvy yang seolah mengerti ketakutan Dessy saat ini.
Dessy memperhatikan wajah Bu Selvy yang nampak sendu. Melihatnya saja sudah membuat Dessy ikut bersedih. "Bu Selvy, saya rasa sedikit banyaknya Ibu juga mengetahui kehidupan kelam Emila sebelum pindah ke kota ini." Dessy berbicara hati-hati takut menyinggung perasaan Bu Selvy.
"Kehidupan kelam?" Bu Selvy mencoba mengingat-ingat kembali.
"Ya. Emila pernah bercerita jika ia pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal hingga membuatnya mendekam di dalam penjara dalam waktu beberapa bulan."
Deg
__ADS_1
Penjara? Mendengar hal itu membuat Arkana teringat akan sesuatu.
"Ya, saya mengingatnya. Emila pernah jujur kepada saya tentang hal itu. Saat melamar pekerjaan dengan saya dia sudah berkata jujur tentang masa lalunya itu. Tapi saya memilih tidak mempermasalahkannya karena saya dapat merasakan jika Emila adalah anak yang baik dan dia pasti sudah berubah dari masa lalunya."
"Saya juga seperti itu, Bu. Saya berteman baik dengan Emila tanpa mempermasalahkan masa lalunya yang buruk."
Arkana masih diam membiarkan kedua wanita itu berbicara.
"Beberapa bulan sebelum Emila memutuskan untuk berhenti dari toko ini dia juga sempat bercerita jika dia merasa tidak pantas untuk bersanding dengan pria mana pun dengan status masa lalunya. Emila merasa sangat rendah diri. Setelah berhenti dari toko ini saya baru mengetahui jika Emila sudah menikah dengan putra Ibu. Dan..." Dessy merasa tidak enak melanjutkan ceritanya.
Dessy kembali melanjutkan ceritanya tentang Emila dan Arkana yang mendengarkannya pun dapat menangkap maskud dari perkataan Dessy.
Setelah cukup lama bercerita di dalam ruangan kerja Bu Selvy, akhirnya Dessy pun berpamitan untuk melanjutkan pekerjaannya.
Bu Selvy yang melihat Arkana terdiam setelah kepergian Dessy pun bertanya-tanya ada apa dengan putranya itu.
__ADS_1
"Mah... beberapa hari sebelum kepergian Arkana keluar kota waktu itu Emila sempat bertanya tentang seorang narapidana pada Ar." Ucap Arkana dengan pandangan yang nampak kosong.
"Apa yang Emila tanyakan kepadamu, Ar?" Desak Bu Selvy.
Arkana menghela nafas panjang dan mulai menceritakan percakapannya dengan Emila satu bulan yang lalu sebelum kepergian Emila. Tak lupa Arkana juga menceritakan bagaimana Emila sangat berharap jika rumah tangganya dan Lady dapat berjalan dengan baik dan bahagia bersama anak mereka nanti.
"Ar..." Bu Selvy berkaca-kaca setelah mendengarnya. Kini ia sudah mengerti hal besar apa yang membuat Emila memutuskan pergi dari kehidupan mereka.
"Mah... apa ini semua salah Ar? Salahku yang tidak menceritakan bagaimana nasib pernikahanku dan Lady kepada Emila? Jika Ar menceritakannya pada Emila mungkin Emila tidak akan merasa menjadi duri dalam daging di rumah tangga kami yang sudah hancur."
****
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗