
"Iya, Mama pasti akan menjaga anak Mama dengan baik." Jawab Bu Asma tersenyum.
Emila yang mendengarkan pesan dari Arkana pada mamanya hanya bisa diam dan bertanya-tanya dalam hati kenapa Arkana berubah semakin baik kepadanya.
Tentu saja karena aku sedang hamil anaknya saat ini. Ucap Emila dalam hati menjawab pertanyaan yang tadi berkeliaran di dalam benaknya.
Setelah memastikan Emila baik-baik saja, akhirnya Arkana pun kembali melanjutkan niatnya untuk bekerja dan berpamitan pada Bu Asma dan Emila.
"Mila, apa kau senang jika Arkana perhatian seperti tadi kepadamu?" Tanya Bu Asma kepada Mila setelah kepergian Arkana.
"Mila tidak merasakan apa-apa, Ma. Rasanya biasa saja bahkan Emila tak mengharapkannya." Jawab Emila.
Bu Asma menghela nafas. Bu Asma pun memilih tak membahas Arkana lagi karena ia tahu Emila tidak menyukainya.
*
Arkana kini sudah tiba di perusahaannya saat para karyawan sudah memulai pekerjaan masing-masing. Arkana segera melangkah dengan cepat menuju ruangan kerjanya karena ia sudah tidak sabar melihat rekaman CCTV aktivitas terbaru istrinya pagi ini di toko kue istrinya tersebut.
__ADS_1
Setibanya di dalam ruangan kerjanya, Arkana menghela nafas saat mengingat ada tumpukan laporan yang harus ia tanda tangani pagi ini. Arkana pun memilih mengurungkan niat melihat aktivitas istrinya dan segera menandatangani laporan yang ada di atas meja kerjanya tersebut.
Cukup lama Arkana menandatangani tumpukan laporan tersebut karena Arkana bukan hanya menandatanganinya tapi juga membacanya lebih dulu.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, barulah Arkana membuka rekaman CCTV di toko kue milik istrinya yang terhubung dengan ponselnya.
Pada menit pertama Arkana menonton rekaman CCTV tersebut tidak ada yang terlihat aneh. Lady terlihat fokus bekerja di dalam ruangan kerjanya. Entah apa yang dikerjakan istrinya itu yang penting Arkana dapat melihat jika Lady fokus menatap laptop dan kertas di atas mejanya secara bergantian.
Cukup lama Arkana menonton rekaman CCTV tersebut namun tidak juga terlihat ada yang aneh. Arkana memilih mematikan video yang sedang berlangsung dan mengistirahatkan tubuhnya lebih dulu.
Barus setengah jam Arkana istirahat menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, Arkana sudah mendapatkan panggilan telefon dari Edgar.
"Apa kau sudah melihat rekaman CCTV saat ini?" Tanya Edgar. Nada suara pria itu terdengar mendesaknya saat ini.
"Belum. Aku baru mematikannya setengah jam yang lalu. Memangnya ada apa?" Tanya Arkana.
"Cepat lihat rekaman itu baru kau akan tahu apa yang terjadi." Jawab Edgar.
__ADS_1
Arkana yang merasa sangat penasaran pun langsung saja membuka kembali aplikasi video rekaman CCTV tersebut.
Dan betapa terkejutnya Arkana saat melihat di rekaman CCTV tersebut pria bernama Dandy sudah berada di dalam ruangan kerja istrinya dan saat ini sedang memangku istrinya sambil duduk di atas sofa.
"Apa-apaan ini!" Ucap Arkana keras dengan wajah memerah.
"Arkana, kau masih dengar aku?" Suara Edgar terdengar nyaring karena Arkana belum mematikan sambungan telefonnya dan mengaktifkan speaker telefonnya.
"Ya." Jawab Arkana keras.
Rahangnya kini nampak mengeras melihat rekaman CCTV yang sedang berlangsung tersebut.
"Biadab!" Umpat Arkana dengan tangan terkepal erat.
Arkana hampir saja melempar ponsel berlogo apel digigit itu jika saja ia tidak bisa mengendalikan emosinya dengan baik.
Kemarahan Arkana pun kini semakin memuncak karena rekaman CCTV itu kini menunjukkan adegan mesum Dandy dan Lady.
__ADS_1
***