Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Ayah Edgar


__ADS_3

Hampir satu jam berkutat di dalam dapur membuatkan sarapan pagi untuk istri dan dirinya sendiri, akhirnya masakan Edgar pun selesai. Edgar langsung saja pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya setelah menghidangkan sarapan di atas meja.


Sementara Lara, ia masih melanjutkan pekerjaannya hingga akhirnya selesai saat Edgar selesai membersihkan tubuhnya.


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu dari luar kamarnya mengalihkan pandangan Edgar dari lemari ke arah pintu. "Masuk saja pintunya tidak dikunci." Sahut Edgar.


Pintu kamar pun terbuka dan memperlihatkan sosok Lara. Wajah wanita itu nampak terkejut melihat penampilan Edgar yang hanya menggunakan handuk melilit pinggangnya.


"Ada apa?" Tanya Edgar tanpa memperdulikan keterkejutan Lara.


"Ma-aaf, Tuan. Saya hanya ingin bertanya tentang baju ganti saja." Ucap Lara takut-takut. Tubuhnya sudah gerah meminta untuk dibersihkan namun Lara urung melakukannya mengingat tidak ada pakaian ganti yang bisa dipakainya.


Edgar menghela napas dalam. Ia merutuki kebodohannya karena sudah lupa membelikan pakaian ganti untuk istrinya.

__ADS_1


"Pakai pakaianku lebih dulu. Nanti siang aku akan pulang ke rumah menjemputmu untuk membeli baju." Jawab Edgar.


Tidak ada sahutan dari Lara. Wanita itu hanya mengangguk lalu berniat untuk melangkahkan kakinya keluar dari depan kamar.


"Hei, kau mau kemana?" Teriak Edgar melihat Lara akan pergi.


"Ke kamar tamu, Tuan. Saya ingin mandi di sana." Jawab Lara.


"Kenapa kau mandi di kamar tamu? Mulai sekarang mandi di kamar ini." Perintah Edgar.


"Tapi..." Lara meragu.


Lara terkejut bukan main setelah mendengarnya. Apa ia tidak salah dengar jika Edgar mengizinkannya untuk tidur di kamar yang sama dengannya? Berarti kejadian tadi malam itu tidak salah jika ia tidur di kamar Edgar karena pria itu sendiri yang membawanya tidur di kamarnya.


Edgar tak lagi bersuara. Ia kembali fokus mengambil pakaian kerjanya dan membiarkan Lara melangkah masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Lara yang tidak ingin bersikap gegabah dengan hanya membawa tubuh ke kamar mandi pun segera meminta pakaian gantinya pada Edgar. Untung saja kali ini Edgar tidak bersuara atau memarahinya hanya memberikan pakaian ganti untuk Lara sehingga membuat Lara bisa bernapas lega.


Setelah drama di dalam kamar selesai, keduanya pun kini sudah duduk saling berhadapan di meja makan menikmati sarapan pagi masing-masing. Kedua bola mata Lara seketika berbinar saat sesuap nasi goreng masuk ke dalam mulutnya dan memberikan sensasi nikmat.


"Tuan masakannya enak sekali." Puji Lara dengan mata berkedip-kedip.


Edgar hanya diam. Ia kembali fokus menghabiskan sarapan yang ada di dalam piringnya. Lara pun tak lagi bersuara. Wanita itu kembali menikmati sarapan paginya hingga akhirnya keduanya selesai menghabiskan sarapan masing-masing.


"Aku akan berangkat bekerja. Ingat, jangan membuat kekacauan di apartemenku atau berniat ingin kabur!" Pesan Edgar.


"Baik, Tuan. Saya akan jadi anak baik di apartemen Tuan." Jawab Lara.


"Anak baik?" Edgar mengerutkan kening mendengar perkataan Lara. "Apa maksudmu anak baik?" Tanya Edgar tak ingin bingung sendiri.


"Maksud saya karena mulai sekarang saya menganggap Tuan seperti pengganti ayah saya yang telah tiada maka saya memposisikan diri saya sebagai anak Tuan yang baik di sini."

__ADS_1


"Apa?!" Kedua bola mata Edgar nyaris keluar dari dalam wadahnya mendengar pernyataan Lara jika menganggap dirinya sebagai seorang ayah bukan sebagai seorang suami.


***


__ADS_2