Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Kosong tak berpenghuni


__ADS_3

Arkana membuka pintu rumah mertuanya itu dengan tangan bergetar. Setelah pintu terbuka, tubuh Arkana terasa lemas melihat rumah mertuanya nampak kosong tak berpenghuni dan beberapa barang yang ada di ruang tamu nampak sudah tidak terletak pada tempatnya lagi.


Arkana melangkah dengan lunglai memasuki rumah Emila dan ibunya. Ia mencoba memanggil-manggil nama Emila dan ibunya berharap keajaiban datang dan istrinya itu menyahut panggilan darinya.


"Emila kenapa kau pergi?" Ucap Arkana sedikit keras sambil mengusap kasar wajahnya.


"Ar, tenanglah." Edgar mencoba menenangkan sahabatnya itu.


Arkana tak memperdulikan perkataan Edgar. Ia terus melangkah hingga akhirnya langkahnya terhenti di depan pintu kamar Emila. Tangan Arkana dengan cepat membuka pintu kamar itu. Dan tidak sesuai harapannya, kamar Emila nampak sudah kosong tanpa berpenghuni. Hanya ada perabotan seperti kasur, meja rias dan lemari kosong saja yang ada di dalam kamar.


"Mila..." Arkana terduduk lemas di tepi ranjang. "Kenapa dia pergi tanpa berpamitan kepadaku, Ed? Kenapa?" Tanya Arkana frustrasi.


Edgar tak tahu harus berkata apa. Situasi saat ini cukup mengejutkan untuknya. Edgar sama sekali tidak menduga jika Emila akan pergi dari hidup Arkana sebelum ia melahirkan.


Arkana pun teringat dengan perkataan Emila beberapa waktu lalu yang tidak mengizinkannya untuk membelikan barang-barang yang banyak untuk anak-anak mereka. "Apa ini alasanmu tidak mau membelinya, Mila? Apa ini alasanmu menolakku waktu itu?" Lirih Arkana.


"Tenanglah, Ar." Edgar terus berusaha menenangkan sahabatnya yang nampak kacau.

__ADS_1


Arkana segera bangkit dari ranjang dan melangkah keluar dari dalam kamar. Tujuannya saat ini hanya satu yaitu melihat kamar yang berisi perlengkapan bayi-bayinya.


Ceklek


Arkana membuka pintu kamar. Terlihat di dalam kamar box bayi dan beberapa barang bayi mereka yang lainnya berada di dalam kamar beserta dengan barang Emila dan ibunya.


Arkana menatap barang-barang itu dengan nanar. Kedua matanya berkaca-kaca karena harapannya yang ingin melihat kedua buah hatinya memakai perabotan yang ia belikan tidak akan terjadi.


"Aku tidak akan membiarkannya. Aku harus mencari Emila sekarang juga!" Ucap Arkana tak ingin putus asa.


Tring


"Arkana, ada apa ini? Kenapa asistenmu berkata jika kau kembali ke kota ini tadi pagi? Apa yang terjadi sehingg kau pulang sebelum waktunya seperti ini?" Cecar Bu Selvy setelah panggilan terhubung.


"Emila pergi, Mah..." Jawab Arkana pelan sehingga Bu Selvy tak dapat mendengarnya dengan jelas.


"Kau bilang apa? Ayo katakan sekali lagi!" Pinta Bu Selvy.

__ADS_1


"Emila pergi, Ma. Emila pergi membawa anak-anak Ar bersamanya." Jawab Arkana.


"Apa?!" Bu Selvy terkejut di seberang sana.


Arkana pun menjelaskan bagaimana ia bisa mengetahui jika Emila pergi meninggalkan kota ini. Bu Selvy yang mendengarkannya dibuat terkejut dan tak percaya.


Karena ingin memastikan perkataan Arkana adalah benar, Bu Selvy langsung saja berangkat dari tokonya menuju kediaman Emila dan ibunya.


"Argh..." Arkana mengusap kasar wajahnya. Edgar yang melihatnya pun ikut merasa sedih seolah bisa merasakan apa yang Arkana rasakan saat ini.


"Aku akan membantumu mencari Emila sampai ketemu, Ar." Ucap Edgar sambil menepuk punggung Arkana.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2