
"Lara harus melakukan apa, Kak? Apa Kakak ingin Lara memasakkan makanan untuk Kakak?" Tanya Lara. Mengingat Edgar yang nampak takut dengan sikap agresifnya kemarin, sepertinya Edgar tak kan meminta hal yang sama seperti yang ia lakukan kemarin.
"Tentu saja melakukan hal apa saja yang sudah kau pelajari dengan Nona Flower. Dari mulai menyambut suami pulang hingga membantu mandi.
Lara diam beberapa saat. Ia pikir Edgar tidak mau lagi jika ia masih melakukan hal yang sama seperti tadi malam. Namun ternyata dugaannya salah, Edgar justru memintanya kali ini.
Lara si penurut menganggukkan kepala. Ia mengulurkan tangan pada Edgar untul menyalimi Edgar.
Mengerti dengan pergerakan Lara, Edgar menyambut tangan Lara untuk menyaliminya. Setelahnya ia menyerahkan tas yang ia bawa pada Lara. Tak lupa Edgar menunggu Lara untuk mencium pipinya seperti kemarin.
Lara yang merasa sedikit kesusahan untuk mencium pipi Edgar pun bangkit dari posisi duduk dan mendekat pada Edgar. Kemudian tanpa permisi ia mencium pipi Edgar kiri dan kanan.
Walau sudah mengetahui hal apa yang ingin Lara lakukan, namun fetap saja Edgar merasa terkejut mendapatkan ciuman dari istrinya itu.
"Apa Kak Edgar mau langsung mandi?" Tanya Lara mengingat tugasnya selanjutnya.
__ADS_1
Edgar menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kalau begitu Lara siapkan dulu air untuk Kak Edgar mandi." Lara bergegas melangkah ke arah kamar mereka berada sambil membawa tas milik Edgar.
Melihat pergerakan istrinya itu, lantas saja membuat Edgar ikut bangkit berniat untuk menyusulnya.
Masuk ke dalam kamar, Edgar tak melihat keberadaan Lara di dalam kamar. Dapat Edgar tebak jika istrinya sudah berada di dalam kamar mandi setelah sempat menyiapkan baju ganti untuknya yang kini sudah terletak di atas ranjang.
"Ternyata ingatannya bagus juga. Buktinya dia tidak lupa hal apa saja yang harus dia lakukan sebagai istri yang baik." Gumam Edgar.
Beberapa menit berlalu, Lara telah keluar dari dalam kamar mandi. Senyuman di wajahnya nampak berseri menatap pada Edgar yang kini tengah menatap wajahnya.
"Kak Edgar, airnya sudah siap."
Edgar tak memberikan jawaban. Ia justru bangkit dari posisi duduk menjadi tegak. Tubuhnya pun menghadap pada Lara yang semakin dekat kepadanya.
__ADS_1
"Lara bantu buka kancingnya dulu, ya." Tanpa menunggu jawaban dari Edgar, Lara segera meraih kancing kemeja Edgar yang paling atas kemudian membukanya.
Jika dari yang Edgar lihat lewat tatapan matanya, Lara nampak tak gugup saat ini. Ia bahkan tersenyum saat menatap wajahnya.
Darah Edgar dibuat berdesir melihatnya. Pun dengan bulu kuduknya yang ikut merinding.
Entah sengaja atau tidak, Lara melamakan membuka kancing kemeja Edgar hingga membuat jarak keduanya tak kunjung terkikis.
"Kau sengaja berlama-lama ya?" Edgar bertanya lembut sambil memegang dagu Lara.
Lara menggeleng malu-malu. "Tidak. Lara memang begini jika membuka kancing baju. Dibuka sambil dihayati agar lebih nikmat." Jawabnya.
"Apanya yang nikmat?" Tanya Edgar cepat. Ia semakin mendektkan wajah pada Lara untuk mengikis jarak di antara mereka.
"Apa ya..." Lara mengerutkan dahi. Mencoba mencerna maksud perkataannya tadi tanpa peduli jika wajah Edgar semakin dekat dengannya.
__ADS_1
***