
Sore harinya.
Flower dan Malik nampak sudah berada di dalam pesawat milik perusahaan Bagaskara. Flower yang begitu senang akan pergi ke kota Pekanbaru berdua bersama Malik pun terus bergelayut manja di lengan suaminya.
"Sayang, enak sekali ya rasanya bisa pergi tanpa anak-anak. Kita jadi bisa menikmati waktu berdua seperti ini. Berpacaran tanpa ada pengganggu." Celoteh Flower pada Malik.
"Jadi maksudmu anak-anak kita pengganggu, begitu?" Tanya Malik lalu mencubit gemas hidung istrinya.
"Ehehe..." Flower tertawa mendengarnya. "Ya, terkadang mereka bisa menjadi pengganggu untuk kita. Di saat kita sedang bermesraan berdua di dalam kamar, mereka bisa tiba-tiba menangis dan menggedor pintu dari luar kamar." Jawab Flower.
Malik tersenyum tipis mendengarnya. Apa yang dikatakan istrinya itu ada benarnya. Terkadang Baby dan Boy menjadi pengganggu di saat dirinya dan Flower sedang asik-asiknya menikmati surganya dunia.
"Bukan hanya itu saja, mereka juga selalu sering mengganggu aku yang ingin bermesraan denganmu. Mereka selalu memonopoli dirimu." Flower mengerucutkan bibirnya mengingat sikap anak-anaknya yang begitu cemburu jika dirinya dekat dengan Malik.
"Sudah, sudah. Bagaimana pun juga mereka kan anak-anak kita. Tanpa mereka apalah arti hidup kita ini." Ucap Malik.
__ADS_1
Flower tersenyum lalu menjatuhkan kepalanya di pundak Malik.
"Kau benar. Kehadiran mereka di dunia ini membuat hubungan kita semakin dekat dan bewarna. Tanpa mereka mungkin aku dan kau masih menjadi kucing dan tikus saat ini." Kelakar Flower di akhir perkataannya.
Malik hampir saja tertawa mendengarnya. Jika diingat-ingat kembali masa lalunya bersama Flower saat masih bekerja dulu memang sangatlah lucu. Mereka berdua bagaikan tikus dan kucing yang tidak pernah akur.
Selama berada di dalam pesawat menuju kota Pekanbaru Riau, Flower benar-benar menikmati waktu berduanya bersama dengan Malik dengan bermesraan dengan Malik dan sesekali menceritakan keluh kesahnya menjadi seorang ibu.
Mendengarkan cerita Flower tentang bagaimana sabarnya Flower merawat kedua buah hati mereka membuat Malik semakin cinta pada istrinya itu.
"Kau memang ibu yang sangat hebat. Aku sangat beruntung bisa memilikimu." Ucap Malik sambil mengusap pipi Flower dengan tangannya.
*
"Semoga saja Mama Selvy tidak datang ke rumah kita malam ini ya, Ma." Ucap Emila merasa harap-harap cemas.
__ADS_1
"Semoga saja. Tapi sepertinya mertuamu tidak akan datang karena tadi Bu Selvy sempat bercerita jika malam ini dia ada pertemuan dengan teman-temannya di rumahnya." Jawab Bu Asma.
Emila sedikitnya merasa lega mendengarnya.
Tak berselang lama, akhirnya mobil yang membawa Emila dan Malik pun sudah tiba di depan rumah mereka.
Emila dan Bu Asma yang tidak ingin mengundur waktu lama pun langsung saja masuk ke dalam mobil sedangkan pengawal yang dibawa Malik langsung bertugas memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil.
"Flower, terima kasih atas kebaikan hatimu kepada aku dan Mama." Ucap Emila tulus pada Flower yang duduk di sebelahnya saat ini.
"Sama-sama. Aku harap kebahagiaan akan datang kepadamu setelah ini." Jawab Flower seraya tersenyum.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Emila dan Ar update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Mahasiswaku Suamiku, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗