
Ya, ya. Dia sangat ramah. Dan sangking ramahnya dia sampai menanam benih di dalam rahimmu. Ucap Arkana namun hanya dalam hati.
Lady yang tidak mengerti dan tidak tahu jika Arkana sedang memancingnya pun terus saja menjawab perkataan Arkana hingga akhirnya mereka masuk ke dalam mobil milik Arkana.
"Nanti kita berhenti di rumah makan langganan Mama, ya. Aku ingin membelikan makanan di sana untuk Mama." Ucap Lady pada Arkana saat mobil milik Arkana sudah melaju meninggalkan area toko miliknya.
"Baiklah." Jawab Arkana singkat.
Keheningan pun menyelimuti Arkana dan Lady saat keduanya memilih saling diam dan berbicara dalam hati masing-masing.
Semoga saja nanti malam rencanaku berhasil. Dengan begitu aku hanya tinggal mencari cara bagaimana meyakinkan dokter kandunganku untuk mau membantuku saat pemeriksaan kandungan nantinya. Ucap Lady dalam hati.
Mobil milik Arkana pun terus melaju hingga akhirnya berhenti di rumah makan padang sesuai dengan permintaan Lady tadi. Arkana membiarkan Lady turun seorang diri sedangkan dirinya berdiam diri di dalam mobil karena ia ingin menghubungi Emila selama Lady tidak ada di dalam mobil.
Emila yang sedang asik menikmati makan siangnya di dapur bersama Bu Asma pun tidak memperdulikan ponselnya yang terus saja berbunyi dari arah ruang tengah.
"Mila, apa kau tidak mau mengangkat telefon itu? Siapa tahu penting." Ucap Bu Asma mengingatkan putrinya. Sejak awal ponsel Emila berbunyi sampai sekarang Emila nampak hanya diam saja seolah tidak perduli dengan telefon masuk tersebut.
__ADS_1
"Biarkan saja, Ma. Paling juga dari orang yang tidak penting atau Arkana." Jawab Emil santai.
Bu Asma menggelengkan kepalanya merasa tidak habis pikir dengan sikap putrinya.
"Kau yakin tidak mau mengangkatnya? Mana tahu telefon itu dari Arkana suamimu." Bu Asma mencoba mengingatkan putrinya lagi.
"Maa... Mila hanya ingin menghabiskan makanan Mila dulu baru mengangkat telefon itu." Jawab Emila malas karena Bu Asma tidak mengerti dengan keinginannya saat ini.
"Mila..." Bu Asma menggelengkan kepalanya. Ia pun berinisiatif mengangkat panggilan tersebut.
"Arkana?" Gumam Bu Asma membaca nama pemanggil telefon.
Bu Asma pun segera menerima panggilan telefon tersebut dengan menggeser ikon bewarna hijau di layar ponsel Emil lalu meletakkan ponsel di daun telinganya.
"Halo Emila. Kenapa lama sekali mengangkat telefon dariku?" Tanya Arkana setelah panggilan terhubung.
"Maaf Arkana. Ini Mama bukan Emila." Jawab Bu Asma.
__ADS_1
"Mama?" Ulang Arkana merasa terkejut. Arkana pun merutuki dirinya sendiri karena tidak menunggu sang penerima telefon bersuara lebih dulu.
"Iya Arkana ini Mama. Ada apa kau menelefon Mila? Milanya sedang makan saat ini." Jawab Bu Asma.
"Oh itu..." Arkana bingung harus menjawab apa.
Bu Asma pun menunggu Arkana untuk menjawab pertanyaannya.
"Saya hanya ingin menelefon Mila saja, Ma. Saya ingin memastikan apa Emila sudah makan apa belum." Jawab Arkana pada akhirnya.
"Oh... kebetulan sekali. Saat ini Mila sedang makan di belakang." Jawab Bu Asma.
"Apa boleh saya melihat Emila yang sedang makan, Ma?" Tanya Arkana setelah melihat istrinya sepertinya masih lama berada di rumah makan.
"Boleh saja." Bu Asma yang sudah mengerti maksud permintaan Arkana pun mengubah panggilan suara mereka menjadi panggilan video.
***
__ADS_1