Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Mengetahui kebenaran


__ADS_3

"Untuk siapa Arkana membeli susu itu?" Tanya Bu Selvy. Ia benar-benar dibuat penasaran untuk apa dan siapa Arkana membeli susu hamil tersebut.


Tak ingin terlalu lama dalam penasaran, Bu Selvy segera menemui karyawan toko dan memberikan beberapa lembar uang untuk membantu membayarkan barang belanjaannya dan memberikan tip untuk karyawan itu karena sudah mau menyimpan barang belanjaannya sampai ia kembali lagi nanti. Setelahnya Bu Selvy pun segera menyusul Arkana yang kini sudah keluar dari supermarket.


"Aku yakin ada yang tidak beres di sini." Ucap Bu Selvy sambil terus mengikuti langkah Arkana.


Melihat Arkana yang hendak masuk ke dalam mobilnya, Bu Selvy pun turut masuk ke dalam mobilnya. Bu Selvy membiarkan Arkana melajukan mobilnya lebih dulu keluar dari area supermarket baru setelahnya ia ikut mengikuti mobil Arkana dari belakang.


Dengan menjaga jarak aman Bu Selvy mengikuti mobil milik Arkana. Setelah beberapa menit mengikuti mobil Arkana, Bu Selvy dibuat bingung kenapa Arkana melajukan mobilnya menuju arah rumah Emila dan Ibunya.


Bu Selvy yang merasa bingung terus saja mengikuti mobil Arkana hingga akhirnya jantungnya terasa hampir lepas dari wadahnya saat Arkana menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Emila dan keluar dari dalam mobil sambil membawa plastik berisi kotak susu ibu hamil.


"Arkana..." Bu Selvy menggeleng berharap dugaannya tidak benar. Bu Selvy pun terus memperhatikan gerak-gerik Arkana hingga Akhirnya ia melihat Emila keluar dari dalam rumah membukakan pintu untuk Arkana.

__ADS_1


Tak berselang lama Bu Asma pun turut keluar dan meminta Arkana untuk masuk lebih dulu ke rumah mereka.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Arkana terlihat akrab dengan Emila dan Ibunya." Ucap Bu Selvy.


Bu Selvy yang sudah sangat penasaran pun segera keluar dari dalam mobilnya. Ia melangkah dengan lebar menuju rumah Bu Asma dengan jantung yang berdetak cepat.


Sampai di depan rumah Bu Selvy memilih tak langsung masuk karena ia ingin mendengarkan percakapan dari dalam rumah lebih dulu. Samar-samar Bu Selvy pun dapat mendengarkan percakapan dari dalam rumah.


"Kau harus rutin meminum susu hamilmu agar anak-anak kita terus tumbuh dengan sehat di dalam rahimmu." Ucap Arkana pada Emila.


Jantung Bu Selvy seakan berhenti berdetak setelah mendengarnya. Bu Selvy yang merasa sangat terkejut memilih tak bersikap gegabah dan terus mendengarkan percakapan Emila dan Arkana.


"Kau tenang sana. Anak-anak ini adalah anakku. Aku juga tidak akan mau membuat anakku kekurangan gizi." Jawab Emila datar.

__ADS_1


"Baguslah kalau seperti itu. Jika kau membutuhkan apa-apa jangan lupa mengabariku." Pesan Arkana.


"Iya." Jawab Emila singkat.


Bu Selvy terus mendengarkannya hingga kini Arkana berbicara dengan Bu Asma. Setelah merasa puas mendengarkan percakapan mereka, Bu Selvy pun langsung saja melangkah masuk ke dalam rumah.


"Arkana!" Ucap Bu Selvy keras hingga membuat Arkana seketika menoleh ke arahnya.


"Mama!" Ucap Arkana dengan wajah yang nampak begitu terkejut.


Wajah Bu Selvy nampak memerah memendam amarah yang sedang berkobar di dadanya saat ini. "Sedang apa kau di sini?" Tanya Bu Selvy dengan tatapan tak bersahabat.


"A-aku..." Arkana nampak bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


Emila dan Bu Asma yang melihat kemarahan di wajah Bu Selvy nampak gugup satu sama lain takut Bu Selvy mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


***


__ADS_2