
Sebelum mengantarkan Lara pulang ke apartemennya, Flower menyempatkan lebih dulu mengirimkan sebuah video dewasa yang sempat ia perlihatkan tadi pada Lara. "Jika kau lupa bagaimana caranya, kau bisa menonton ulang video itu." Ucap Flower pada Lara setelah mengirimkan video itu.
Lara si penurut mengangguk. Walau meragu apakah ia bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, namun Lara akan tetap melakukannya nanti.
Mobil milik Flower akhirnya melaju meninggalkan mall menuju apartemen. Jarak mall dan apartemen Lara yang tidak terlalu jauh membuat mereka cepat sampai di gedung apartemen.
"Mau mampir dulu, Kak?" Tawar Lara sebelum membuka sabuk pengamannya.
"Lain kali saja ya, Lara. Kebetulan anak-anakku sudah tidur." Jawab Flower lembut.
Lara mengangguk paham. Kemudian melepaskan sabuk pengamannya dan berpamitan untuk keluar dari dalam mobil.
"Oh ya, terima kasih atas materinya hari ini, Kak." Ucap Lara sebelum menutup pintu mobil.
"Sama-sama. Aku senang mengajarimu. Semog kau berhasil melakukan tugasmu dengan baik."
Lara menganggukkan kepalanya kemudian menutup pintu mobil. Setelah mobil milik Flower melaju meninggalkan gedung apartemen, Lara pun kemudian melangkah masuk ke dalam gedung apartemen.
Masuk ke dalam unit apartemennya, Lara kembali memikirkan materi yang diberikan oleh Flower tadi.
__ADS_1
"Aku harus mempraktekkannya sore ini. Aku tidak boleh mengecewakan Kak Edgar dan Kak Flower yang sudah bersusah payah mengajariku." Gumam Lara.
Melihat waktu sudah menunjukkan pukul empat sore, Lara segera masuk ke dalam kamarnya. Ia berniat membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sebelum menyambut kepulangan Edgar.
**
Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore saat Edgar baru saja selesai melakukan visit pada salah satu pasiennya. Mengingat waktu sebentar lagi sudah beranjak malam, Edgar segera kembali ke dalam ruangannya berada untuk mengambil tas yang ia tinggalkan di sana.
"Edgar," suara Ghina yang terdengar memanggil namanya membuat langkah Edgar terhenti saat hendak masuk ke dalam ruangannya.
"Ghina?" Edgar tersenyum membalas senyuman Ghina.
"Sudah mau pulang?" Tanya Ghina memastikan.
"Belum. Ada dua orang pasien yang baru selesai operasi yang ingin aku lihat lebih dulu."
Edgar mengangguk paham. "Kalau begitu aku duluan." Pamitnya.
Ghina mengangguk. Pandangannya terus tertuju pada Edgar walau pria itu sudah melangkah masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
"Aku masih belum percaya jika Edgar sudah menikah. Terlebih aku tidak pernah melihat Edgar bersama dengan istrinya." Gumam Ghina. Sampai saat ini Ghina masih berharap jika Edgar berbohong kepadanya walau sudah ada sebuah bukti yang Edgar tunjukkan jika ia sudah menikah.
**
Tidak ada firasat apa pun yang Edgar rasakan sejak kakinya keluar dari dalam lift dan melangkah ke arah unit apartemennya berada. Bahkan setelah masuk ke dalam apartemen, Edgar masih tak merasakan apa-apa selain rasa lelah akibat bekerja hampir seharian di dalam rumah sakit.
Lara yang sedang menunggu Edgar pulang sejak tadi pun segera bangkit dari posisi duduk setelah mendengar pintu apartemen terbuka dari luar.
"Kak Edgar sudah pulang." Lara tersenyum manis pada Edgar sambil melangkah mendekati Edgar.
Edgar menganggukkan kepalanya diikuti kerutan di dahi melihat Lara yang tengah tersenyum kepadanya.
Lara yang kini sudah berada tepat di hadapan Edgar pun segera mengulurkan tangannya pada Edgar.
"Apa ini?" Tanya Edgar tak mengerti dengan pergerakan tangan Lara.
"Salim, Kak. Apa lagi?" Jawab Lara.
Walau pun merasa bingung, Edgar tetap menerima uluran tangan Lara dan menyaliminya. Belum hilang kebingungan Edgar dengan sikap aneh Lara yang tiba-tiba ingin bersalaman dengannya, kini Edgar sudah dibuat terkejut saat Lara berjinjit dan mencium sebelah pipinya.
__ADS_1
Glek
***