Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - GATOT!


__ADS_3

Tubuh Lara terasa tegang saat sebelah tangan nakal Edgar sudah mengusap bagian dadanya dan sesekali mere-masnya.


"Ka-kak Edgar..." Lara berucap lirih dan sedikit terbata.


"Ada apa?" Edgar bertanya tanpa menghentikan kegiatannya yang masih asik bermain di sebelah aset Lara yang terasa candu olehnya.


"Emh..." Lara melipat bibir saat merasakan sensasi yang berbeda saat Edgar kembali mere-mas bagian dadanya.


Edgar tersenyum smirk melihat Lara yang sudah mulai mengeliat tak karuan dan sesekali berniat menghentikan kegiatannya.


"Kenapa?" Tanyanya semakin menguatkan pegangannya di dada Lara.


Lara tak kuasa menahan desa-han yang sejak tadi ia tahan hingga akhirnya terdengar mengalun indah di telinga Edgar.


Edgar mulai kehilangan akal sehatnya mendengar suara merdu yang keluar dari mulut Lara. Merasa cukup puas mendengar suara merdu yang terus mengalun itu, Edgar langsung menghentikannya dengan membekap mulut Lara dengan mulutnya.

__ADS_1


Lara dibuat semakin tegang mendapatkan ciuman secara tiba-tiba dari Edgar. Akal sehatnya pun mulai tak berfungsi untuk menyadarkan dirinya harus berbuat apa.


Edgar dapat merasakan ketegangan yang Lara rasakan saat ini. Dapat Edgar yakini jika dirinya lah orang pertama yang mengambil ciuman Lara.


Edgar mengerti dengan posisi Lara yang masih polos dirinya harus bergerak sedikit agresif untuk memancing Lara. Hingga kini, Edgar bukan hanya menempelkan bibirnya pada bibir Lara namun juga **********.


Otak polos Lara semakin dibuat tak berfungsi. Lara merasa buntu. Ia membiarkan saja Edgar melakukan apa yang ia inginkan hingga akhirnya duara desa-hannya kembali terdengar saat sebelah tangan Edgar kembali mere-mas dadanya.


"Emh..." lenguh Lara tanpa sadar.


Edgar semakin tertantang mendengar suara indah yang keluar dari mulut istrinya itu. Ia semakin menguatkan pegangan tangannya di dada Lara yang terasa pas di genggamannya.


Sebelah tangan Edgar yang bebas pun menahan kepala Lara saat merasakan Lara hendak melepaskan ciumannya yang baru saja ia ulang kembali.


"Emh..." Lara menggeliat. Berharap dapat menghentikan pergerakan tangan Edgar yang semakin nakal karena bukan hanya mengusap dan mere-mas dadanya namun juga mengusap pinggangnya.

__ADS_1


Edgar tentu saja tak ingin melewatkan kesempatan yang ada. Bibirnya yang awalnya menempel di bibir Lara kini sudah menempel di leher jenjang Lara. Ia mengusapnya dan sesekali memberikan gigitan hingga membuat Lara menggeliat tak karuan.


"Jangan ditahan girls..." ucap Edgar saat melihat Lara yang merem-melek sambil menahan mulutnya agar tak mengeluarkan suara.


Baru saja Edgar meminta Lara tak menahan desahannya, Lara sudah kembali mengeluarkan suara yang terdengar begitu merdu di telinga Edgar dan memancing hasratnya semakin kuat.


Tangan nakal Edgar yang masih bergantung di bagian dada Lara kini sudah semakin turun hingga akhirnya menyelusup masuk ke dalam celana yang Lara kenakan.


Akal sehat Lara pun muncul merasakan tangan Edgar kini sudah menyelinap bagaikan pencuri ke dalam celananya.


"Kak Edgar hentikan..." lirih Lara dengan napas yang naik turun.


Namun Edgar tak memperdulikan larangan Lara. Tangannya semakin masuk hingga akhirnya berhenti saat merasakan sesuatu seperti kapas yang terbungkus dalam plastik.


"Apa ini?" Tanya Edgar pada Lara sambil memegang sesuatu di dalam celana da-lam Lara.

__ADS_1


"Itu pembalut. Lara sedang halangan!" Jawab Lara hingga akhirnya menghancurkan keinginan Edgar yang sudah di ubun-ubun.


***


__ADS_2