Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Rindu pada cucu


__ADS_3

Arkana yang semakin merasa sebal pada istrinya pun memilih untuk pergi meninggalkan Lady menuju ruangan kerjanya. Lady pun membiarkan Arkana pergi begitu saja tanpa berniat mencegahnya.


"Sial! Harusnya saat ini Arkana bersikap baik kepadaku bahkan kalau perlu meminta kepadaku agar aku tidak meninggalkannya. Tapi ini justru sebaliknya!" Gerutu Lady. "Sudahlah, dari pada memikirkannya lebih baik aku menghubungi Dandy saja." Gumam Lady kemudian.


Arkana yang sudah berada di dalam ruangan kerjanya pun langsung mengunci pintu ruangan kerjanya dan menghidupkan peredam suara agar Lady tidak bisa masuk dan mendengarkan suaranya dari dalam.


Arkana pun segera melakukan panggilan telefon pada Edgar dan meminta tolong teman baiknya itu untuk melakukan sesuatu untuknya. "Ya, aku harus memasang CCTV di ruangan Lady tanpa sepengetahuannya. Hanya itu caranya agar aku mendapatkan bukti yang akurat tentang hubungan Lady dan pria itu." Gumam Arkana setelah panggilan terputus.


Di saat Arkana pusing dengan permasalahannya saat ini, di tempat yang berbeda Emila justru terlihat senang saat merasakan pijitan lembut tangan ibunya di kakinya.


"Mama jadi repot begini karna Mila." Ucap Emila seraya tersenyum pada Bu Asma.


"Tidak merepotkan, kok. Mama justru senang bisa memijat kakimu. Biasanya kau yang sering memijat kaki Mama." Jawab Bu Asma ikut tersenyum.


"Padahal Mila tidak melakukan apa-apa tapi kenapa rasanya badan Mila pegal semua ya, Ma." Ucap Emila.


Bu Asma tertawa kecil. "Itu adalah hal biasa yang dirasakan Ibu hamil. Mama juga dulu seperti itu saat mengandungmu." Jawab Bu Asma.


"Oh... seperti itu ya, Ma." Ucap Emila dan diangguki Bu Asma sebagai jawaban.


Di saat Emila dan Bu Asma sedang asik dengan aktivitas mereka, di depan rumah mereka Bu Selvy nampak baru saja sampai di rumah mereka dan segera turun dari dalam mobilnya.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Bu Selvy mengetuk pintu rumah.


"Siapa itu, Ma?" Tanya Emila.


"Mama juga tidak tahu. Coba Mama buka dulu ya pintunya." Ucap Bu Asma.


Ceklek


"Bu Selvy?" Saat pintu baru saja terbuka Bu Asma dibuat terkejut melihat wajah Bu Selvy di depannya.


"Bu Asma." Bu Selvy melebarkan senyum menatap besannya itu.


"Ayo silahkan masuk dulu, Bu." Ucap Bu Asma dan membuka pintu lebar untuk Bu Selvy.


Bu Selvy mengiyakannya dan memberikan buah tangan yang ia bawa untuk Bu Asma.

__ADS_1


"Jadi repot-repot begini, Bu." Ucap Bu Asma merasa sungkan.


"Saya tidak merasa repot sama sekali, Bu." Jawab Bu Selvy.


Emila yang mendengarkan suara mertuanya dari ruang tamu rumahnya pun memilih keluar dari dalam kamarnya.


"Mama." Ucap Emila dengan wajah tersenyum pada Bu Selvy.


"Emila." Bu Selvy pun turut tersenyum pada menantunya itu.


Emila segera mendekat pada Bu Selvy dan menyalaminya. Setelahnya Emila duduk di kursi yang berhadapan dengan Bu Selvy.


"Maaf sudah mengyanggu malam-malam begini." Ucap Bu Selvy merasa sungkan.


"Tidak masalah, Ma." Jawab Emila.


"Mama datang karena Mama rindu padamu dan cucu-cucu Mama. Rasanya Mama selalu rindu melihat perutmu yang berisi calon cucu-cucu Mama." Ucap Bu Selvy mengutarakan isi hatinya.


"Mama bisa saja. Mama bisa datang kapan saja ke sini jika merindukan mereka." Jawab Emila sambil mengusap perutnya yang nampak membesar.


***

__ADS_1


__ADS_2