
Mobil milik Edgar terus melaju mengikuti mobil milik Lady dengan jarak aman hingga akhirnya berhenti tidak jauh dari sebuah rumah yang tidak Edgar ketahui rumah siapa.
Edgar yang tidak ingin bersikap gegabah pun memilih tetap diam di dalam mobilnya sampai Lady keluar dari dalam mobilnya. Dilihatnya tanpa berkedip pergerakan Lady hingga akhirnya tubuh Lady lenyap dari balik pintu rumah tersebut.
"Rumah siapa itu?" Gumam Edgar. Edgar yang berniat turun dari dalam mobilnya mengurungkan niatnya saat seorang pria keluar dari dalam rumah dan duduk di kursi teras.
"Sialan! Kalau begini bagaimana aku bisa tahu sedang apa Lady di dalam sana dan siapa yang dia temui!" Gerutu Edgar merasa sebal.
Edgar yang tidak ingin bersikap putus asa pun memilih tetap berada di mobilnya menunggu Lady keluar dari dalam rumah. Ia percaya sedikit banyaknya ia akan mendapatkan bukti tentang kedekatan Lady dan Dandy.
Hampir setengah jam menunggu, akhirnya Lady keluar dari dalam rumah tersebut bersama Dandy. Lady yang tidak mengetahui jika Edgar saat ini sedang memantau gerak-geriknya mengajak Dandy masuk ke dalam mobilnya dengan Dandy yang mengendarai mobilnya.
"Ternyata benar dia datang menemui pria itu." Gumam Edgar. Edgar memilih tak langsung melajukan mobilnya mengikuti mobil milik Lady membiarkan mobil milik Lady melaju jauh lebih dulu meninggalkan rumah tersebut. Tak lupa Edgar mengabadikan momen Lady keluar dari rumah tersebut bersama dengan Dandy.
__ADS_1
Setelah cukup jauh barulah Edgar melajukan mobilnya mengejar mobil milik Lady.
"Kemana lagi mereka akan pergi?" Gumam Edgar sambil menatap mobil milik Lady yang terus melaju entah kemana.
Setelah hampir dua puluh menit mengikuti mobil milik Lady dari belakang, Edgar pun kembali menghentikan mobilnya saat mobil milik Lady memasuki area toko milik Lady.
"Ck. Ternyata mereka hanya ingin pergi bersama ke toko." Komentar Edgar. Edgar terus memperhatikan mobil milik Lady hingga akhirnya Dandy keluar lebih dulu dari dalam mobil dan diikuti Lady setelahnya.
Hampir lima menit memperhatikan gerak gerik Lady dan Dandy di depan toko milik Lady, Edgar cukup dibuat bingung karena melihat para karyawan Lady sepertinya tidak merasa terkejut melihat Lady datang bersama dengan Edgar.
"Sepertinya ada yang aneh di sini." Gumam Edgar. Edgar yang berniat mencari bukti kembali mengurungkan niatnya saat mendapatkan panggilan telefon dari pihak rumah sakit yang memintanya untuk cepat datang ke rumah sakit.
*
__ADS_1
"Apa kau yakin jika gerak-gerik kita tak lagi diawasi oleh suamimu?" Tanya Dandy saat ia dan Lady sudah masuk ke dalam ruangan kerja Lady.
"Aku yakin. Dia tidak mungkin lagi mengawasi kita. Sekarang dia sudah fokus pada masalahnya yang baru." Jawab Lady.
Dandy menghembuskan nafas panjang. "Syukurlah kalau begitu. Semoga saja dia selalu percaya jika kau tidak akan berkhianat darinya." Harap Dandy.
"Ya, semoga saja." Jawab Lady.
Kedua orang itu pun saling berpelukan melepaskan rasa lega di hati mereka masing-masing.
"Sekarang lebih baik kau segera keluar dan membuat adonan kue yang baru." Pinta Lady. Ia tidak ingin Dandy terlalu lama berada di dalam ruangan kerjanya karena takut ada seseorang yang tidak diinginkan mengawasi gerak-geriknya.
***
__ADS_1