
Emila berusaha tak menampakkan keterkejutannya di depan Bu Selvy saat sudah berada di depan Bu Selvy.
"Emila, siang ini kita makan di luar bersama Arkana dan Lady, ya. Anggap saja ini adalah perpisahan kita sebelum besok kau sudah tak lagi bekerja di toko saya." Ucap Bu Selvy.
Emila tersenyum menatap Bu Selvy. "Baik, Bu." Jawabnya tanpa bantahan. Emila pun mengulurkan tangan untuk berjabat tangan pada Lady dan Arkana secara bergantian.
"Kalau begitu ayo masuk." Ajak Bu Selvy setelah Emila selesai berjabat tangan dengan anak dan menantunya.
"Baik, Bu." Jawab Emila seraya menganggukkan kepalanya. Emila pun mempersilahkan Bu Selvy untuk masuk lebih dulu ke dalam mobil setelah itu baru dirinya.
Perasaan canggung kini mulai menyelimuti Arkana dan Emila saat sudah berada di dalam mobil. Terlebih Emila. Wanita itu kini yakin jika wanita yang dilihatnya di toko kue waktu itu benar Lady istri dari Arkana.
"Emila, Mama bilang kalau besok kau sudah tidak lagi bekerja di toko. Apa benar begitu?" Tanya Lady ramah sambil menatap wajah Emila yang duduk di kursi belakang.
"Benar, Nona." Jawab Emila seadanya.
__ADS_1
"Kenapa kau berhenti bekerja?" Tanya Lady lagi.
Emila pun menjawab hal yang sama seperti yang ia katakan pada Bu Selvy tadi pagi. Mendengarkan jawaban Emila membuat Lady mengangguk dan tak lagi mempertanyakan hal lain.
"Sayang, kenapa kau sejak tadi hanya diam saja?" Tanya Lady saat mobil milik Arkana berhenti di lampu merah.
Arkana menoleh menatap istrinya yang kini tengah menatap wajahnya. "Lalu aku harus berbicara apa?" Tanya Arkana dengan wajah bingung.
"Apa saja. Biasanya kau suka mengajakku berbicara." Jawab Lady.
Bu Selvy yang mendengarkan percakapan anak dan menantunya pun menatap pada Arkana. Entah mengapa Bu Selvy merasakan ada yang aneh dengan sikap putranya saat ini.
Lima belas menit kemudian, mobil milik Arkana telah tiba di sebuah resto yang terlihat cukup ramai siang itu oleh banyak pengunjung
Arkana lebih dulu turun dari dalam mobil dan diikuti Emila, Bu Selvy dan Lady setelahnya.
__ADS_1
Saat hendak berjalan masuk ke dalam resto, Emila yang tidak fokus pada jalan di depannya karena sedang membalas pesan dari Dessy yang mempertanyakan kemana dirinya dibawa pergi oleh Bu Selvy tanpa sengaja menabrak punggung kokoh Arkana.
"Maaf, maafkan saya." Ucap Emila sambil mengusap keningnya yang terasa sakit akibat menabrak punggung Arkana.
"Apa kau baik-baik saja?" Bukannya menjawab permintaan maaf Emila, Arkana justru mempertanyakan hal lain pada Emila dengan memasang wajah cemas.
"Sa-saya tidak apa-apa." Jawab Emila terbata.
Bu Selvy memperhatikan interaksi Arkana dan Emila yang entah mengapa terlihat aneh di matanya. Bagaimana tidak aneh, Arkana terlihat mengkhawatirkan keadaan Emila padahal Emila hanya menabrak punggungnya saja.
"Sayang..." Lady yang turut merasa aneh dengan sikap suaminya pun memanggil nama suaminya.
Arkana pun langsung tersadar dengan sikapnya yang begitu mengkhawatirkan Emila. "Iya Sayang. Ayo kita masuk." Jawab Arkana lalu menggenggam tangan Lady. Hampir saja Arkana melupakan ada Lady dan Mamanya di dekatnya saat ini.
***
__ADS_1