Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Tak Bisa Mengelak


__ADS_3

Suara tawa Flower terdengar menggelegar setelah membaca surat palsu yang diberikan Mama Tiara kepadanya. Mama Tiara yang melihat reaksi Flower tak sesuai dengan isi pemikirannya pun dibuat terperangah.


"Kenapa anda tertawa, anda sudah tidak waras ya?" Ketus Mama Tiara.


"Bagaimana saya tidak tertawa jika saya sedang melihat kebohongan di depan mata saya. Surat yang anda berikan kepada saya saat ini adalah surat palsu. Rumah ini sama sekali tidak pernah diserahkan kepada anda. Dasar penipu!" Sindir Flower.


"Berani sekali anda berkata seperti itu kepada saya! Anda bisa melihat fotokopian surat wasiat itu!"


"Oh ini," Flower mengangkat surat yang Mama Tiara maksud. "Apa anda pikir saya orang bodoh yang tidak mengetahui jika anda sudah memalsukan surat wasiat ini?" Flower tersenyum miring. 


"Jangan berbicara sembarangan. Saya bisa saja menuntut anda dengan tuduhan pencemaran nama baik!"


"Begitu ya? Lebih baik anda membaca surat yang kami bawa ini sebelum banyak berbicara!" Flower menggeser surat yang ia maksud ke hadapan Mama Tiara.


Tanpa ragu, Mama Tiara meraih surat tersebut. Ia percaya jika Flower tidak memiliki bukti apa pun tentang kejahatannya. Namun baru di lembar pertama ia membaca surat tersebut, Mama Tiara sudah terperangah melihat sebuah bukti surat wasiat yang asli terterakan nama dan tanda tangan mantan suaminya.

__ADS_1


Mama Tiara mencoba memasang wajah tenang walau keterkejutan di wajahnya sudah terlihat jelas di wajah Flower dan yang lainnya. 


"Bagaimana?" Flower menyunggingkan sudut bibir. "Apa anda masih mau mengelak setelah melihat semua bukti yang kami punya?" Sindir Flower.


"Saya tidak percaya. Ini adalah surat palsu. Kalian tidak akan bisa menjebak saya!"


"Begitu ya?" Pandangan Flower kemudian beralih pada sang pengacara meminta pria itu untuk berbicara.


"Semua yang tertera di berkas itu sudah jelas, Ibu Tiara. Saya sudah mendapatkan surat wasiat yang asli dari pengacara Tuan Leo yang sudah anda bayar untuk memalsukan surat wasiat yang ditulis langsung oleh Tuan Leo. Rumah dan seluruh aset milik Tuan Leo murni diberikan pada Lara bukan pada anda."


"Anda masih saja berusaha menyangkal. Apa perlu saya membawa pengacara yang sudah anda bayar itu untuk datang ke sini? Agh, tapi sayangnya itu tidak mungkin karena pengacara itu sedang melakukan penyelidikan di kantor polisi.


Deg


Jantung Mama Tiara berdetak sangat cepat. "Kantor polisi?" Lirih Mama Tiara.

__ADS_1


"Ya, pengacara Tuan Leo sedang mempertanggung jawabkan perbuatannya di kantor polisi. Dia terbukti sudah memalsukan surat wasiat Tuan Leo atas perintah anda. Dan mungkin sebentar lagi polisi akan datang ke sini untuk memint pertanggung jawaban dari anda!"


Mama Tiara terperangah pun dengan Celine. Namun walau pun begitu, Mama Tiara tetap mencoba tak percaya. 


"Sepertinya Ibu Tiara ini perlu bukti nyata. Sekarang ayo lakukan panggilan video pada polisi yang sedang melakukan penyelidikan pada Pengacara Tuan Leo." Pinta Flower pada pengacaranya.


Pengacara tersebut mengangguk lalu melakukan permintaan Flower. Melakukan panggilan video pada pihak kepolisian dan memberikan ponselnya pada Mama Tiara setelah panggilan terhubung.


Glek


Mama Tiara meneguk salivanya susah payah. Tubuhnya terasa tegang. Pun dengan kepalanya yang terasa tiba-tiba sakit.


"Ini tidak mungkin..." lirihnya sambil memegang kepala.


***

__ADS_1


__ADS_2