Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Menikah Juga


__ADS_3

Edgar melangkah mendekati Arkana seraya melemparkan tatapan bingung pada Arkana. "Kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Edgar tanpa basa-basi.


"Pertanyaan bodoh. Tentu saja aku datang ke sini untuk menghadiri pernikahanmu dan calon istrimu."


Lidah Edgar berdecak pelan mendengarnya. "Dari mana kau bisa tahu jika aku akan menikah?" Tanya Edgar karena sebelumnya ia tidak berpikir untuk menghubungi Arkana.


"Dari Tante Leni. Tadi siang Tante Leni mengabariku jika kau akan menikah sore ini. Setelah mendapatkan telefon dari Tante Leni aku langsung saja memesan tiket keberangkatan ke sini."


Edgar menghela napas dalam-dalam. "Maafkan aku. Aku bukan tidak ingin memberitahukanmu jika aku akan menikah." Edgar tak ingin Arkana salah paham.


"Aku mengerti. Tapi aku masih bingung kenapa kau bisa menikah dengan wanita itu? Bukankah sebelumnya kau berkata belum menemukan wanita yang pas untuk menjadi istrimu?"


Edgar hendak menjawab pertanyaan dari Arkana namun suara Mama Leni yang memanggilnya cukup keras membuat Edgar urung dan menatap ke sumber suara.

__ADS_1


"Pergilah." Ucap Arkana pada Edgar.


Edgar mendengus kemudian melangkah mendekati sang mama. "Tunggulah di sini, sebentar lagi penghulu akan datang." Ucap Mama Leni tegas.


Edgar memutar kedua bola matanya malas namun tetap menurut dengan apa yang Mama Leni perintahkan.


Tak berselang lama, seorang pria paruh baya nampak masuk ke dalam rumah bersama dengan Papa Januar. Edgar menatap papanya dan seorang pria paruh baya di samping papanya itu dengan intens.


"Edgar, karena Lara sudah tidak memiliki orang tua dan keluarga lagi, maka wali Lara diganti dengan wali hakim." Ucap Mama Leni.


"Dia tidak memiliki keluarga lagi?" Ucap Edgar dalam hati.


Karena penghulu sudah berada di dalam rumah mereka, Mama Leni pun segera meminta Edgar dan Lara untuk duduk di kursi akad yang sudah dipersiapkan.

__ADS_1


Arkana yang turut hadir pun kini sudah duduk di dekat Edgar menyaksikan ijab qabul sahabat baiknya itu.


"Ya Tuhan, apa aku akan benar-benar menikah secara mendadak seperti ini?" Ucap Edgar dalam hati.


Pertanyaan yang bersarang di benak Edgar pun akhirnya terjawab saat suara sah terdengar menggema hingga ke sudut ruangan rumah kedua orang tuanya.


"Edgar... selamat anak Mama..." Mama Leni yang merasa haru pun meneteskan air matanya melihat putranya sudah menikah. Kedua adik Edgar yang turut hadir pun ikut meneteskan air mata karena akhirnya kakak sulung mereka menikah juga.


Sementara Edgar yang tidak percaya atas apa yang sudah terjadi nampak mengusap kasar wajahnya. Ia sungguh tidak menyangka jika hari ini ia sudah berubah status sebagai seorang suami dari wanita malam yang baru saja ia beli tadi malam.


"Kenapa semuanya terjadi seperti ini. Belum sehari aku mengenalnya dia sudah menjadi istriku saja. Mama juga, kenapa Mama tidak ada mempertanyakan asal-usul Lara kepadaku lebih dulu. Dan bagaimana kalau nantinya Mama tahu jika Lara berasal dari wanita malam?" Ucap Edgar dalam hati.


Lara yang sejak tadi hanya diam kini menatap wajah frustrasi suaminya dengan wajah sendu. Tak berbeda dengan Edgar, ia pun tidak menyangka jika akan menikah secepat ini di saat usianya baru menginjak dua puluh tahun.

__ADS_1


***


__ADS_2