
Penjelasan Toni tentang Lara malam itu berhasil membuat pemikiran Edgar menjadi tidak tenang. Bagaimana tidak, Toni mengatakan dengan jelas jika selama bekerja di klub malam milik Tuan Jacob, Lara sama sekali belum pernah disewa oleh pria mana pun. Istri kecilnya itu selalu berhasil lolos dari banyak pria yang berniat menyewanya. Dan kedatangannya malam itu membeli Lara ternyata berhasil menyelamatkan Lara dari seorang pria yang berniat menyewa Lara malam itu.
"Agh, jangan terlalu berpikiran positif. Bisa saja sebelum bekerja di klub Tuan Jacob dia sudah pernah bekerja di tempat lain dan menjual tubuhnya." Gumam Edgar. Ia tidak ingin mengambil kesimpulan dengan cepat.
Setelah menghabiskan waktu cukup lama di klub milik Tuan Jacob bersama dengan Toni, akhirnya Edgar pun kembali apartemen saat waktu sudah menujukkan pukul dua belas malam.
Masuk ke dalam apartemen, Edgar melihat suasana di dalam apartemen nampak gelap. Edgar melangkah dengan pelan ke arah kamarnya berada dan membukanya.
"Ternyata dia bisa menggunakan kuping dengan benar juga." Komentar Edgar melihat Lara yang kini tertidur di atas ranjang tidak seperti tadi sore memilih tidur di kamar tamu.
Walau merasa malas harus tidur di ranjang yang sama dengan Lara, namun Edgar tak punya pilihan lain. Tubuhnya tidak akan nyaman jika tidur di atas sofa dan lagi pula status Lara kini adalah istrinya dan sudah sewajarnya mereka tidur di tempat yang sama.
__ADS_1
Setelah membersihkan wajah di dalam kamar mandi, Edgar pun akhirnya ikut berbaring di atas ranjang. Sebelum menutup kedua kelopak matanya, Edgar menatap wajah lelap Lara lebih dahulu.
"Aku tidak salah menilainya bukan? Jangan sampai aku terjebak dalam permainan ku sendiri." Gumam Edgar. Ada kecemasan yang ia rasakan saat ini tentang Lara jika praduganya selama ini salah.
*
Waktu sudah berganti pagi. Lara yang terbangun lebih dulu dari tidurnya hampir saja berteriak saat melihat wajah Edgar berada tepat di hadapannya. "Kenapa Tuan Edgar bisa tidur di sini?" Lirih Lara. Ia pikir Edgar tidak akan mau tidur di ranjang yang sama dengannya dan memilih tidur di atas sofa. Namun ternyata dugaannya itu salah. Edgar mau tidur di ranjang yang sama dengannya bahkan kini berada dekat dengannya.
*
Seperti biasanya pagi itu Lara memilih membersihkan ruangan aparteman. Sebuah pekerjaan yang bisa ia kerjakan dan tidak akan mendapatkan komentar dari Edgar.
__ADS_1
Hampir satu jam membersihkan apartemen dari mulai menyapu, mengepel hingga mengelap barang-barang di apartemen, akhirnya sosok Edgar pun keluar dari dalam apartemen.
"Selamat pagi, Tuan." Sapa Lara ramah pada Edgar.
Edgar tak menyahut. Ia justru menatap setitik keringat yang nampak membasahi pelipis Lara. Kenapa ia jadi merasa istrinya itu seperti pembantu jika seperti ini dari pada seorang istri?
"Kenapa Tuan Edgar hanya diam saja? Apa Tuan Edgar marah kepadaku?" Ucap Lara dalam hati. Wanita itu pun mulai berpikir apakah ia sudah melakukan kesalahan yang membuat Edgar menjadi marah hingga tak menjawab sapaannya?
"Jangan-jangan Tuan Edgar marah karena aku tidur di ranjang yang sama dengannya. Tapi bukankah Tuan Edgar yang menyuruhku tidur di ranjang yang sama dengannya?" Lara jadi menebak-nebak sendiri.
***
__ADS_1