Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
Kita lewati bersama


__ADS_3

"Iya, Mama harap setelah mereka lahir nanti Mama masih bisa terus melihat mereka hingga dewasa." Ucap Bu Selvy penuh arti.


Emila dapat mengerti kemana arah perkataan Bu Selvy. Karena tidak bisa memastikan apakah untuk selanjutnya Bu Selvy masih bisa melihat anak-anaknya atau tidak, Emila memilih tersenyum saja pada Bu Selvy.


"Mila, apa kau yakin ingin berpisah dari Arkana setelah anak kalian lahir nanti? Apa kau yakin akan kuat menjadi ayah dan ibu untuk anak-anakmu?" Tanya Bu Selvy.


Emila terdiam beberapa saat sebelum menjawab. "Mila yakin, Ma. Mila pasti bisa seperti Mama Mila yang bisa membesarkan Mila tanpa kasih sayang dari seorang ayah." Jawab Emila sambil menatap pada Bu Asma.


Bu Asma tersenyum mendengar jawaban dari putrinya tersebut. Ia pun mengusap paha Emila yang duduk di sampingnya.


"Walau awalnya terasa berat tapi Mila yakin bisa menjalaninya. Dari pada hidup menjadi bayang-bayangan istri kedua di kehidupan Tuan Arkana dan Nona Lady lebih baik Mila mencari jalan yang lebih baik dengan pergi dari kehidupan mereka." Ucap Emila kemudian.

__ADS_1


Bu Selvy terdiam beberapa saat setelah mendengarkan perkataan Emila. Ia tahu saat ini menantunya itu merasa sangat bersalah karena sudah menjadi noda di pernikahan Arkana dan Lady. Namun apa yang terjadi pada Emila dan Arkana saat ini di luar keinginan mereka bukan? Rasanya Bu Selvy bingung harus memihak pada siapa. Lady yang jelas adalah menantu pertamanya atau Emila yang berstatus istri kedua dari putranya.


Tidak terlalu banyak percakapan Emila dan Bu Selvy malam itu tentang Arkana karena Bu Selvy memilih mengalihkan percakapan di antara mereka karena ia tahu Emila tidak nyaman membahas tentang putranya tersebut.


Akhrinya Bu Selvy pun kembali ke rumahnya dengan harapan yang sangat tipis.


"Mila, Mama harap kau tidak berniat menjauhkan Mama dari cucu-cucu Mama." Gumam Bu Selvy sambil menatap rumah Emila.


"Terima kasih karena sudah selalu ada di samping Mila di saat senang dan sedih Mila, Mah." Ucap Emila merasa haru.


Bu Asma tersenyum mendengarnya. "Itu sudah kewajiban Mama sebagai seorang Ibu. Tidak ada satu pun Ibu di dunia ini yang ingin anaknya hidup menderita, Nak." Jawab Bu Asma.

__ADS_1


Emila memegang tangan Bu Asma yang sedang mengusap rambutnya. "Semoga kebahagiaan akan datang kepada kita setelah anak-anak Mila lahir nanti ya, Ma." Harap Mila.


"Ya, semoga saja, Nak." Jawab Bu Asma.


Ibu dan anak itu saling tersenyum. Setelah cukup banyak berbicara dan merasa tubuh mereka sudah lelah, akhirnya Bu Asma dan Emila pun memutuskan untuk istirahat di kamar mereka masing-masing.


Emila yang baru saja masuk ke dalam kamarnya langsung mengarahkan pandangannya pada ponselnya yang berada di atas ranjang saat mendengar suara deringan ponselnya yang terdengar cukup keras.


"Siapa yang menelefonku malam-malam begini?" Tanya Emila. Emila pun segera melangkah ke arah ranjang dan bingung saat melihat panggilan video dari Arkana.


"Dia tidak salah mau melakukan panggilan video denganku?" Tanya Emila.

__ADS_1


***


__ADS_2