
Edgar tak memiliki pilihan lain selain mengiyakan permintaan dari istri kecilnya yang terus merengek ingin pergi ke pasar malam. Dengan wajah sebal dan bersungut-sungut, Edgar melajukan mobil menuju pasar malam yang Lara inginkan. Baru saja mobil memasuki area pasar malam, kedua bola mata Lara sudah berbinar menatap keramaian dan keributan di pasar malam.
"Ck. Aku tidak nyaman di tempat seperti ini. Sungguh bising dan membuat kepalaku sakit!" Walau menggerutu, Edgar tetap mengikuti keinginan istri kecilnya. Terbukti kini keduanya sudah masuk ke dalam pasar malam dengan tangan Lara memegang cup berisi bakso pentol.
"Enak sekali, Kakak mau coba?" Lara menawarkan. Menyerahkan cup ke arah Edgar.
"Aku tidak berminat. Itu kan makanan tidak sehat!"
"Sehat, kok. Bisa buat perut Lara kenyang." Lara tersenyum seolah tak takut dengan tatapan sangar sang suami.
Keduanya terus berjalan memutari pasar malam. Edgar benar-benar dibuat sakit kepala melihat kebisingan di sekitarnya saat ini. Sementara Lara tak sedikit pun merasa terganggu.
Keduanya terus melangkah menghampiri setiap wahana dan tempat permainan. Lara yang sudah menghabiskan pentol di tangannya pun akhirnya meminta pada Edgar untuk naik ke wahana bianglala yang sejak awal ia inginkan.
__ADS_1
"Kalau kau mau naik maka naik saja sendiri. Jangan mengajakku!" Ketus Edgar saat Lara merayu agar Edgar mau ikut naik dengannya.
Lara dibuat takut mendengar jawaban Edgar yang sedikit ketus. Akhirnya ia tak lagi menawarkan pada Edgar dan memilih menuju tempat pembelian tiket dengan bermodalkan selembar uang merah dari Edgar.
"Apa kau mau naik sendiri?" Seorang pria muda seusia Lara nampak menghampiri Lara dan bertanya pada Lara. Edgar masih memperhatikan gerak-geriknya. Tak lupa Edgar memasang kuping dengan lebar untuk mendengar perkataan pria tersebut pada istrinya.
"Ya, aku naik sendiri saja." Jawaban Lara membuat senyuman di wajah pria itu terkembang.
"Bagaimana kalau naik berdua denganku? Kebetulan aku juga sendiri." Agh, pria itu ternyata mencari kesempatan dalam keramaian.
Senyuman di wajah Lara terkembang. "Benarkah, Kak?" Tanyanya dengan mata berkedip-kedip lucu.
"Ya! Sekarang pesan dua tiketnya!" Titah Edgar.
__ADS_1
Lara lantas saja mengiyakannya lalu meminta maaf pada pria yang tadi mengajaknya karena tidak bisa ikut naik bersama pria itu. Setelah membeli tiket, Lara pun mengajak Edgar mengantri untuk naik bianglala.
Darah Edgar terasa berdesir melihat bianglala yang sedang berputar di depannya. Seumur hidupnya ia belum pernah menaiki wahana tersebut. Dan tidak dapat ia bayangkan bagaimana kondisi jantungnya nanti saat naik wahana tersebut.
Giliran Lara dan Edgar pun tiba. Lara dengan hati senang menaiki bianglala sementara Edgar dengan jantung yang hendak lepas dari wadahnya naik ke atas biang lala.
"Kak Edgar kenapa? Takut?" Lara bertanya melihat wajah Edgar yang pucat pasih.
Edgar tentu saja tak mengiyakannya. Repurtasinya sebagai pria gagah bisa hilang jika Lara mengetahui ketakutannya saat ini.
"Tidak!" Ketus Edgar lalu menatap ke arah samping.
Lara mencoba percaya. Hingga akhirnya biang lala mulai berputar, Lara tak lagi dapat mempercayai perkataan Edgar karena tiba-tiba saja Edgar berteriak cukup kencang hingga mengagetkan jantungnya.
__ADS_1
"Aaaa.... aku takut!" Pekik Edgar dan tanpa sadar mencengkram erat tangan Lara hingga membuat Lara ikut berteriak kesakitan.
***