Noda Menjadi Yang Ke 2

Noda Menjadi Yang Ke 2
S2 - Berita Heboh Pagi Itu


__ADS_3

Kerutan halus tercetak jelas di dahi Lara setelah mendengar perkataan Edgar. Wanita itu nampak bingung. Tak mengerti dengan maksud perkataan Edgar. "Maksud Kak Edgar bagaimana? Memperlakukan Kak Edgar layaknya suami pada umumnya? Apa Kak Edgar meminta Lara memasak untuk Kak Edgar?" Tanya Lara.


Tuk


Edgar menyentil kening Lara hingga membuat Lara mengaduh kesakitan. "Bukan seperti itu maksudku!" Ucapnya menggerutu. Hampir saja ia melupakan jika istrinya kelewatan polos.


"Lalu seperti apa, Kak? Terus Kak Edgar meminta Lara melakukan tugas dengan baik di atas ranjang. Bukankah selama ini Lara sudah tidur dengan baik bersama Kak Edgar? Lara tidak lasak saat tidur." Lara mengeluarkan isi pemikirannya yang sangat dangkal.


Edgar dibuat geram mendengar jawaban istrinya itu. Melihat sikap Lara yang masih saja polos seperti saat ini sepertinya Edgar harus mulai mengajarkan istrinya itu bersikap dewasa.


"Bukan seperti itu maksudku!" Ucap Edgar dengan tatapan tak bersahabat.


Lara memperhatikan wajah suaminya itu. "Lalu," tanyanya diikuti kerutan di dahi.

__ADS_1


"Dunia ini sekarang sudah canggih. Kau bisa mencari tahu apa maksudku lewat media sosial yang kau punya!" Seru Edgar.


Lara menganggukkan kepalanya tanda paham. "Baiklah, nanti Lara akan mencari tahu apa maksud Kak Edgar di ponsel Lara. Tapi sekarang Lara mau tidur dulu, ya. Lara capek dan mengantuk." Pintanya kemudian menguap menandakan jika dirinya benar-benar mengantuk.


Edgar menghembuskan napas bebas di udara. Belum apa-apa saja Lara sudah membuat emosinya naik seperti ini. Bukannya mencari tahu lebih dulu, Lara justru meminta untuk tidur.


"Apa ini resiko yang harus aku tanggung karena menikahi seorang gadis kecil?" Rutuk Edgar dalam hati. Jika ia menikah dengan wanita yang seusia dirinya, pastilah Lara tidak akan bingung dengan maksud perkataannya tadi. Edgar juga tak bisa menyalahkan Lara yang kelewatan polos sepenuhnya mengingat istrinya selama ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibandingkan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya.


**


"Angga, Sherly, ada apa ini?" Tanya Lara setelah bergabung dengan teman-temannya.


Sherly menatap ke arah Lara yang baru saja bergabung dengan mereka. "Lara, kau sudah mendengar berita heboh pagi ini belum?" Tanya Sherly.

__ADS_1


Lara menggelengkan kepalanya. "Lara tidak tahu apa-apa." Jawabnya.


Sherly menghela napas dalam. "Coba lihat grup chat di ponselmu. Di sana sudah heboh dengan berita pagi ini."


Lara menurutinya. Kemudian membuka pesan di grup chat kampus. Baru saja membaca beberapa pesan yang masuk ke dalam grup chat, Lara sudah dibuat terkejut melihat sebuah foto yang memperlihatkan ibu tirinya dijemput paksa oleh beberapa orang polisi yang datang ke rumahnya.


"Mama..." lirih Lara dengan kedua mata yang sudah tergenang. 


"Lara?" Sherly menatap wajah Lara yang nampak terkejut setelah melihat ponselnya.


Lara tak menyahut. Ia terus melihat isi pesan di grup chatnya hingga akhirnya mengalihkan pandangan pada Sherly dan Angga.


"Lara, bukankah kau bilang saat itu jika Celine adalah kakak tirimu. Itu berarti wanita yang ditangkap di foto itu adalah ibu tirimu?" Tanya Sherly memastikan.

__ADS_1


Lara menganggukkan kepalanya. "Mama Tiara ditangkap polisi." Cicitnya merasa sedih. Walau sudah menebak hal ini akan terjadi, namun tetap saja Lara merasa iba pada ibu tirinya itu.


***


__ADS_2